Sektor antariksa kembali menjadi salah satu tema terpanas di Wall Street, seiring investor semakin agresif mengambil posisi menjelang IPO SpaceX yang sangat dinantikan. Antusiasme terhadap perusahaan milik Elon Musk tersebut mendorong kenaikan luas pada saham penyedia peluncuran roket, perusahaan infrastruktur orbital, serta perusahaan komunikasi satelit. Pasar melihat potensi valuasi SpaceX — yang diperkirakan mencapai $1,75 triliun — sebagai peristiwa yang dapat mengubah standar valuasi di seluruh industri teknologi antariksa.
Uji Starship: ledakan tidak merusak sentimen
Meski mengalami sejumlah kendala teknis, uji terbang Starship terbaru secara umum dipandang positif oleh pasar. SpaceX menyelesaikan penerbangan uji ke-12 untuk sistem Starship menggunakan upper stage Starship V3 terbaru bersama booster Super Heavy V3 yang telah didesain ulang. Upper stage berhasil melepaskan simulator Starlink dan dua satelit uji sebelum melakukan manuver aerodinamis menjelang ledakan splashdown yang telah direncanakan di Samudra Hindia.
Masalah utama muncul pada sisi booster Super Heavy, ketika mesin gagal menyala kembali dengan sempurna selama simulasi proses pendaratan. Namun, pasar tidak menganggap hal ini sebagai kegagalan program, melainkan bagian lain dari proses pengumpulan data iteratif milik SpaceX. Investor semakin memahami bahwa ledakan yang terkontrol masih menjadi bagian dari filosofi pengembangan perusahaan.
Saham antariksa berkapitalisasi kecil memimpin reli
Gelombang pembelian terbaru terutama dipicu oleh prospektus IPO SpaceX, yang untuk pertama kalinya mengungkap lebih banyak detail mengenai skala bisnis perusahaan. Selain roket, SpaceX kini semakin memosisikan diri pada layanan satelit, kecerdasan buatan (AI), dan potensi infrastruktur data orbital.
SpaceX dapat menjadi “Nvidia sektor antariksa”
Dari perspektif pasar modal, SpaceX berpotensi menjadi bagi industri antariksa seperti Nvidia bagi sektor AI. Potensi valuasi sebesar $1,75 triliun menciptakan tolok ukur baru bagi sektor ini dan mendorong investor mencari “SpaceX berikutnya” di antara perusahaan publik berkapitalisasi lebih kecil.
Sektor ini masih sangat spekulatif, dengan ketergantungan besar pada arus kas jangka panjang dan belanja modal yang tinggi. Namun, IPO SpaceX dapat secara fundamental mengubah cara investor memandang industri ini — dari sekadar tema spekulasi teknologi niche menjadi kisah investasi yang lebih luas mencakup infrastruktur, pertahanan, komunikasi satelit, dan ekonomi orbital.
US Open: Micron Melonjak di Tengah Volatilitas Pasar
Nvidia Bidik Pasar CPU $200 Miliar dan Tantang Intel ⚡
Ferrari Anjlok Setelah Luncurkan EV Pertama
Johnson & Johnson Naikkan Guidance, Risiko Litigasi Membayangi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.