Menurut laporan The Washington Post, pemerintahan Trump berencana mengaitkan vaksin COVID-19 dengan 25 kasus kematian anak. Kabar ini menimbulkan kekhawatiran besar di komunitas ilmiah dan langsung memicu penurunan tajam harga saham Pfizer (PFE.US) dan Moderna (MRNA.US), produsen utama vaksin tersebut.
Laporan ini muncul di tengah kontroversi politik dan tanpa adanya bukti ilmiah yang memastikan hubungan antara vaksin dan kasus tragis tersebut. Meski demikian, informasi ini telah menciptakan ketidakpastian di kalangan investor, sehingga semakin menekan harga saham kedua perusahaan.
Kalender Ekonomi: Pasar Fokus ke Data AS dan Suku Bunga Global
Market Wrap: Pasar Masih Skeptis terhadap Trump dan Iran
Saham Seagate Turun di Tengah Tekanan Sektor AI
US Open: Wall Street Wait & See Jelang NVIDIA
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.