📈 Sesi Asia dan Indeks
Futures indeks utama AS melanjutkan kenaikan meskipun sinyal dari Timur Tengah masih beragam dan Iran serta Amerika Serikat sama-sama memperkeras persyaratan mereka.
Futures Nasdaq 100 masih memimpin dengan US100 naik 0,3%, sementara Dow Jones tertinggal dan US30 bergerak datar.
Pergerakan tersebut menunjukkan rotasi modal menuju teknologi baru setelah rangkaian earnings terbaru dari penyedia solusi AI.
Pasar saham Asia mengikuti kenaikan Wall Street, ketika reli saham semikonduktor mendorong Nasdaq 100 menuju level tertinggi terbaru.
Data inflasi AS yang sesuai ekspektasi juga meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Indeks MSCI Asia-Pacific naik 0,6%.
Korea Selatan memimpin kenaikan regional dengan KOSPI +3,7%.
Nikkei 225 Jepang naik 1,1%.
Hang Seng China bergerak datar.
🌏 Ekonomi dan Politik
Iran membalas pernyataan Trump bahwa “AS memiliki kontrol penuh atas Selat Hormuz”.
Teheran menegaskan lalu lintas maritim tidak akan kembali normal sampai persyaratan Iran diterima.
Kedua pihak terus menetapkan syarat yang semakin tegas, termasuk tuntutan kompensasi atau reparasi.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan pemerintah mendukung kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh Bank of Japan.
Yen mulai menguat tipis setelah komentar tersebut.
💱 Komoditas, dan Energi
US Dollar Index mengakhiri perdagangan kemarin dengan kenaikan sekitar 0,2% meskipun CPI AS tidak memberikan kejutan. Saat ini, USDIDX bergerak datar.
Harga emas (GOLD) terkoreksi 0,15% menuju level psikologis US$4.400 per ons.
Sementara itu, perak (SILVER) bergerak datar di US$66,20 per ons.
Futures Brent (OIL) naik 0,7% ke sekitar US$89 per barel di tengah pertukaran komentar mengenai Selat Hormuz.
Harga minyak tetap berada dekat level tertinggi dalam dua minggu.
Daily Summary - CPI Jadi Fokus saat Minyak dan Yield Tetap Tinggi
Brent Uji US$90, Risiko US$100 Membesar
US OPEN: Wall Street Datar, Intel Tertekan Aksi Korporasi
Market Wrap: NFP Jadi Kunci saat Minyak Kembali Melonjak
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.