Futures Nasdaq 100 atau US100 melonjak 3,1%, didorong rotasi modal besar-besaran keluar dari sektor value dan defensif menuju teknologi, semikonduktor, serta kecerdasan buatan.
Apa yang Mendorong Rebound?
Lonjakan Sektor Teknologi
- Sektor teknologi secara keseluruhan naik sekitar 4,8% di dalam Nasdaq.
- Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa rebound tidak hanya berasal dari satu atau dua saham terbesar, tetapi terjadi lebih luas di berbagai subsektor teknologi.
Rotasi Modal yang Dalam
- Rotasi juga terlihat jelas di antara saham mega-cap dan nama-nama value tradisional.
- Modal keluar dari Apple, Alphabet, Walmart, PepsiCo, Pfizer, Chevron, dan Honeywell untuk membiayai pembelian saham teknologi.
- Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor sedang mengurangi eksposur terhadap sektor defensif dan value demi mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi di saham AI, cloud, software, dan semikonduktor.
Momentum SaaS
- Saham Software-as-a-Service atau SaaS memperoleh momentum kuat.
- Sentimen sektor didukung oleh kinerja cloud yang menonjol dari berbagai hyperscaler besar.
- Pertumbuhan layanan cloud memperkuat pandangan bahwa belanja perusahaan untuk software, kapasitas komputasi, dan kecerdasan buatan masih bertahan kuat.
Sumber: XTB Research
Earnings Menghidupkan Kembali Perdagangan Saham AI
Setelah beberapa pekan mengalami momentum yang lemah, terutama pada saham semikonduktor, dua laporan keuangan besar membantu menghidupkan kembali reli Nasdaq. Indeks semikonduktor Philadelphia masih turun sekitar 21% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, laporan kuat Microsoft dan Lam Research memberikan katalis baru setelah Nasdaq turun di bawah EMA 100 hari untuk pertama kalinya sejak April.
Microsoft menjadi salah satu pemain utama dalam cloud computing dan kecerdasan buatan. Sementara itu, Lam Research merupakan pemasok besar peralatan semikonduktor dan bagian penting dari rantai pasok industri chip global.
Microsoft
Saham Microsoft melonjak hampir 17% setelah laporan kuartal IV melampaui ekspektasi pendapatan dan laba.
Pendapatan mencapai US$90,01 miliar, naik 18% secara tahunan.
EPS tercatat sebesar US$4,81.
Pertumbuhan terutama didorong oleh Azure yang meningkat 43% secara tahunan.
Pendapatan tahunan Azure juga telah melampaui US$100 miliar.
Microsoft 365 Copilot kini memiliki 30 juta pengguna berbayar.
Angka tersebut memperkuat bukti bahwa perusahaan mulai berhasil memonetisasi produk kecerdasan buatan melalui basis pelanggan korporasinya.
Sentimen investor semakin positif setelah guidance CapEx setahun penuh diturunkan menjadi sekitar US$175 miliar dari sebelumnya US$190 miliar.
Penurunan tersebut berasal dari penyesuaian akuntansi.
Meskipun demikian, pasar menyambutnya sebagai sinyal bahwa Microsoft dapat mempertahankan pertumbuhan AI dan cloud tanpa meningkatkan pengeluaran seagresif perkiraan sebelumnya.
Lam Research
Saham Lam Research melonjak hampir 20% setelah produsen peralatan semikonduktor tersebut membukukan laporan kuartal IV yang melampaui ekspektasi sekaligus menaikkan outlook.
Pendapatan meningkat 30% secara tahunan menjadi US$6,72 miliar.
Angka tersebut berada di atas estimasi pasar sebesar US$6,68 miliar.
Adjusted EPS mencapai US$1,82, melampaui konsensus US$1,70.
Pendapatan layanan pelanggan melonjak 43% secara tahunan menjadi US$2,47 miliar.
Pertumbuhan tersebut membantu memperkuat margin perusahaan dan menunjukkan bahwa permintaan tidak hanya datang dari penjualan peralatan baru, tetapi juga dari layanan terhadap basis mesin yang telah terpasang.
Untuk kuartal I, Lam Research memberikan guidance adjusted EPS sebesar US$2,00–US$2,30.
Proyeksi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi Wall Street sebesar US$1,84.
Hasil ini memberikan dorongan tambahan bagi saham semikonduktor karena menunjukkan bahwa belanja modal industri chip masih menghasilkan permintaan nyata bagi pemasok peralatan.
Dukungan Makro: Dampak FOMC yang Lebih Dovish
Pasar juga memperoleh dukungan dari sikap Ketua The Fed Kevin Warsh yang ambigu selama konferensi pers setelah keputusan suku bunga.
Warsh tetap menggunakan bahasa yang tegas mengenai inflasi dan menekankan pentingnya target 2%.
Namun, ia tidak ikut menyampaikan dissent terhadap keputusan mempertahankan suku bunga, meskipun tiga anggota FOMC memilih kenaikan.
Keputusan tersebut menimbulkan keraguan terhadap seberapa hawkish sikap Warsh sebenarnya.
Pasar kemudian mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga agresif selama sisa 2026.
Perubahan tersebut membantu membuka ruang bagi rebound saham yang sebelumnya tertekan oleh kenaikan yield Treasury.

Ekspektasi pasar terhadap jalur suku bunga AS bergerak lebih rendah di seluruh periode proyeksi setelah konferensi pers Kevin Warsh. Kenaikan suku bunga pertama kini baru sepenuhnya tercermin dalam harga pasar untuk Desember 2026. Sumber: XTB Research berdasarkan data Bloomberg Finance LP.
iPhone Kuat, Kenapa Saham Apple Turun?
AWS Melaju, CapEx AI Amazon Mulai Terbayar
Daily Summary: Reli AI Hidup Lagi, Nasdaq Melonjak 3,4%
US OPEN: Microsoft Angkat Nasdaq, Meta Malah Tersungkur
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.