-
Volatilitas di Wall Street tetap terbatas saat investor menahan napas menjelang keputusan FOMC besok terkait suku bunga AS. Dow Jones kembali menjadi indeks terlemah (US30: -0,2%), sementara S&P 500 (US500) dan Nasdaq (US100) bergerak mendatar. Russell 2000 (US2000: +0,5%) menghabiskan sesi di zona hijau.
-
Kevin Hassett, kandidat utama pengganti Jerome Powell, menyatakan bahwa Menteri Keuangan Scott Bessent berada di posisi teratas untuk menjadi ketua berikutnya, “meskipun Bessent tidak menginginkan peran tersebut.”
-
Lowongan kerja dalam laporan JOLTS naik tak terduga pada Oktober ke level tertinggi lima bulan (7,65 juta; proyeksi 7,12 juta; sebelumnya 7,23 juta). Namun, perekrutan melambat, PHK meningkat, dan tingkat quits turun ke level terendah dalam lima tahun, menggambarkan pasar tenaga kerja yang membeku.
-
Sentimen di Eropa hari ini beragam. Indeks CAC40 Prancis memimpin penurunan (FRA40: -1%), diikuti tekanan ringan pada FTSE 100 Inggris (UK100: -0,2%). Kenaikan dicatatkan di Italia (ITA40: +0,1%), Spanyol (SPA35: +0,1%), Jerman (DE40: +0,5%), dan Polandia (W20: +2,1%).
-
RBA mempertahankan suku bunga Australia di level 3,60%, sesuai ekspektasi. Gubernur bank sentral mengindikasikan kemungkinan kembali menaikkan suku bunga, yang mendukung penguatan AUD lebih lanjut.
-
Yen Jepang tetap menjadi mata uang G10 terlemah, memperpanjang pelemahan setelah kontraksi GDP kuartal ketiga yang lebih buruk dari perkiraan (-0,6% vs -0,4% proyeksi). Indeks dolar AS bertambah 0,2% jelang keputusan FOMC, diperdagangkan di level tertinggi dalam sepekan. EURUSD turun 0,14% ke 1,162.
-
Perak memimpin kenaikan logam mulia hari ini, meningkat sekitar 3,9% dan mencetak rekor baru di atas 60 USD. Emas juga menguat berkat ekspektasi kebijakan dovish The Fed untuk 2026 (+0,4% ke 4.205 USD).
-
Pada komoditas energi, penurunan berlanjut: minyak Brent dan WTI turun sekitar 1%, sementara NATGAS jatuh 4,8% lagi.
Daily Summary: Terobosan geopolitik memicu euforia pasar 🚀
US OPEN: US Futures Melonjak, Minyak Anjlok Usai Hormuz Dibuka
Oil Turun Tajam, Hormuz Dibuka Saat Gencatan
Oil Anjlok 11%, Hormuz Dibuka Kembali
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.