-
Pasar saham AS tidak melakukan perdagangan hari ini karena hari libur nasional. Namun, pergerakan modal tetap dapat dipantau melalui pasar futures, dan dinamika pasar menunjukkan banyak hal yang patut diperhatikan. Donald Trump kembali meningkatkan retorikanya terhadap Eropa dan Greenland, dengan mengancam penerapan tarif sebesar 10% terhadap produk dari negara-negara Eropa yang memutuskan untuk mengirim pasukan ke wilayah tersebut.
-
Tekanan terbesar terlihat pada indeks US100, dengan kontrak futures turun lebih dari 1%. US500 dan US2000 masing-masing melemah sekitar 1%, sementara US30 menunjukkan ketahanan relatif lebih baik dengan penurunan terbatas di sekitar 0,8%. Namun, reaksi pasar terhadap pernyataan Presiden AS ini belum sepenuhnya berakhir. Tenggat waktu terkait rencana pemangkasan suku bunga kartu kredit yang diinginkan Donald Trump semakin mendekat. Operator keuangan dan perbankan menolak untuk mengikuti kebijakan tersebut, yang menyebabkan tekanan pada saham bank komersial serta institusi keuangan lain yang bergerak di sektor pinjaman dan pembayaran.
-
Di Eropa, sesi perdagangan ditutup dengan penurunan signifikan, seiring pasar mulai memperhitungkan potensi skenario konfrontasi ekonomi antara Eropa dan Amerika Serikat. Tekanan terbesar terjadi pada sektor otomotif, sementara beberapa saham teknologi Eropa juga ikut melemah. Sebaliknya, saham-saham perusahaan pertahanan justru mencatatkan penguatan. Indeks CAC40 mencatat penurunan paling tajam, dengan kontrak melemah hingga 1,9%. Indeks AEX Belanda juga tampil lemah. Sementara itu, kontrak DAX dan FTSE MIB membatasi penurunan di bawah 1,5%. Spanyol dan Polandia relatif lebih stabil, dengan kontrak indeks utama masing-masing hanya turun sekitar 0,4% dan 0,2%.
-
Pasar saham Prancis tidak hanya tertekan oleh faktor eksternal, tetapi juga oleh dinamika domestik. Pemerintah menggunakan mekanisme “darurat” dalam konstitusi untuk menyetujui anggaran sementara, yang berdampak negatif pada sentimen investor.
-
Euro bereaksi kuat terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik, menguat lebih dari 0,5% terhadap dolar AS. Penguatan juga terlihat pada franc Swiss dan pound sterling.
-
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa turut mendorong kelanjutan reli di pasar logam mulia. Harga perak melonjak lebih dari 5% dan kembali ke level USD 94, sementara emas naik sekitar 2% dan mendekati USD 4.700 per ons.
-
Harga minyak relatif stabil, dengan WTI bertahan di sekitar USD 59 per barel. Sebaliknya, lonjakan tajam terjadi pada kontrak gas alam AS (NATGAS), di mana harga melonjak hingga 16%, dan di beberapa titik bahkan mencapai kenaikan sekitar 20%. Kenaikan ini mencerminkan kombinasi dari penurunan produksi, persediaan yang rendah, serta gelombang cuaca dingin mendadak yang secara cepat dan fundamental mengubah kondisi pasar.
-
Ketidakpastian dan volatilitas memberikan tekanan ganda pada pasar kripto, di mana aksi jual meluas terlihat jelas. Bitcoin turun lebih dari 2,5% dan tertahan di sekitar USD 92.800. Ethereum mengalami tekanan lebih besar, melemah lebih dari 4% dan turun ke level sekitar USD 3.200.
Daily summary: Wall Street Ditopang Bank dan Teknologi, Industri AS Tetap Solid
US OPEN: Laporan Bank & Manajer Dana Dukung Valuasi Pasar
Perusahaan Pertahanan di Tahun 2026 – Siapa yang Diuntungkan dan Dirugikan?
US OPEN: Investor Bersikap Hati-Hati di Tengah Ketidakpastian