-
Pada awal sesi perdagangan AS, pasar masih belum memiliki arah yang jelas. Namun seiring berjalannya hari, sentimen berbalik positif dan pasar memilih untuk bergerak naik. Seluruh indeks utama AS ditutup di zona hijau. Penguatan terbesar dipimpin oleh Nasdaq 100 yang kontraknya naik lebih dari 0,7%. Russell juga mencatat kinerja solid. Sementara itu, S&P 500 dan Dow Jones tetap menguat dengan kenaikan yang lebih terbatas, sekitar 0,4%.
-
Investor disuguhi banyak informasi dari perekonomian AS hari ini, seiring rilis sejumlah data makroekonomi penting. Perekonomian menambah 50.000 lapangan kerja, lebih rendah dari ekspektasi pasar dan pembacaan sebelumnya. Di sisi lain, tingkat pengangguran turun dari 4,5% menjadi 4,4%.
-
Pasar sebelumnya menantikan putusan Mahkamah Agung terkait kebijakan tarif Donald Trump, namun keputusan tersebut ditunda. Faktor ini tetap menjadi sumber ketidakpastian bagi investor.
-
Indeks sentimen konsumen University of Michigan serta ekspektasi inflasi memberikan gambaran ekonomi yang relatif kuat. Seluruh indikator sentimen konsumen melampaui ekspektasi pasar, meskipun dibarengi dengan kenaikan ekspektasi inflasi.
-
Saham Intel melonjak sekitar 10%, didorong oleh komentar positif dari Donald Trump mengenai perusahaan tersebut dan CEO-nya.
-
Meta akan memasok daya untuk pusat data miliknya menggunakan reaktor nuklir dari Oklo dan Vistra. Kedua saham perusahaan energi tersebut naik hampir 10%.
-
General Motors mencatat kerugian sebesar USD 6 miliar akibat perubahan kebijakan kendaraan listrik di AS. Saham perusahaan ini turun sekitar 3% pada sesi perdagangan hari ini.
-
Investor Eropa juga menikmati sesi perdagangan yang positif. Mayoritas bursa saham di Eropa ditutup menguat. Indeks AEX Belanda memimpin dengan kenaikan hampir 2%. Indeks DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan WIG20 Polandia juga mencatat penguatan lebih dari 1%.
-
Perekonomian Spanyol menunjukkan kondisi yang sangat kuat, dengan produksi industri pada November melonjak hingga 4,5%. Di Jerman, setelah disesuaikan secara musiman, produksi industri meningkat sebesar 0,8%.
-
ASML mendapatkan kepercayaan dari analis HSBC. Produsen mesin litografi ini naik lebih dari 3% setelah bank investasi tersebut menaikkan target harga sahamnya.
-
Yen Jepang mengalami hari yang buruk, melemah 0,6% terhadap dolar AS dan menyentuh level terendah sejak 2024. Investor disarankan mencermati komunikasi dari Bank of Japan. Di tengah rilis data ekonomi global, dolar AS juga menunjukkan penguatan ringan namun merata.
-
Harga kakao mengalami kejatuhan tajam, dengan kontrak komoditas pertanian ini anjlok hingga 11%. Curah hujan melimpah di Afrika Barat mendorong ekspektasi panen yang berpotensi memecahkan rekor.
-
Harga minyak mulai memulihkan sebagian kerugiannya. Pasar semakin skeptis terhadap prospek peningkatan produksi di Venezuela di tengah keterlibatan AS. Protes di Iran serta eskalasi konflik di Yaman turut memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan.
-
Prakiraan cuaca di AS menunjukkan kenaikan suhu yang signifikan, mendorong kontrak gas alam turun lebih dari 6%.
-
Logam industri mencatat kenaikan signifikan, dipimpin oleh seng yang melonjak hingga 4%. Tembaga dan aluminium menyusul dengan kenaikan sekitar 2%.
-
Volatilitas relatif rendah terlihat di pasar logam mulia, dengan pengecualian perak yang mencoba memulihkan sebagian kerugian sebelumnya dan naik lebih dari 3%.
-
Sentimen di pasar kripto bercampur. Bitcoin turun 0,4% namun tetap bertahan di atas level USD 90.000. Ethereum melemah lebih dari 0,7% dan bergerak di sekitar USD 3.090.
Morning Wrap (12.02.2026)
Daily Summary: NFP Kuat Tunda Rate Cut The Fed
US Open: Payrolls Kuat, Rate Cut Tertunda?
Morning Wrap: Wall Street Tunggu NFP