Futures Wall Street bergerak sedikit melemah pada Selasa ketika investor secara hati-hati mengevaluasi ketidakpastian terkait potensi kesepakatan antara AS dan Iran setelah serangan terbaru Amerika terhadap sejumlah target Iran. Di saat yang sama, pasar tetap sangat sensitif terhadap volatilitas di pasar minyak, dengan harga crude oil melonjak hampir $3 dan Brent kembali bergerak di atas $96 per barel. Investor juga memperhatikan penurunan yield obligasi pemerintah AS dan penguatan besar di sektor semikonduktor yang dipimpin oleh Micron Technology. Sementara itu, indeks cash market dibuka lebih tinggi, dengan Nasdaq 100 dan S&P 500 masing-masing naik 1% dan 0,5%, meskipun futures sempat terkoreksi tipis.
-
Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran “berjalan dengan baik”, meskipun ia memperingatkan bahwa AS dapat meningkatkan aksi militer jika pembicaraan gagal.
-
AS mengonfirmasi telah melakukan “serangan pertahanan diri” di Iran selatan, dengan target lokasi peluncuran rudal dan kapal yang diduga berupaya memasang ranjau di Selat Hormuz.
-
Yield Treasury AS turun setelah pasar kembali dibuka usai libur Memorial Day, dengan yield obligasi 10-tahun turun di bawah 4,5%.
-
Investor juga mulai mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada Juli sebesar 8,5%, naik tajam dari hanya 0,9% sebulan lalu.
-
Pasar kini menantikan data consumer sentiment AS versi Conference Board yang dijadwalkan rilis pukul 15:00 GMT.
-
Penguatan terbesar saat ini terlihat pada saham produsen semikonduktor, khususnya Micron.
US100 (D1 interval)
Sumber: xStation5

Berita Perusahaan
Sektor semikonduktor secara keseluruhan bergerak lebih tinggi, dengan Qualcomm dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing naik lebih dari 3%. Namun perhatian utama pasar tertuju pada Micron Technology. Sementara itu, sektor energi justru tertinggal dibanding kenaikan harga minyak.
Saham Micron Technology melonjak tajam pada perdagangan premarket setelah UBS menaikkan target harga perusahaan tersebut lebih dari tiga kali lipat menjadi $1.625 dari sebelumnya $535. Kenaikan ini bukan sekadar upgrade siklus biasa akibat membaiknya harga DRAM dan NAND. UBS menilai pasar memori kini memasuki fase struktural yang lebih menguntungkan berkat kontrak pasokan jangka panjang dengan pelanggan utama.
-
Menurut UBS, porsi volume DDR yang semakin besar, khususnya DDR5 untuk server, kini diamankan melalui kontrak 3-5 tahun dengan volume terjamin dan kerangka harga semi tetap.
-
Bagi Micron, hal ini dapat berarti volatilitas laba yang lebih rendah, visibilitas permintaan yang lebih baik, dan margin yang lebih stabil di salah satu segmen paling siklikal dalam industri semikonduktor.
-
Yang lebih penting, hyperscaler diperkirakan telah mengunci sekitar 60-70% volume DDR5 server industri melalui kontrak yang diperkuat tersebut.
-
Hal ini semakin memperkuat posisi Micron di segmen memori dengan nilai tertinggi, di mana permintaan didorong oleh infrastruktur AI, data center, dan kebutuhan bandwidth yang terus meningkat.
-
UBS menaikkan proyeksi EPS Micron menjadi $155 pada 2027, $167 pada 2028, dan $117 pada 2029.
-
Analis memperkirakan laba per saham tetap berada jauh di atas $100 bahkan jika terjadi penurunan moderat di siklus memori pada 2029.
-
Target harga baru UBS menyiratkan potensi kenaikan lebih dari 100% dan didasarkan pada valuasi sekitar 15x forward earnings.
-
UBS berpendapat bahwa dengan stabilitas laba yang lebih tinggi dan peran memori yang semakin strategis dalam ekosistem AI, Micron tidak lagi layak diperdagangkan dengan diskon valuasi besar dibanding pemimpin semikonduktor seperti Nvidia.
Pandangan positif ini juga diperkuat oleh Mizuho yang mempertahankan rating “Outperform” dan tetap menempatkan Micron sebagai salah satu pilihan utama di sektor semikonduktor. Menurut bank tersebut, memori DRAM dan NAND tetap menjadi teknologi fundamental untuk infrastruktur AI, dengan permintaan yang diperkirakan melampaui pasokan setidaknya hingga 2026-2027.
Micron shares (MU.US)

Sumber: xStation5
BREAKING: Nasdaq 100 Tembus Level 30.000 🚀
Nvidia Bidik Pasar CPU $200 Miliar dan Tantang Intel ⚡
Ferrari Anjlok Setelah Luncurkan EV Pertama
Johnson & Johnson Naikkan Guidance, Risiko Litigasi Membayangi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.