- Brent crude naik lebih dari 2% dan menembus $73 per barel akibat meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
- Beberapa kapal komersial dilaporkan rusak, termasuk tanker LNG Qatar dan supertanker minyak Saudi.
- Qatar menuduh Iran melakukan serangan dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
- Iran menolak melanjutkan negosiasi dengan AS selama Washington masih mengeluarkan ancaman militer.
- Pasar belum memperhitungkan gangguan pasokan berkepanjangan, tetapi risiko geopolitik energi kembali meningkat.
- Brent crude naik lebih dari 2% dan menembus $73 per barel akibat meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
- Beberapa kapal komersial dilaporkan rusak, termasuk tanker LNG Qatar dan supertanker minyak Saudi.
- Qatar menuduh Iran melakukan serangan dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
- Iran menolak melanjutkan negosiasi dengan AS selama Washington masih mengeluarkan ancaman militer.
- Pasar belum memperhitungkan gangguan pasokan berkepanjangan, tetapi risiko geopolitik energi kembali meningkat.
Futures Brent crude atau OIL naik lebih dari 2% hari ini, menembus level $73 per barel seiring kembali meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Menurut laporan, setidaknya tiga kapal komersial mengalami kerusakan, termasuk tanker LNG Qatar, supertanker minyak mentah Saudi, dan satu kapal lain yang terkena serangan drone.
- Qatar menuduh Iran melakukan serangan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan ancaman terhadap keamanan pasokan energi global.
- Pada saat yang sama, Iran mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat jika Washington terus mengeluarkan ancaman militer.
Serangan Tanker Baru Mendorong Harga Minyak Naik
Harga minyak naik tajam setelah muncul laporan serangan tambahan di salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. U.K. Maritime Trade Operations atau UKMTO menyatakan bahwa beberapa kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz diserang, dengan setidaknya tiga kapal mengalami kerusakan.
Insiden paling serius melibatkan tanker LNG Qatar Al-Rekayyat, yang terkena proyektil di dekat pantai Oman. Kebakaran terjadi di ruang mesin, memicu kekhawatiran mengenai potensi ledakan. Supertanker minyak mentah Saudi Wedyan juga dilaporkan mengalami kerusakan, sementara kapal ketiga terkena drone dan mengalami kerusakan struktural ringan. Berdasarkan informasi yang tersedia, tidak ada korban jiwa maupun tumpahan lingkungan.
Iran Membantah Bertanggung Jawab, tetapi Sebelumnya Memperingatkan Kapal
Meskipun Iran belum secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa setidaknya salah satu tanker telah mengabaikan peringatan sebelumnya dari pasukan Iran terkait rute pelayaran yang disetujui melalui Selat Hormuz. Ketiga kapal tersebut dilaporkan berlayar melalui rute selatan dekat pantai Oman, yang sebelumnya telah diperingatkan Iran agar tidak digunakan pada pekan lalu.
Qatar dan Negara Teluk Mengecam Iran
Kementerian Luar Negeri Qatar menggambarkan serangan tersebut sebagai “pelanggaran berat dan eksplisit terhadap hukum internasional”, serta menuduh Iran mengancam navigasi internasional dan keamanan energi global. Doha menyerukan penghentian segera terhadap tindakan yang membahayakan lalu lintas maritim dan menuntut agar Iran bertanggung jawab atas setiap konsekuensi dari serangan tersebut.
Sekretaris Jenderal Gulf Cooperation Council atau GCC juga mengecam apa yang ia sebut sebagai serangan “brutal” terhadap tanker Qatar, menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam stabilitas regional. Ia mendesak komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap serangan lanjutan.
Ketegangan AS-Iran Terus Meningkat
Harga minyak juga mendapat dukungan dari memburuknya hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran tidak akan kembali ke meja negosiasi jika Amerika Serikat terus membuat ancaman militer. Pembicaraan masih ditangguhkan selama masa berkabung satu minggu setelah wafatnya Supreme Leader Iran.
Komentar tersebut muncul sehari setelah Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa jika kesepakatan damai tidak tercapai, Amerika Serikat akan “menyelesaikan pekerjaan” dalam menangani Iran.
Mengapa Selat Hormuz Penting?
Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik chokepoint energi paling kritis di dunia. Dalam kondisi damai, sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam global melewati jalur perairan sempit ini. Artinya, bahkan insiden militer yang terisolasi pun dapat dengan cepat meningkatkan premi risiko geopolitik yang tercermin dalam harga energi.
Untuk saat ini, pasar belum memperhitungkan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan energi global. Namun, serangan terbaru ini menyoroti betapa rapuhnya situasi keamanan saat ini. Eskalasi lebih lanjut atau pembatasan pelayaran melalui Selat Hormuz dapat dengan cepat mendorong harga minyak dan gas alam naik lebih tinggi.
Market Wrap: Nasdaq 100 Tertekan Usai Earnings Sektor Chip
Daily summary: Wall Street Menguat, Saham AI dan Pertahanan Jadi Fokus
Market Wrap: Pasar Menanti ISM dan FOMC Minutes
Daily Summary: Futures US100 Menguat Saat Bursa AS Libur
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.