📈 Pasar Saham dan Gambaran Umum Pasar
- Wall Street Rebound. Futures saham Amerika Serikat mencatatkan rebound kuat, didorong laporan keuangan luar biasa dari Microsoft dan Lam Research serta sikap Federal Reserve yang dinilai tidak sehawkish perkiraan sebelumnya. Futures S&P 500 atau US500 naik 1,6%, sementara futures Dow Jones atau US30 bertambah 1,1%. Perhatian investor berikutnya beralih ke laporan keuangan Amazon, Apple, dan Chevron setelah pasar ditutup.
- Saham Teknologi dan AI Melonjak Futures Nasdaq 100 atau US100 melonjak 3,4% setelah terjadi rotasi modal besar-besaran keluar dari saham value dan defensif menuju sektor teknologi dan semikonduktor. Sektor teknologi secara keseluruhan menguat sekitar 5,5%. Modal terlihat keluar dari sejumlah saham seperti Apple, Walmart, Chevron, dan PepsiCo untuk masuk ke saham teknologi dan chip. Reli saham AI kembali hidup setelah Microsoft melonjak sekitar 17%, didorong pertumbuhan Azure sebesar 43%. Lam Research juga menguat setelah pendapatannya naik 30% secara tahunan. Kinerja kedua perusahaan tersebut turut mengangkat saham SaaS dan produsen chip yang lebih luas.
📊 Sorotan Makroekonomi
- GDP Amerika Serikat. Pertumbuhan GDP Amerika Serikat pada kuartal II 2026 melambat menjadi 1,5% secara tahunan setelah disetahunkan. Angka tersebut berada di bawah perkiraan dan capaian sebelumnya sebesar 2,1%. Perlambatan dipengaruhi oleh penurunan ekspor, belanja pemerintah, dan investasi bisnis yang lebih lemah di tengah ketidakpastian akibat perang. Data tersebut menunjukkan bahwa ekonomi AS masih tumbuh, tetapi kehilangan sebagian momentumnya.
- Data PCE Amerika Serikat. Konsumsi pribadi tumbuh 0,3%, sedikit lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 0,4%. Core PCE bulanan, yang menjadi salah satu indikator inflasi utama pilihan The Fed, naik 0,1%. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan 0,2%. Secara tahunan, Core PCE tercatat sebesar 3,3%, sesuai dengan konsensus pasar. Data ini memberikan sinyal bahwa tekanan harga jangka pendek mulai lebih ringan, meskipun inflasi tahunan masih berada di atas target The Fed.
🛢️ Komoditas dan Logam Mulia
- Harga minyak mentah mengalami koreksi setelah kenaikan sebelumnya. Futures Brent turun 1,1% menjadi US$87,20 per barel. WTI melemah 0,5% ke sekitar US$84,30 per barel.
- Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar energi masih sangat sensitif terhadap kondisi pasokan regional dan perkembangan geopolitik.
- Harga emas dan perak kembali menguat seiring pelemahan dolar AS dan turunnya ekspektasi suku bunga. Emas naik 1,0% menjadi sekitar US$4.105 per ons. Perak menguat 2,05% ke sekitar US$58,84 per ons.
- Kombinasi dolar yang lebih lemah dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar meningkatkan daya tarik logam mulia bagi investor.
iPhone Kuat, Kenapa Saham Apple Turun?
AWS Melaju, CapEx AI Amazon Mulai Terbayar
Microsoft Hidupkan Lagi Reli Saham AI
US OPEN: Microsoft Angkat Nasdaq, Meta Malah Tersungkur
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.