-
Setelah pembukaan yang cenderung mixed, Wall Street kembali mengalami koreksi tajam yang dipimpin oleh sektor teknologi. Kontrak berjangka seluruh indeks utama AS bergerak di zona merah, dengan Nasdaq (US100: -2.3%) dan Russell 2000 (US2000: -1.9%) mencatatkan penurunan terdalam. S&P 500 (US500: -1%) mengalami pelemahan yang lebih terbatas, sementara Dow Jones yang didominasi saham value (US30: -0.1%) menjadi indeks yang paling bertahan.
-
Aksi jual di sektor teknologi dipicu oleh kekecewaan pasar terhadap proyeksi pendapatan AMD (-16%) untuk kuartal pertama 2026. Meskipun laporan Q4 tergolong kuat, outlook Q1 dinilai tidak mampu memenuhi ekspektasi pasar yang sangat tinggi. AMD mencatatkan pendapatan Q4 sebesar $10.27 miliar, di atas konsensus, namun memproyeksikan pendapatan sekitar $9.8 miliar untuk Q1—secara teknis masih di atas estimasi analis, tetapi dianggap kurang impresif untuk narasi pertumbuhan berbasis AI.
-
Saham Alphabet dan Amazon juga melemah menjelang rilis laporan keuangan mereka hari ini, masing-masing turun 2.7% dan 2.6%.
-
Data ketenagakerjaan versi ADP menunjukkan pertambahan tenaga kerja AS hanya sebesar 22 ribu pada Januari, jauh di bawah ekspektasi 45 ribu, dengan data Desember direvisi turun menjadi 37 ribu. Kenaikan lapangan kerja terutama berasal dari sektor pendidikan dan kesehatan; tanpa dua sektor tersebut, laporan ini berpotensi mencatatkan angka negatif.
-
Donald Trump melakukan percakapan panjang dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang membahas isu perdagangan, Ukraina, serta ketegangan di Iran dan Taiwan. Trump mengonfirmasi rencana kunjungannya ke Beijing pada April serta pembelian kedelai AS oleh Tiongkok. Percakapan ini berlangsung setelah Xi berdialog dengan Vladimir Putin, menyoroti koordinasi geopolitik yang semakin intens dan rapuhnya gencatan senjata dagang global.
-
Bursa Eropa secara umum masih bertahan positif. Indeks Swiss (SUI20: +0.95%), Inggris (UK100: +0.9%), Prancis (FRA40: +0.85%), Polandia (W20: +0.7%), dan Spanyol (SPA35: +0.6%) ditutup menguat. Sebaliknya, Jerman (DE40: -0.7%) dan Belanda (NED25: -0.6%) tertinggal.
-
Dolar AS menguat terhadap mata uang utama G10 dan emerging markets (USDIDX: +0.3%). Mata uang Antipodean mengalami tekanan paling besar, dengan AUDUSD turun 0.5% dan NZDUSD melemah 0.8%. EURUSD turun 0.1% ke level 1.18.
-
Harga emas terkoreksi 0.5% ke $4,920 per ons, sementara perak justru naik 0.5% ke $86. Harga minyak Brent dan WTI melanjutkan kenaikan sekitar 1.5%, sedangkan gas alam (NATGAS) menguat 2% untuk hari kedua berturut-turut.
-
Tekanan jual di pasar kripto semakin intens. Bitcoin turun 2.3% ke sekitar $74,000, sementara Ethereum melemah 3.2% ke level $2,164.
Morning wrap (05.02.2026)
Saham Teknologi Tertekan❗️US100 Terkoreksi 2% 📉
Kalender Ekonomi: Laporan Keuangan Alphabet Jadi Sorotan 💡
Morning Wrap (04.02.2026)