Baca selengkapnya
01.56 · 28 Februari 2026

Tiga Pasar yang Perlu Dipantau Minggu Depan (27.02.2026)

Dengan dimulainya “Two Sessions” China (pertemuan politik terpenting di RRT) pada pertengahan pekan, rangkaian rilis PMI dan CPI global, serta laporan pasar tenaga kerja AS pada hari Jumat, pasar keuangan memasuki periode dengan intensitas tinggi. Situasi ini terjadi bersamaan dengan pertemuan OPEC+ (Minggu), Spring Statement dari Kanselir Inggris Rachel Reeves (Selasa), serta komunikasi bank sentral — termasuk Beige Book The Fed (Rabu) dan risalah pertemuan ECB (Kamis). Instrumen utama yang perlu dipantau adalah EURUSD, US500, serta minyak (Brent/WTI).

EURUSD

EURUSD akan berfungsi sebagai barometer kekuatan relatif data makro dan ekspektasi kebijakan bank sentral dalam beberapa hari ke depan. Dari kawasan euro, rilis utama meliputi inflasi CPI (Selasa), PMI sektor jasa dan data pengangguran (Rabu), serta PDB zona euro (Jumat). Di Amerika Serikat, fokus tertuju pada ISM manufaktur (Senin), ADP dan ISM sektor jasa (Rabu), serta laporan Non-Farm Payrolls (NFP) beserta tingkat pengangguran (Jumat).

Risiko bagi pelaku pasar yang optimistis terhadap euro muncul apabila laporan tenaga kerja yang lebih lemah tidak cukup untuk menggeser nada kebijakan The Fed, terutama jika pertumbuhan upah dan inflasi sektor jasa tetap tinggi. Sebaliknya, sinyal perlambatan yang jelas di pasar tenaga kerja AS dapat dengan cepat mendorong penurunan imbal hasil jangka pendek dan apresiasi EURUSD.

Interpretasi yang lebih dovish terhadap kebijakan The Fed, dikombinasikan dengan inflasi yang stabil di kawasan euro, dapat mendukung potensi kenaikan lanjutan. Namun, inflasi AS yang tetap “sticky” serta sinyal hawkish dari pejabat The Fed berpotensi membuka kembali risiko penurunan bagi pasangan mata uang ini.

US500

Pasar saham AS memasuki pekan ini dengan menyeimbangkan ketidakpastian makroekonomi dan dukungan dari laporan keuangan emiten. Indeks US500 kemungkinan akan bereaksi terlebih dahulu terhadap data aktivitas riil seperti PMI dan ISM, kemudian terhadap komunikasi The Fed — khususnya Beige Book (laporan siklus mengenai kondisi ekonomi terkini) serta interpretasi terhadap laporan pasar tenaga kerja hari Jumat.

Musim laporan keuangan juga tetap krusial. Laporan dari perusahaan seperti Broadcom, Costco, Target, Kroger, Marvell, MongoDB, dan CrowdStrike berpotensi memicu rotasi signifikan antara saham growth berkualitas, sektor siklikal, dan saham defensif.

OIL (Brent / WTI)

Harga minyak memulai pekan dengan dipengaruhi risiko politik dan keputusan pasokan. Pertemuan OPEC+ pada hari Minggu (08.03.2026) akan menjadi katalis utama pertama, membentuk ekspektasi terkait disiplin produksi. Pada pertengahan pekan, perhatian beralih ke China — rilis PMI (Rabu) dan dimulainya sidang parlemen (“Two Sessions”) dapat mengubah narasi permintaan global.

Sinyal hawkish dari OPEC+ serta komunikasi yang konstruktif dari China dapat memicu kembali momentum kenaikan harga minyak. Sebaliknya, data yang mengecewakan dari China atau sikap pasokan yang lebih akomodatif dapat membatasi potensi kenaikan dan menjaga pasar dalam rentang konsolidasi yang luas.

28 Februari 2026, 01.51

Daily summary: Awal dari Berakhirnya Disinflasi?

27 Februari 2026, 22.14

US Open: Kenaikan Minyak & PPI Tekan Wall Street 📉

27 Februari 2026, 14.01

Morning Wrap (27.022026)

27 Februari 2026, 01.53

Daily Summary: Semikonduktor dan Dolar Tekan Wall Street

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.