📊 Indeks dan Perusahaan
Futures indeks AS menuju penutupan sesi dengan kenaikan tipis. Optimisme yang masih hati-hati didorong oleh penurunan harga minyak (OIL: -3,75%) dan yield obligasi, dengan yield US Treasury 10 tahun dan 30 tahun masing-masing turun sekitar 6 basis poin.
Nasdaq mencatat kenaikan terbesar (US100: +0,3%) berkat rebound sektor semikonduktor, dengan Nvidia naik 1,9% dan AMD menguat 4,3%, serta saham memori seperti SK Hynix (+1,9%) dan Micron (+1,5%). Futures S&P 500 (US500) dan DJIA (US30) mencatat kenaikan yang lebih terbatas sekitar 0,1%.
Nvidia mengakhiri rangkaian tujuh sesi penurunan menjelang publikasi laporan keuangan besok.
SpaceX berencana membangun fasilitas peluncuran baru untuk roket Starship di pesisir selatan Louisiana. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sekitar US$100 miliar.
🌍 Ekonomi dan Geopolitik
Penjualan rumah baru di AS turun lebih besar dari perkiraan pada Juli menjadi 607 ribu unit, dibanding konsensus 610 ribu dan angka sebelumnya 678 ribu.
Kanada mengumumkan serangkaian tarif balasan terhadap AS dengan kisaran 15% hingga 50% atas barang senilai total US$20 miliar. Produk yang menjadi sasaran mencakup baja, aluminium, produk susu, dan sejumlah barang konsumsi.
Pakistan dikabarkan sedang mempersiapkan proposal kesepakatan damai baru untuk AS. Sejumlah sumber juga melaporkan kemungkinan kembalinya diplomat AS ke Timur Tengah.
💱 Komoditas
Minyak Brent turun 3,7% ke US$87 per barel, menjadi penurunan pertama di bawah US$90 dalam satu pekan. Pelemahan terjadi setelah Washington mengubah strateginya terhadap Iran dengan lebih menekankan sanksi ekonomi. Pendekatan yang lebih lunak terhadap konflik menurunkan risiko eskalasi militer lebih lanjut dan membantu mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan rantai pasok.
Kanada Balas Tarif AS
US Open: Nasdaq Rebound, Saham AI Menguat Jelang Nvidia
Iran Tak Lagi Bikin Minyak Panik
Market Wrap: Saham Chip Turun Jelang Laporan Nvidia
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.