-
Indeks saham AS menutup sesi perdagangan mayoritas di zona negatif di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta komentar hawkish dari Presiden Federal Reserve St. Louis. US500 turun 0,3%, US100 melemah 0,25%, dan US30 turun 0,65%. Sektor keuangan serta perusahaan software dan layanan TI menjadi yang paling tertekan. Satu-satunya indeks yang mencatat kenaikan adalah indeks saham berkapitalisasi kecil US2000 yang naik 0,4%, didukung oleh data inflasi inti yang lebih rendah dari perkiraan.
-
USA Today melaporkan, mengutip seorang pejabat Gedung Putih, bahwa “operasi di Greenland dapat terjadi dalam hitungan minggu atau bulan”. Menurut laporan tersebut, proposal utama Trump adalah pembelian pulau kaya mineral tersebut, meskipun solusi diplomatik lain juga disebut masih dipertimbangkan.
-
Dalam unggahan di media sosial, Trump mendorong warga Iran untuk terus melakukan protes dan menambahkan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan”. Presiden AS juga menyarankan agar sekutu Amerika Serikat meninggalkan Iran. Menurut laporan Axios, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dilaporkan telah bertemu dengan putra mantan Shah Iran yang hidup di pengasingan, Pangeran Reza Pahlavi.
-
Saham JPMorgan Chase turun 3,6% setelah merilis laporan keuangan kuartal IV 2025. Bank tersebut melaporkan penurunan laba kuartalan menjadi USD 13 miliar, turun 7% secara tahunan, atau USD 4,63 per saham, akibat pembentukan cadangan sebesar USD 2,2 miliar terkait akuisisi Apple Card. Tanpa beban tersebut, laba justru akan meningkat dari USD 14 miliar menjadi USD 14,7 miliar, atau USD 5,23 per saham, terutama didorong oleh kinerja sektor trading. Namun, hasil investment banking tercatat di bawah ekspektasi pasar.
-
Data inflasi CPI AS untuk Desember sebagian besar sejalan dengan perkiraan pasar. Inflasi CPI bulanan tercatat sebesar 0,3%, sementara inflasi inti bulanan lebih rendah dari perkiraan di level 0,2%, mengindikasikan perlambatan ringan tekanan harga. Secara tahunan, inflasi CPI bertahan di 2,7%, sedangkan inflasi inti turun dari 2,7% menjadi 2,6%.
-
Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem mendukung jeda dalam pemangkasan suku bunga dan menilai tingkat suku bunga saat ini sudah berada di level netral. Bankir sentral tersebut menyoroti persistensi inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, kekuatan pasar tenaga kerja, serta potensi akselerasi ekonomi AS pada 2026.
-
Kontrak berjangka indeks Eropa mayoritas diperdagangkan di zona merah. Indeks ITA40 mencatat penurunan terbesar sebesar 0,6%, sementara saham Spanyol relatif tahan terhadap sentimen negatif dengan SPA35 naik 0,3%. DE40 dan FRA40 masing-masing turun sekitar 0,2%.
-
Dolar AS mendominasi sesi perdagangan valuta asing. Indeks USDIDX naik 0,2%, didukung oleh ketidakpastian geopolitik dan komentar hawkish dari Musalem. Mata uang G10 terlemah adalah yen Jepang, tertekan oleh laporan bahwa Perdana Menteri Jepang mempertimbangkan pembubaran parlemen. USDJPY naik 0,6%, sementara EURUSD turun 0,15% ke level 1,165.
-
Logam mulia melanjutkan penguatan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Perak memimpin kenaikan dengan lonjakan hingga 2,1% ke USD 87,50, sementara emas bergerak relatif stabil di sekitar USD 4.600.
-
Minyak mentah Brent dan WTI melanjutkan pemulihan dengan kenaikan masing-masing 2,1% dan 2,4%. Kontrak gas alam juga diperdagangkan menguat dengan kenaikan 1,35%.
-
Optimisme luas terlihat di pasar kripto. Bitcoin naik 2,7% ke USD 93.680, sementara Ethereum melonjak 3,6% ke level USD 3.207.
Dailu summary: Sell-off di Wall street 📉 Bitcoin dan Ethereum lanjut anjlok
Morning wrap: RBA Naikkan Suku Bunga (03.02.2026)
Daily Summary: Logam Mulia Tertekan, Pemerintah AS Kembali Shutdown 🔒
US Open: Amerika Menguat, Logam Mulia Tertekan!