Baca selengkapnya
20.04 · 19 Februari 2026

Burry Tuduh Palantir Manipulasi?

-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis

Meski mencatat hasil kinerja yang sangat kuat, Palantir belakangan kesulitan mengembalikan valuasinya ke level yang secara rutin dicapai pada 2025.

Michael Burry, analis legendaris sekaligus salah satu kritikus paling vokal terhadap Palantir, memanfaatkan pelemahan valuasi saham ini. Tuduhan yang ia lontarkan tergolong serius.

Perselisihan antara Burry dan Palantir bukanlah hal baru. Namun, belakangan tampak bahwa inisiatif tetap berada di pihak perusahaan—yang sebelumnya berbasis di Denver dan kini di Florida. Palantir berhasil mempertahankan valuasi tinggi meski mengalami koreksi, dan hasil kuartalannya terus menunjukkan pertumbuhan besar, umumnya melampaui ekspektasi.

Burry sebelumnya berpendapat bahwa model bisnis Palantir tidak skalabel karena setiap integrasi dibuat secara “bespoke”, serta menuduh perusahaan tidak memiliki solusi AI sendiri dan hanya mengandalkan layanan pihak ketiga seperti OpenAI dan Google. Palantir dikenal sebagai perusahaan yang sangat tertutup, dan Burry tidak dapat mendukung klaimnya dengan bukti konkret. Meski demikian, ia tetap menyatakan bahwa Palantir pada dasarnya adalah perusahaan konsultan yang menyamar sebagai perusahaan SaaS, yang kemudian menyamar sebagai perusahaan AI. Beberapa hari lalu, ia merilis analisis lanjutan yang tidak hanya menyebut model bisnis kurang optimal atau valuasi tidak realistis, tetapi juga menuduh adanya kecurangan akuntansi.

Palantir diduga menggunakan teknik yang disebut “channel stuffing” — yaitu pengakuan pendapatan secara agresif dan kreatif yang dapat membuat hasil terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya. Salah satu “gejala” praktik ini adalah piutang usaha tumbuh lebih cepat dibanding pendapatan. Dalam kasus Palantir, piutang memang tumbuh lebih cepat daripada pendapatan dalam 9 dari 12 kuartal terakhir. Selama periode tersebut, piutang meningkat 20 kali lipat, sementara pendapatan hanya naik enam kali lipat, dan days sales outstanding naik dari 20 menjadi 67 hari.

Namun, selain analisis laporan keuangan, seorang analis seharusnya juga menggunakan prinsip “Occam’s razor”. Analisis Burry sejauh ini hanya menunjukkan bahwa siklus pembayaran menjadi lebih panjang—yang tentu negatif—tetapi tidak secara otomatis menandakan memburuknya kondisi perusahaan. Palantir berkembang pesat, dan kontraknya berskala besar serta kompleks. Indikasinya, perusahaan mungkin tumbuh lebih cepat daripada kemampuannya mengintegrasikan solusi ke klien baru—lebih mencerminkan tekanan pertumbuhan cepat daripada risiko keruntuhan. Struktur arus kas Palantir juga dapat lebih menyerupai kontraktor pertahanan dibanding perusahaan teknologi biasa.

Pada akhirnya, tesis Michael Burry bisa saja terbukti benar, tetapi bukti yang disajikan sejauh ini belum cukup untuk mengkonfirmasinya.

18 Februari 2026, 17.04

Palo Alto Earnings: Valuasi Jadi Lebih Murah?

18 Februari 2026, 01.58

The Fed Isyaratkan Rate Cut 2026

13 Februari 2026, 23.35

IBM Melawan Arus: Rekrut 3x Lebih Banyak Entry-Level

13 Februari 2026, 22.14

US OPEN: Pasar Cari Arah Usai Data Inflasi

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.