Beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyetujui solusi baru untuk Nvidia yang memungkinkan penjualan chip model H20 terbaru ke China dengan tambahan pajak 15%, pemerintah China melarang perusahaan pemerintah membeli dan menggunakan chip tersebut, menurut laporan Bloomberg.
Larangan ini berlaku untuk lembaga dan perusahaan pemerintah yang terlibat dalam proyek keamanan dan pertahanan. Selain itu, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China telah mengirimkan permintaan informasi kepada perusahaan teknologi termasuk Alibaba, ByteDance, dan grup Tencent. Permintaan ini menanyakan alasan pemesanan komponen asing serta mewajibkan penggunaan produk pengganti lokal.
Tindakan ini merupakan respons tidak langsung namun cukup agresif dari pemerintah China terhadap upaya meredakan perang dagang antara AS dan China, di mana chip Nvidia menjadi salah satu “senjata” utama AS. Posisi tawar AS semakin lemah karena pada saat yang sama Presiden Donald Trump memperpanjang penangguhan sebagian tarif untuk China, yang dapat dilihat pihak Beijing sebagai tanda kelemahan.
Saham Nvidia tidak menunjukkan reaksi signifikan terhadap berita ini, yang mungkin menandakan bahwa pasar memperkirakan akan ada penyelesaian damai. Harga saham Nvidia tercatat naik 0,4% sebelum pembukaan pasar.
Sumber: Xstation
TSMC Cetak Rekor, Permintaan AI Dorong Pertumbuhan
US500 Tembus 7.000, Earnings & Iran Jadi Pendorong
Economic Calendar: Data Global & Klaim Pengangguran AS
Market Wrap: US500 Cetak Rekor Kembali
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.