Baca selengkapnya
22.36 · 18 Maret 2026

Sell-off Wall Street Meningkat 🚩

-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis

Wall Street diperdagangkan lebih rendah menjelang keputusan The Fed, dengan sentimen tertekan oleh data inflasi produsen yang lebih tinggi dari ekspektasi serta meningkatnya ketidakpastian mengenai bagaimana bank sentral akan merespons lingkungan inflasi yang semakin menantang.

Dow Jones turun 351 poin atau 0,8%, sementara S&P 500 melemah 0,5% dan Nasdaq Composite turun 0,5%. Pergerakan ini mencerminkan pasar yang jelas mengurangi eksposur risiko hanya beberapa jam sebelum pengumuman The Fed.

Kejutan makro utama datang dari inflasi produsen AS. PPI naik 0,7% secara bulanan pada Februari, jauh di atas konsensus 0,3%, menunjukkan bahwa tekanan inflasi sudah meningkat bahkan sebelum pecahnya konflik Iran. Dengan kata lain, The Fed tidak memasuki rapat ini dengan inflasi yang sepenuhnya terkendali.

Tarif dan minyak

Menurut CrossCheck Management, kenaikan PPI sebagian besar didorong oleh tarif, yang meningkatkan biaya logam, input industri, dan biaya manufaktur secara luas. Dalam pandangan ini, tekanan inflasi bukan sekadar sementara, melainkan masalah struktural yang dapat terus menekan kebijakan moneter hingga kuartal ketiga. Situasi ini semakin kompleks akibat faktor energi.

Sejak pecahnya perang Iran, harga minyak melonjak, dan kenaikan ini belum sepenuhnya tercermin dalam laporan inflasi terbaru. Pasar semakin khawatir bahwa biaya energi yang lebih tinggi akan mulai diteruskan ke harga konsumen dalam beberapa bulan mendatang.

Kekhawatiran ini terlihat jelas di pasar komoditas. WTI crude naik lebih dari 2%, mendekati $99 per barel, sementara Brent naik lebih dari 5% ke sekitar $109 per barel. Reli terbaru ini terjadi setelah laporan bahwa Israel menyerang fasilitas pemrosesan gas terbesar Iran di Provinsi Bushehr.

Pada saat yang sama, Iran mengancam akan menyerang infrastruktur minyak di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar, setelah gelombang serangan baru terhadap fasilitas energi di UEA. Dari perspektif pasar, risiko kini tidak lagi sebatas headline. Investor semakin fokus pada potensi gangguan aliran minyak dan bahan bakar, khususnya melalui Selat Hormuz.

Fed dan Trump

Harga minyak sebelumnya juga telah naik setelah Donald Trump menyatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa AS tidak membutuhkan dukungan sekutu NATO di Timur Tengah. Sebelumnya, ia juga mengisyaratkan kemungkinan pembentukan koalisi untuk melindungi jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, meskipun beberapa negara dilaporkan enggan berpartisipasi.

Dalam konteks ini, pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%. Namun, fokus utama bukan pada keputusan itu sendiri, melainkan pada nada pernyataan dan apakah Jerome Powell akan memberi sinyal bahwa kenaikan harga minyak dapat secara material mengubah prospek kebijakan moneter.

Di sinilah risiko utama hari ini berada. Pasar tidak mengharapkan perubahan suku bunga, tetapi mencari kejelasan tentang bagaimana The Fed akan membingkai kombinasi baru antara inflasi yang persisten, ketegangan geopolitik, dan meningkatnya risiko perlambatan pertumbuhan.

Investor tetap berhati-hati

Menurut Ameriprise Financial, investor tetap berhati-hati baik menjelang keputusan The Fed maupun di tengah harga minyak yang tinggi. Isu utama adalah bagaimana pembuat kebijakan akan memasukkan konflik Iran ke dalam penilaian mereka terhadap risiko inflasi dan prospek pertumbuhan secara keseluruhan.

Di sisi lain, saham masih mendapat dukungan dari fundamental laba yang relatif solid. Saglimbene juga mencatat bahwa fundamental tetap konstruktif untuk saham AS, meskipun investor menghadapi ketidakpastian geopolitik yang tinggi dan kekhawatiran terkait disrupsi berbasis AI.

Di luar The Fed, perhatian pasar juga tertuju pada Micron Technology yang akan merilis laporan laba setelah penutupan pasar. Saham ini telah naik hampir 62% tahun ini, didorong oleh permintaan kuat untuk memori bandwidth tinggi, menjadikannya salah satu rilis terpenting hari ini.

Pergerakan pasar terbaru terus memperkuat narasi ini. Harga minyak melanjutkan kenaikan setelah ancaman Iran terhadap infrastruktur energi di Arab Saudi, UEA, dan Qatar, serta serangan Israel terhadap fasilitas gas terbesar Iran. Untuk saat ini, kondisi ini menjaga kekhawatiran inflasi tetap tinggi dan membuat pasar memasuki keputusan The Fed dengan sikap yang jelas lebih defensif.

 

Sumber: xStation5

18 Maret 2026, 23.22

Micron Q2 2026 Preview: Supercycle memori semakin kuat?

18 Maret 2026, 23.07

US Open: Ketegangan Perang & Inflasi Tekan Wall Street

18 Maret 2026, 19.35

BREAKING: PPI AS Jauh di atas ekspektasi

18 Maret 2026, 18.00

Pratinjau Fed: Pasar kembali temukan kepercayaan menjelang rapat FOMC

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.