Investor sangat menantikan pertemuan Federal Reserve (The Fed) hari ini. Namun, pertemuan tersebut tidak menghadirkan banyak kejutan besar, terutama terkait keputusan suku bunga yang tetap dipertahankan pada kisaran 3,75–4,00%. Salah satu aspek paling menarik dari keputusan FOMC kali ini justru adalah hasil voting 10–2, khususnya perbedaan suara dari Lisa Cook, yang sebelumnya sempat "diberhentikan" oleh Donald Trump pada tahun lalu. Pada Juni tahun ini, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Cook dapat tetap mempertahankan jabatannya.
Kebijakan Moneter
Ketua The Fed Kevin Warsh menghindari pernyataan tegas mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember. Namun, ia menyampaikan bahwa "terdapat konsensus luas bahwa kebijakan moneter yang diterapkan mulai menunjukkan dampaknya", yang tampaknya ditafsirkan pasar sebagai sinyal dovish. Warsh juga menyebutkan bahwa mayoritas anggota FOMC "tidak meyakini perekonomian sedang mengalami pertumbuhan yang terlalu panas (overheating)".
Selain itu, Warsh mengumumkan bahwa mulai tahun depan, The Fed akan mengurangi jumlah pertemuan kebijakan menjadi tujuh kali per tahun. Satu pertemuan tahunan akan dikhususkan untuk pembahasan strategi yang lebih luas tanpa pemungutan suara terkait kebijakan moneter. Pada 2028, bahkan dijadwalkan terdapat dua pertemuan nonkebijakan.
Keputusan hari ini belum mengakhiri perdebatan mengenai arah suku bunga pada pertemuan Desember. Pasar masih cenderung memperkirakan kenaikan suku bunga, meskipun dengan tingkat keyakinan yang sedikit lebih rendah dibandingkan sebelum tengah hari. Probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember kini berada di 85%, turun dari sebelumnya 95%. Penurunan moderat juga terlihat pada ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan moneter dalam beberapa bulan berikutnya. Tiga kenaikan suku bunga tambahan masih menjadi skenario dasar, meskipun belum sepenuhnya tercermin dalam harga pasar.
Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang berbobot perdagangan sebesar 0,2% dan terhadap euro sebesar 0,3%. Yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 2 tahun juga turun beberapa basis poin menjadi sekitar 4,72%. Meski demikian, pasangan mata uang EURUSD masih berada jauh di bawah level penutupan pekan lalu.
Gambar 1: Pergerakan Mata Uang Utama terhadap Dolar AS (26.10.2026–28.10.2026)
Sumber: XTB Research, 28.10.2026
Pasar Saham
Indeks S&P 500 menguat sekitar 0,3%, sementara Nasdaq 100 naik hampir 0,5%. Investor masih menantikan laporan keuangan kuartalan Alphabet dan Microsoft, yang kemungkinan sudah tersedia pada saat artikel ini dipublikasikan.
Gambar 2: Saham dengan Kenaikan dan Penurunan Terbesar di Nasdaq 100 (28.10.2026)
Sumber: XTB Research, 28.10.2026
Oracle menjadi saham dengan kenaikan terbesar hari ini, melonjak 11%. Perusahaan memberikan alasan kuat bagi investor untuk mempertahankan optimisme terhadap kelanjutan pasar bullish di sektor kecerdasan buatan (AI). Dalam acara Investor Day, Oracle memproyeksikan pendapatan tahunan melampaui US$225 miliar pada tahun fiskal 2030, serta menargetkan arus kas bebas (free cash flow atau FCF) positif pada paruh kedua tahun fiskal 2028.
Gambar 3: Dashboard Kinerja Oracle (2021–2026)
Sumber: XTB Research, 28.10.2026
SK Hynix juga mencatat kinerja yang sangat kuat dengan kenaikan saham sebesar 13%. Pemasok utama chip memori untuk Nvidia tersebut melaporkan lonjakan laba lebih dari tujuh kali lipat, didorong oleh meningkatnya permintaan memori untuk infrastruktur AI. Perusahaan juga mengumumkan rencana untuk mengembalikan sekitar US$75 miliar kepada pemegang saham pada tahun ini.
Logam Mulia
Harga emas menguat setelah pertemuan FOMC, mencapai US$4.070 per troy ounce. Logam mulia mendapatkan dukungan antara lain dari pelemahan moderat dolar AS dan sedikit penurunan yield Treasury tenor 2 tahun, meskipun yield obligasi pada tenor yang lebih panjang justru meningkat.
Gambar 4: Pergerakan Harga Emas (2026)
Sumber: XTB Research, 28.10.2026
FOMC: Fed Tahan Bunga, Dolar AS Melemah
Azure Melonjak 48%, Saham Microsoft Naik!
FOMC Malam Ini: The Fed Siap Bikin Kejutan?
Microsoft vs Google: Saham AI Terancam?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.