Pasar keuangan global menghadapi volatilitas tinggi ketika investor mencerna kalender data ekonomi yang padat dan laporan keuangan Big Tech yang bergerak ke arah berbeda.
Futures indeks AS bergerak menguat, didorong oleh kinerja yang sangat kontras di antara perusahaan hyperscaler. Futures Nasdaq 100 memimpin kenaikan dengan US100 menguat 3,3%. US500 naik 1,4%, US2000 menguat 1,2%, sementara US30 bertambah 0,6%.
Microsoft melonjak berkat pertumbuhan Azure yang kuat dan belanja modal yang lebih terkendali. Sebaliknya, Meta anjlok akibat guidance yang lemah dan biaya AI yang terus membengkak.
Dengan laporan Apple dan Amazon yang masih akan dirilis, sentimen pasar tetap berhati-hati di tengah perubahan yield Treasury dan berlanjutnya perhatian investor terhadap tingkat pengembalian investasi AI.
Nasdaq dipimpin oleh kenaikan besar pada saham semikonduktor dan perangkat keras teknologi. Lam Research naik 19,2%, Applied Materials melonjak 10,2%. Microsoft juga mencatatkan kenaikan besar sebesar 14,7%. Di sisi lain, Alnylam Pharmaceuticals anjlok 23,4%. Meta Platforms turun 9,5% dan menjadi salah satu penekan utama di kelompok software dan komunikasi. Workday melemah 7,3%, sementara Adobe turun 5,0%.
Sumber: XTB Research
Sumber: XTB Research
Makroekonomi AS: Pertumbuhan GDP Melambat
Pada kuartal II 2026, ekonomi Amerika Serikat tumbuh lebih lambat dari ekspektasi. GDP berkembang sebesar 1,5% secara tahunan setelah disetahunkan. Perang Iran ikut menekan kepercayaan terhadap ekonomi terbesar dunia tersebut. Berdasarkan laporan Bureau of Economic Analysis atau BEA, perlambatan terutama dipicu oleh penurunan ekspor, belanja pemerintah, dan melemahnya investasi bisnis. Konsumsi pribadi juga berada di bawah ekspektasi. Konsumen AS masih menghadapi tekanan dari tingginya harga bahan bakar. Data Core PCE, yang menjadi ukuran inflasi pilihan The Fed, sedikit berada di bawah proyeksi. Angka bulanan lebih rendah dari ekspektasi dan menunjukkan tekanan inflasi jangka pendek yang lebih ringan.
Source: XTB Research, Macrobond
Berita Perusahaan
-
Microsoft (MSFT): Saham Microsoft melonjak sekitar 14% setelah pendapatan kuartal IV mencapai US$90,01 miliar, melampaui estimasi US$87,72 miliar. EPS tercatat US$4,81, lebih tinggi dari perkiraan US$4,25. Pertumbuhan Azure meningkat menjadi 43% secara tahunan. Pendapatan tahunan Azure juga telah melampaui US$100 miliar. Investor semakin lega setelah guidance CapEx setahun penuh diturunkan menjadi sekitar US$175 miliar dari sebelumnya US$190 miliar akibat penyesuaian akuntansi.
-
Meta Platforms (META): Saham Meta turun sekitar 9% setelah perusahaan memberikan outlook pendapatan kuartal III yang lemah di kisaran US$61–US$64 miliar. Meta juga menaikkan batas bawah proyeksi CapEx setahun penuh menjadi US$130–US$145 miliar. Pendapatan kuartal II tumbuh 28% secara tahunan menjadi US$60,8 miliar. Namun, EPS turun menjadi US$6,18 akibat beban hukum sebesar US$2,4 miliar dan biaya pesangon US$1,18 miliar.
-
Lam Research (LRCX): Saham Lam Research melonjak sekitar 20% setelah laporan kuartal IV melampaui ekspektasi. Pendapatan naik 30% secara tahunan menjadi US$6,72 miliar, dibandingkan estimasi US$6,68 miliar. Adjusted EPS mencapai US$1,82, di atas perkiraan US$1,70. Pendapatan dari layanan pelanggan tumbuh 43% secara tahunan dan membantu memperkuat margin. Untuk kuartal I, perusahaan memproyeksikan adjusted EPS sebesar US$2,00–US$2,30. Guidance tersebut jauh di atas estimasi Wall Street sebesar US$1,84.
-
Starbucks (SBUX): Saham Starbucks naik sekitar 1,5% setelah perusahaan menaikkan guidance adjusted EPS setahun penuh menjadi US$2,55–US$2,65. Proyeksi tersebut berada di atas estimasi pasar sebesar US$2,39. Penjualan gerai yang sama di AS pada kuartal III melonjak 7,9%. Total pendapatan mencapai US$9,3 miliar, lebih tinggi dari estimasi US$9,16 miliar. Kinerja tersebut didukung inovasi menu dan perubahan pada program loyalitas.
-
Baxter International (BAX): Saham Baxter International melonjak hampir 17% setelah hasil kuartal II melampaui ekspektasi. Adjusted EPS mencapai US$0,56, dibandingkan estimasi US$0,37. Pendapatan tercatat US$2,96 miliar, lebih tinggi dari proyeksi US$2,8 miliar. Manajemen menaikkan outlook EPS setahun penuh menjadi US$1,95–US$2,15. Kenaikan proyeksi didukung peningkatan eksekusi operasional dan pengembalian dana tarif.
-
Crocs (CROX): Saham Crocs anjlok sekitar 12% setelah perusahaan memberikan proyeksi adjusted EPS kuartal III yang lemah di kisaran US$3,20–US$3,30. Angka tersebut berada di bawah estimasi US$3,53. Padahal, hasil kuartal II melampaui ekspektasi dengan pendapatan sebesar US$1,18 miliar. Manajemen tetap menaikkan guidance EPS setahun penuh menjadi US$13,70–US$14,00. Perusahaan juga memperluas program pembelian kembali saham menjadi sekitar US$2 miliar.
-
Robinhood Markets (HOOD): Saham Robinhood turun sekitar 1,8% meskipun hasil kuartal II melampaui ekspektasi. Pendapatan mencapai US$1,31 miliar. EPS tercatat US$0,62, lebih tinggi dari estimasi US$0,44. Perdagangan options, saham, dan prediction markets yang kuat membantu mengimbangi penurunan pendapatan kripto sebesar 38% secara tahunan. Perusahaan juga menurunkan guidance biaya operasional setahun penuh.
Chevron Hadapi Ujian Laba dan Arus Kas
AWS Jadi Ujian Besar CapEx AI Amazon
BREAKING: GDP AS Melemah, Inflasi Inti Mulai Mereda
Apple Hadapi Ujian Margin di Tengah Reli iPhone
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.