Harga emas naik lebih dari 1,5% dan tetap berada dekat level tertinggi dalam sekitar dua bulan setelah rilis CPI AS untuk Juli.
Data tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar.
Headline CPI naik 0,1% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan, sementara core inflation tercatat 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan.
Tidak adanya kejutan inflasi ke atas menjadi faktor positif bagi logam mulia.
Setelah data pasar tenaga kerja AS sebelumnya menunjukkan pelemahan, hasil CPI ini mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga secepat September.
Emas diperdagangkan di sekitar US$4.420 per ons.
- Setelah rilis CPI, pasar futures memperhitungkan probabilitas sekitar 60% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada September, dibandingkan sedikit di atas 45% sepekan sebelumnya. Perubahan ini penting bagi emas karena risiko kenaikan suku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost dari memegang aset yang tidak memberikan yield.
- Pergerakan hari ini melanjutkan momentum kuat yang sudah terlihat setelah laporan pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah. Emas mencatat performa mingguan terbaik sejak Januari pada pekan lalu dan pada Selasa mencapai level tertinggi sejak 5 Juni.
- Faktor permintaan yang tidak berkaitan langsung dengan kebijakan The Fed juga tetap penting. Kembalinya ETF inflows, pembelian bank sentral, dan permintaan kuat dari China mendukung pasar serta membantu emas tetap tangguh meskipun harga energi masih tinggi.
- Risiko inflasi belum sepenuhnya hilang. Harga minyak tetap mahal di tengah ketegangan seputar Selat Hormuz, dan harga bahan bakar yang terus tinggi dapat memperumit proses disinflasi dalam beberapa bulan ke depan serta membatasi ruang The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter.
- Meski demikian, reaksi emas menunjukkan investor saat ini lebih memberi bobot pada kombinasi pasar tenaga kerja yang melemah dan CPI yang sesuai konsensus. Jika data berikutnya tidak menunjukkan percepatan kembali tekanan harga, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat dapat terus berkurang.
Dari perspektif pasar emas, laporan CPI hari ini dapat dilihat sebagai faktor yang cukup positif.
Data tersebut tidak cukup lemah untuk mengubah narasi The Fed secara fundamental.
Namun, pada saat yang sama, data ini juga tidak memberikan alasan bagi bank sentral untuk segera melanjutkan pengetatan moneter.
Hal tersebut penting dalam kondisi pasar saat ini.
Emas mendapat dukungan secara bersamaan dari menurunnya risiko kenaikan suku bunga, permintaan institusional, dan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi.
Pertanyaan utama berikutnya adalah apakah logam mulia ini dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencatat breakout berkelanjutan di atas level tertinggi lokal terbaru.
US Open: CPI Reda, Saham AI Kembali Jadi Mesin Wall Street
CPI Sesuai Ekspektasi, Pasar Minim Reaksi
Minyak Dekati US$90, Permintaan Ternyata Lebih Kuat
Market Wrap: Wall Street Turun, Pasar Tunggu CPI AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.