Baca selengkapnya
01.21 · 16 Mei 2026

Daily summary: Pasar Global Tertekan usai Kunjungan Trump ke China

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Kunjungan diplomatik Presiden Trump ke China resmi berakhir tanpa kemajuan besar dalam isu perdagangan dan teknologi.
  • Investor mulai mencerna lonjakan data inflasi AS yang memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.
  • Yield obligasi AS tenor 10-tahun naik ke level tertinggi dalam satu tahun.
  • Hampir seluruh indeks saham utama global ditutup di zona merah.
  • Saham sektor mikroprosesor memimpin pelemahan pasar.
  • Dolar AS kembali menjadi mata uang terkuat di kelompok G10.

🔑 Faktor Utama Penggerak Volatilitas

  • Peningkatan aversi risiko di pasar global saat ini terutama dipicu oleh kunjungan Presiden Donald Trump ke China yang dinilai tidak menghasilkan kemajuan berarti. Namun, jika melihat pergerakan yield obligasi pemerintah AS tenor 10-tahun, pasar juga mulai semakin khawatir bahwa situasi inflasi di Amerika Serikat berpotensi keluar dari kendali The Fed.

🌍 Geopolitik

  • Kunjungan diplomatik Presiden Trump ke China telah resmi berakhir. Minimnya perkembangan dalam isu-isu penting seperti impor rare earth, ekspor mikroprosesor AS, dan terutama kerja sama pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar.
  • Kegagalan mencapai kemajuan pada isu-isu tersebut memperkuat ketidakpastian terhadap hubungan dagang dan stabilitas rantai pasok global.

📊 Data Makroekonomi

  • Data produksi industri AS untuk April dirilis lebih kuat dari ekspektasi dengan kenaikan sebesar 0,7%.

  • Meski demikian, investor tampaknya tetap lebih fokus pada tekanan inflasi yang terus meningkat. Data CPI dan PPI AS sama-sama dirilis di atas ekspektasi, dengan inflasi produsen menunjukkan lonjakan yang sangat kuat.

  • Tekanan harga di AS kini berada di level tertinggi sejak akhir 2022 hingga awal 2023, sehingga memperbesar ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

  • Pasar kini menjadikan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun sebagai skenario utama dengan probabilitas sekitar 60%.

📈 Indeks

Hampir seluruh indeks utama dunia bergerak di zona merah hari ini, meskipun S&P 500 dan NASDAQ Composite berhasil memangkas sebagian pelemahan setelah pembukaan pasar.

  • S&P 500 turun 0,8%
  • NASDAQ Composite turun 0,8%

Di pasar global:

  • KOSPI Korea Selatan turun 6,1%
  • DAX Jerman turun 2,2%
  • CAC40 Prancis turun 1,6%
  • WIG20 Polandia turun 2,4%

 

💼 Saham

Harapan awal terkait hubungan dagang AS-China yang lebih erat di sektor mikroprosesor tidak terealisasi, sehingga menekan saham-saham semikonduktor, terutama setelah reli besar beberapa waktu terakhir. Beberapa saham dengan pelemahan terbesar hari ini antara lain:

  • Intel Corp turun 6,6%
  • NVIDIA Corp turun 2,9%


💱 Mata Uang

  • Di tengah meningkatnya ketidakstabilan geopolitik dan kekhawatiran inflasi, dolar AS kembali menjadi mata uang terkuat di kelompok G10.
  • Penguatan dolar terhadap euro dalam sepekan telah mencapai lebih dari 1,3%.
  • Real Brasil masih tertekan akibat laporan yang mengaitkan Flavio Bolsonaro, kandidat presiden sayap kanan Brasil, dengan skandal Banco Master.
  • Peso Chile juga melemah seiring turunnya harga tembaga.

Selain itu, tekanan juga terlihat pada mata uang yang paling rentan terhadap penutupan berkepanjangan Selat Hormuz, seperti:

  • Forint Hungaria
  • Rand Afrika Selatan
  • Baht Thailand


🛢️ Komoditas

Kenaikan yield obligasi AS 10-tahun ke level tertinggi dalam satu tahun — naik sekitar 20 basis poin sejak awal pekan menjadi 4,59% — memberikan tekanan besar pada logam mulia.

  • Perak turun 7,8%
  • Emas melemah 2%
  • Tembaga turun 1,6%

Sementara itu, belum adanya kemajuan terkait pembukaan Selat Hormuz mendorong harga Brent mendekati $110 per barel dan LNG menembus €50 per MWh di bursa TTF Belanda.

₿ Kripto

  • Memburuknya sentimen risiko global turut menekan pasar kripto.
  • Bitcoin turun 2,4% dan kembali berada di bawah level psikologis $80.000
  • Ethereum melemah 3%
  • Setelah sempat breakout selama satu hari, Bitcoin kembali gagal mempertahankan momentum penguatannya.
15 Mei 2026, 23.32

US OPEN: Saham AI Kena Aksi Profit Taking

15 Mei 2026, 19.06

Saham dan Logam Turun Saat KTT Trump-Xi Gagal Pecahkan Kebuntuan Iran 📉

14 Mei 2026, 19.05

Apa arti kunjungan Trump ke Beijing bagi pasar?

14 Mei 2026, 13.40

Kalender Ekonomi: Semua mata tertuju pada konsumen AS

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.