Sesi perdagangan Jumat, yang menutup pekan di pasar internasional, menghadirkan situasi yang bisa disebut sebagai kegilaan nyata di pasar logam mulia.
-
Perak menembus level $100 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah dan melanjutkan kenaikan hingga di atas $101. Secara intraday, kenaikan harga mencapai lebih dari 5%.
-
Situasi emas juga sangat menarik. Meskipun emas naik lebih terbatas secara persentase, yakni sekitar 0,7%, logam ini sempat memberikan harapan untuk menembus level $5.000 per ons. Namun, kenaikan tersebut terhenti dan saat ini harga cenderung stabil di sekitar $4.970 per ons.
-
Lonjakan signifikan di pasar logam mulia ini dimungkinkan oleh pelemahan dolar AS, yang kehilangan kekuatan terhadap sebagian besar mata uang utama dunia, dengan penurunan paling tajam terjadi terhadap yen Jepang.
-
Mata uang Jepang menguat sejak awal hari, namun apresiasi utama terhadap USD terjadi pada malam hari dan membentuk pola pergerakan linier dengan lonjakan volume yang tajam. Hal ini disebut-sebut oleh media sebagai kemungkinan adanya intervensi mata uang. Namun, hingga saat ini informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi. Dinamika pergerakan terakhir serupa dengan yang terjadi pada pagi hari, ketika spekulasi intervensi juga muncul akibat volume transaksi yang besar.
-
Peluang apresiasi yang lebih nyata juga didukung oleh pelemahan USD, yang berarti bahwa penguatan “artificial” mata uang domestik dalam kasus Jepang berpotensi memerlukan biaya yang lebih rendah. Argumen pendukung lainnya adalah keputusan Bank of Japan yang meningkatkan likuiditas pasar.
-
Bank of Japan mempertahankan suku bunga tidak berubah, dengan suku bunga utama tetap di 0,75%. Namun, proyeksi pertumbuhan dan inflasi bank tersebut terlihat sangat hawkish. Bank of Japan menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB untuk tahun fiskal 2025–2026 ke kisaran 0,9–1,0% serta secara signifikan menaikkan jalur inflasi inti, khususnya inflasi “core-core”, yang diperkirakan akan bertahan di atas 2% hingga tahun fiskal 2027.
-
Di Jerman, indikator industri dan jasa hari ini menunjukkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi. Di Prancis, sektor jasa mencatat data yang lebih lemah, sehingga meredam sentimen positif. Di seluruh zona euro, indikator PMI mengonfirmasi ekspansi moderat, meskipun laju pertumbuhan sektor jasa melambat dibandingkan pembacaan sebelumnya.
-
Tak lama setelah perdagangan dimulai, data PMI untuk perekonomian AS juga dirilis. Data PMI awal AS untuk Januari menunjukkan pertumbuhan aktivitas ekonomi yang berlanjut, meskipun sedikit di bawah ekspektasi pasar. Indeks manufaktur berada di level 51,9 dibandingkan perkiraan 52,0, yang mengindikasikan laju ekspansi moderat namun stabil di sektor manufaktur. PMI sektor jasa turun tipis ke 52,5 dari ekspektasi 52,8, mencerminkan pelemahan permintaan ringan di sebagian besar sektor ekonomi. Sementara itu, indeks komposit naik ke 52,8 dari 52,7 pada Desember, menegaskan ketahanan ekonomi secara keseluruhan di awal tahun. Data ini menunjukkan bahwa sektor swasta AS masih berekspansi, meskipun momentum pertumbuhan mulai menormalisasi.
-
Bloomberg melaporkan bahwa regulator negara China secara sementara telah mengizinkan tiga perusahaan teknologi terbesar di negara tersebut, yakni Alibaba, Tencent, dan ByteDance, untuk memulai pembicaraan terkait impor chip AI H200. Menyusul laporan tersebut, saham Nvidia berhasil kembali bergerak di atas rata-rata EMA50 (garis oranye), yang berada di sekitar $187 per saham.
-
Wall Street saat ini menunjukkan kinerja yang beragam. Hanya Nasdaq yang mencatat kenaikan, namun tidak melebihi 0,3%. Indeks lainnya bergerak di zona negatif.
-
Yen Jepang dan pound sterling saat ini menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di pasar FX. Sebaliknya, USD dan dolar Selandia Baru (NZD) mencatat pelemahan paling besar.
-
Meskipun terjadi rollover kontrak berjangka NATGAS, harga gas alam tetap menguat, tercermin dari rebound setelah pembukaan pasca-rollover. Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa suhu dingin masih akan berlanjut, dengan data meteorologi terbaru akan tersedia setelah akhir pekan.
Morning wrap (27.01.2026)
US Open: Big Tech, The Fed, dan Politik Bergerak Aktif. Pekan Ujian bagi Pasar!
Kalender Ekonomi: Data Ifo dari Jerman dan Penjualan Ritel Polandia 💡 Kalender Earnings Wall Street❗
Morning Wrap: Emas Tembus Level Historis $5.000; NATGAS Kembali Breakout Tajam🚨