16:30 - 🛢️ EIA: Perubahan Persediaan Minyak AS
- Persediaan Minyak Mentah
- Aktual: -8,26 juta barel
- Ekspektasi: -3 juta barel
- Sebelumnya: -7,23 juta barel
- Persediaan Bensin
- Aktual: -0,91 juta barel
- Ekspektasi: -1,4 juta barel
- Sebelumnya: +0,19 juta barel
- Persediaan Distillate
- Aktual: +0,95 juta barel
- Ekspektasi: -0,2 juta barel
- Sebelumnya: -0,2 juta barel
Rilis data ini memberikan dorongan positif jangka pendek bagi harga minyak. Sinyal utamanya berasal dari kombinasi penurunan besar impor minyak mentah dan tingginya tingkat operasi kilang, yang menghasilkan penurunan tajam pada persediaan komersial.
Cadangan minyak AS kini memasuki fase yang semakin krusial, sementara pasar saat ini sudah memperhitungkan skenario paling optimistis terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Penurunan tajam persediaan terjadi akibat anjloknya impor minyak mentah sebesar 754 ribu barel per hari, bersamaan dengan tingginya utilisasi kilang. Pengolahan minyak mentah meningkat menjadi 17,2 juta barel per hari, sementara tingkat utilisasi kilang mencapai 96,7%.
Persediaan minyak mentah komersial AS, di luar Strategic Petroleum Reserve (SPR), turun 8,3 juta barel menjadi 418,2 juta barel, atau sekitar 6% di bawah rata-rata lima tahun.
Persediaan bensin turun 0,9 juta barel dan juga berada sekitar 6% di bawah rata-rata lima tahun. Persediaan distillate naik 1 juta barel, namun masih berada sekitar 13% di bawah rata-rata lima tahun. Total persediaan minyak, termasuk SPR, turun 17,2 juta barel, dengan cadangan strategis menyusut 8,9 juta barel. Meskipun penurunan ini besar, sebagian besar bukan berasal dari faktor yang murni didorong oleh pasar.
Penurunan persediaan minyak komersial terutama terjadi di dua wilayah utama:
- Gulf Coast: turun sekitar 4,8 juta barel
- Midwest: turun sekitar 4,5 juta barel
EIA juga masih mengasumsikan bahwa Selat Hormuz secara efektif tetap mengalami gangguan dalam jangka pendek, dan lalu lintas kapal tanker baru akan pulih secara bertahap mulai kuartal ketiga 2026. Normalisasi penuh produksi dan arus perdagangan energi diperkirakan baru terjadi pada 2027.
Lembaga tersebut juga memperkirakan penurunan besar persediaan global selama kuartal II dan III 2026, serta penurunan cadangan negara-negara OECD ke level terendah sejak 2003.
OIL (D1)
Dari sisi analisis teknikal, RSI pada kontrak minyak saat ini berada di area yang sangat rendah, sekitar 30, yang menunjukkan kondisi mendekati oversold. Harga berhasil memantul dari level Fibonacci Retracement 78,6% dan berpotensi mencoba kembali bergerak di atas EMA 200. Apabila tekanan jual mulai mereda dan pasar memasuki fase konsolidasi pada area saat ini, target kenaikan berikutnya dapat berada di sekitar US$87 per barel. Sumber: xStation5
The Fed Hawkish: Proyeksi Inflasi Naik Tajam
FOMC Tahan Suku Bunga, Dot Plot Hawkish
Daily Summary: Pasar Menanti The Fed, Fokus ke Kevin Warsh
BREAKING: Retail Sales AS Melonjak, Dolar Kembali Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.