01.12 · 29 Mei 2026

Daily Summary: Reli AI Dorong Wall Street Kembali ke Zona Hijau

Kita kembali melewati satu hari perdagangan di mana volatilitas pasar sangat dipengaruhi oleh berita yang datang dari Timur Tengah.

Pasar Saham Global

Pada pagi hari, pasar global didominasi laporan mengenai serangan lanjutan terhadap pasukan AS dan aksi balasan dari Iran, yang mendorong kenaikan harga komoditas energi sekaligus memperburuk sentimen risiko. Akibatnya, indeks-indeks utama Eropa ditutup di zona merah.

  • Indeks CAC40 Prancis turun 0,2%.
  • DAX Jerman melemah 0,3%.
  • STOXX 600 pan-Eropa turun 0,5%.
  • FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,8%.

Penurunan tersebut terutama dipicu laporan pagi terkait berlanjutnya serangan AS terhadap Iran.

Pasar saham AS memulai sesi dengan pelemahan tipis, namun akhirnya ditutup dengan reli yang cukup kuat. Katalis utama penguatan Wall Street adalah kabar positif terkait negosiasi antara AS dan Iran yang muncul sekitar pukul 16:00 waktu setempat. Menurut laporan Axios, kedua pihak telah mencapai kesepakatan awal mengenai memorandum selama 60 hari yang kini menunggu persetujuan Presiden Donald Trump dan Ayatollah Khamenei.

  • Nasdaq Composite naik 0,8%.
  • S&P 500 menguat 0,6%.

Geopolitik

AS melanjutkan serangannya terhadap Iran dengan menembak jatuh empat drone dan menghancurkan pusat kendali darat Iran di Bandar Abbas. Komando Pusat AS (CENTCOM) kembali menyebut operasi tersebut sebagai “tindakan defensif”, dengan alasan drone-drone tersebut mengancam pasukan AS dan jalur pelayaran komersial di dekat Selat Hormuz.

Iran memilih merespons dengan meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Kuwait. Rudal tersebut berhasil dicegat oleh Kuwait dan tidak menyebabkan korban maupun kerusakan. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan akan memberikan “respons yang lebih tegas” jika terjadi agresi lebih lanjut dari AS.

Namun perkembangan terpenting terjadi setelah pukul 16:00 ketika Axios melaporkan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan awal berupa memorandum selama 60 hari yang masih membutuhkan tanda tangan Donald Trump.

Kesepakatan tersebut dikabarkan mencakup perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran akan diizinkan menjual minyak mentah secara bebas, sementara kedua pihak akan memulai negosiasi terkait pembatasan program nuklir Iran.

Dalam kesepakatan tersebut, Iran akan berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir serta memulai pembicaraan mengenai penghentian pengayaan uranium dan pengurangan stok uranium yang telah diperkaya tinggi. Trump dan para mediator juga mengindikasikan bahwa pengumuman resmi dapat dilakukan pada hari Minggu. Namun, kesepakatan tersebut masih belum final dan tetap berpotensi gagal.

Data Makroekonomi

Investor menantikan sejumlah data ekonomi penting AS yang dirilis pada pukul 14:30. Namun data tersebut tidak memberikan kejutan besar dan dengan cepat tertutupi oleh perkembangan geopolitik dari Timur Tengah. Meski demikian, terdapat setidaknya tiga kesimpulan penting dari data hari ini:

 

  • Konsumen AS mulai melemah. Pendapatan rumah tangga tumbuh sangat lambat, sehingga peningkatan konsumsi saat ini sebagian besar terjadi karena penurunan tingkat tabungan yang berlangsung cukup cepat.

  • Inflasi berpotensi menjadi tantangan. Tingkat tabungan terus turun dan mencapai 2,6% pada April. Kondisi ini dapat meningkatkan sensitivitas konsumen terhadap harga dan membatasi kemampuan produsen untuk menaikkan harga ketika biaya produksi meningkat.

  • Pasar mencari alasan untuk menolak kenaikan suku bunga. Data hari ini pada dasarnya mengonfirmasi tren yang telah terlihat dalam beberapa minggu terakhir di ekonomi AS. Meski tidak menghadirkan kejutan besar, pasar tetap mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Saat ini probabilitas kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun berada di sekitar 55%.

 

Inflasi CPI dan PCE AS (2000–2026)

Sumber: XTB Research, 28.05.2026

Berita Perusahaan

Kenaikan di pasar AS dipimpin oleh sektor teknologi. Beberapa saham dengan performa terbaik antara lain:

  • Oracle (+6,7%)
  • Palantir (+7,3%)
  • AMD (+4,8%)

Gambar 2: Heatmap Saham Berkinerja Terbaik dan Terburuk di Pasar AS (28.05.2026)

Sumber: xStation, 28.05.2026

  • Ford (F.US) melanjutkan tren positifnya dengan kenaikan saham sebesar 32,6% dalam satu bulan terakhir. Katalis utamanya adalah perubahan narasi investasi setelah Ford Energy menandatangani kontrak kerangka kerja lima tahun dengan EDF Power Solutions. Morgan Stanley menyebut kesepakatan tersebut sebagai kemenangan komersial besar pertama bagi divisi tersebut.

  • Dollar Tree (DLTR.US): Dollar Tree menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik di S&P 500 hari ini. Saham melonjak 19% setelah laporan keuangan kuartal pertama yang sangat kuat.
    • Adjusted EPS: USD 1,74 (mengalahkan konsensus lebih dari USD 0,20)
    • Pendapatan naik 7,2% YoY
    • Margin kotor meningkat 1,2 poin persentase

 

Best Buy (BBY.US):

  • Best Buy juga menjadi salah satu saham terbaik hari ini dengan kenaikan sekitar 18%.
  • Adjusted EPS: USD 1,28 (ekspektasi USD 1,22)
  • Pendapatan: USD 8,94 miliar (konsensus USD 8,83 miliar)
  • Penjualan toko yang sebanding naik 2% YoY
  • Pertumbuhan terutama didorong oleh penjualan konsol game, komputer, dan ponsel.

 

Komoditas

Emas dan Perak

  • Penurunan yield obligasi AS mendukung kenaikan logam mulia.

  • Emas naik 1,2%.

  • Perak menguat 1,7%.

Minyak Brent

  • Harga Brent turun 0,6%, tertekan oleh laporan Axios terkait potensi kesepakatan AS-Iran.

Gas Alam (NATGAS)

  • Gas alam melonjak 5,8% setelah kenaikan persediaan mingguan hanya mencapai 92 miliar kaki kubik (Bcf), lebih rendah dari ekspektasi pasar. Selain itu, proyeksi cuaca untuk beberapa minggu ke depan direvisi lebih panas.

 


 
28 Mei 2026, 14.35

Harga Emas Anjlok ke Level Terendah Sejak Maret

28 Mei 2026, 00.44

Daily Summary – Wall Street Melemah Saat Ketegangan AS-Iran Naik

27 Mei 2026, 23.13

Minyak Turun, Iran Jadi Fokus

26 Mei 2026, 13.16

Market Wrap: Minyak Rebound Saat Risiko Timur Tengah Naik

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.