22.06 · 24 Juni 2026

BREAKING: Persediaan Minyak AS Turun Tajam, Harga Tetap Tertekan

Persediaan Minyak AS Turun Lebih Dalam dari Perkiraan

Laporan Energy Information Administration (EIA) menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dibandingkan ekspektasi pasar.

Ringkasan laporan EIA:

  • Persediaan minyak mentah: -6,088 juta barel
    • Konsensus: -4,461 juta barel
    • Sebelumnya: -8,263 juta barel
  • Persediaan bensin: +2,064 juta barel
    • Konsensus: -578 ribu barel
  • Persediaan distilat: +3,064 juta barel
    • Konsensus: -505 ribu barel

Sebelumnya, laporan API juga telah mengindikasikan arah yang sama, yaitu penurunan persediaan minyak mentah serta kenaikan stok produk olahan. Namun, data resmi EIA menunjukkan perubahan yang jauh lebih besar dibandingkan estimasi API.

Persediaan minyak mentah AS kini telah turun ke bawah rata-rata terendah lima tahun terakhir. Penurunan selama beberapa pekan terakhir tergolong sangat besar. Meski demikian, dengan meningkatnya peluang pembukaan kembali Selat Hormuz, pasar memperkirakan kondisi pasokan global akan mulai kembali normal.

Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB

Musiman dan Tren Jangka Panjang

 

Penurunan Persediaan Berlangsung Sejak Musim Semi

  • Jika melihat tren yang lebih panjang, persediaan minyak mentah di Amerika Serikat terus mengalami penurunan sejak April. Fenomena ini merupakan pola musiman yang umum menjelang driving season, ketika aktivitas perjalanan musim panas meningkatkan permintaan bahan bakar dan kilang beroperasi pada kapasitas tinggi.

Harga Minyak Belum Merespons Positif

  • Menariknya, penyusutan stok minyak mentah yang terjadi secara konsisten belum mampu mendorong kenaikan harga minyak secara berkelanjutan. Pasar finansial tampaknya lebih memperhatikan kondisi permintaan dibandingkan hanya melihat penurunan stok minyak mentah.

 

Di Balik Angka: Mengapa Data Ini Tidak Sepenuhnya Bullish?

Sekilas, laporan ini terlihat sangat positif bagi harga minyak. Persediaan minyak mentah turun lebih dari 6 juta barel, jauh melampaui ekspektasi pasar. Namun reaksi investor cenderung tetap hati-hati.

Mengapa?

Kilang saat ini memang mengolah minyak mentah dalam jumlah sangat besar sehingga stok minyak mentah menyusut tajam. Selain itu, ekspor minyak juga masih relatif tinggi karena kontrak-kontrak yang telah disepakati sebelumnya serta harga minyak yang masih menarik. Namun perhatian utama justru tertuju pada persediaan produk olahan.

Setelah mengalami penurunan selama beberapa pekan, kini stok bensin dan distilat meningkat dengan total lebih dari 5 juta barel, padahal pasar memperkirakan keduanya justru akan turun. Kondisi ini menunjukkan bahwa produk jadi mulai menumpuk lebih cepat dibandingkan konsumsi masyarakat. Struktur data tersebut mengindikasikan adanya pelemahan permintaan domestik di Amerika Serikat dan secara efektif mengurangi sentimen positif dari penurunan stok minyak mentah.

Harga minyak WTI kini kembali turun di bawah USD 70 per barel, sekaligus menguji level terendah yang terbentuk pada sesi pertama setelah dimulainya konflik Timur Tengah. Pasar secara bertahap telah menghilangkan premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak naik. Meski demikian, kondisi pasar fisik minyak masih relatif ketat, terutama karena pemerintah AS masih terus melepaskan cadangan minyak strategis.

Cadangan minyak strategis Amerika Serikat (Strategic Petroleum Reserve/SPR) kini berada pada level terendah sejak dekade 1980-an. Volume cadangan saat ini juga tercatat hampir 100 juta barel lebih rendah dibandingkan sebelum konflik di Timur Tengah dimulai. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB


 
25 Juni 2026, 00.33

Daily Summary: AI Tertekan, Micron Jadi Sorotan, Emas dan Minyak Melemah

24 Juni 2026, 22.41

Emas Tembus USD 4.000

24 Juni 2026, 15.53

Emas Tertekan Setelah Deutsche Bank Pangkas Target Harga

24 Juni 2026, 01.03

Daily Summary: Saham Chip Anjlok, Nasdaq Tertekan di Tengah Keraguan AI

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.