Emas rebound lebih dari 1,3% setelah sebelumnya tertekan oleh keputusan The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.
Secara umum, suku bunga yang lebih tinggi merupakan faktor negatif bagi emas karena logam mulia tidak menghasilkan yield. Namun, keputusan The Fed kali ini sudah cukup banyak diperhitungkan oleh pasar, sehingga tekanan terhadap emas relatif terbatas.
- Arah harga emas selanjutnya akan sangat bergantung pada seberapa banyak kenaikan suku bunga tambahan yang mulai diperhitungkan pasar.
- Donald Trump secara terbuka mengomentari keputusan tersebut dan mengatakan bahwa suku bunga AS seharusnya turun ke 1%, serta The Fed seharusnya segera memangkasnya.
- Base-case scenario saat ini memperkirakan satu kenaikan suku bunga tambahan tahun ini, kemungkinan pada Desember, sebelum The Fed memasuki periode pause yang lebih panjang.
- Namun, penurunan harga minyak dapat menjadi faktor yang lebih penting. Jika crude oil terus melemah, pasar berpotensi dengan cepat mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga berikutnya.
Daily Summary - The Fed Naikkan Bunga, Wall Street Tertekan
Warsh Tegaskan Inflasi Jadi Prioritas The Fed
Emas Bertahan Jelang Keputusan The Fed
Brent Koreksi, Aramco Redam Risiko Pasokan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.