Baca selengkapnya
12.33 · 18 Mei 2026

Morning Wrap: Pasar Global Tertekan oleh Iran dan Lonjakan Yield

🌍 Geopolitik

  • Perundingan damai antara AS dan Iran kembali mengalami kebuntuan. Donald Trump menulis di Truth Social bahwa “waktu terus berjalan” bagi Teheran dan “tidak akan ada yang tersisa” jika Iran tidak segera bertindak. Pasar menafsirkan pernyataan tersebut sebagai meningkatnya kemungkinan dimulainya kembali aksi militer.

  • Serangan drone juga dilaporkan menghantam fasilitas nuklir di Uni Emirat Arab. Trump dijadwalkan menggelar pertemuan Situation Room pada hari Selasa untuk membahas opsi militer terhadap Iran. Pertemuan awal dengan penasihat keamanan telah berlangsung pada Sabtu lalu.

  • Di tengah ketegangan AS-China, pertemuan Trump-Xi menghasilkan pengumuman bahwa China akan membeli produk pertanian AS senilai minimal $17 miliar per tahun hingga 2028, termasuk kedelai dan daging sapi. Sebagai gantinya, AS disebut memperoleh komitmen terkait rare earth. Namun, kedua pihak masih menyampaikan versi berbeda terkait isi kesepakatan tersebut.

📊 Ekonomi

  • Data ekonomi China untuk April menjadi kekecewaan besar bagi pasar.

  • Penjualan ritel hanya tumbuh 0,2% secara tahunan, level terlemah sejak Desember 2022 dan jauh di bawah ekspektasi 2%

  • Produksi industri melambat menjadi 4,1% dibanding estimasi 5,9%

  • Investasi aset tetap turun 1,6% dalam empat bulan pertama tahun ini

  • Harga rumah baru di China turun selama 35 bulan berturut-turut, sementara penjualan mobil domestik anjlok 21,6% secara tahunan, penurunan bulanan ketujuh secara beruntun.

  • Biro Statistik Nasional China menyebut kondisi eksternal sebagai “suram dan kompleks” dan meminta kebijakan fiskal yang lebih proaktif. Namun, Politbiro belum mengumumkan stimulus baru.

  • Sementara itu, Jepang mengonfirmasi rencana penerbitan utang baru untuk membiayai anggaran tambahan guna mengurangi dampak lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah. Langkah tersebut mendorong yield obligasi Jepang naik ke level tertinggi sejak 1996.

📉 Pasar Global

  • Wall Street menutup perdagangan pekan lalu di zona merah, dan sesi Asia hari Senin juga dipenuhi pelemahan.

  • Lonjakan harga minyak, kenaikan yield obligasi, dan meningkatnya ketegangan geopolitik menciptakan “kombinasi beracun” bagi pasar saham global.

  • Yield obligasi AS tenor 10-tahun naik ke 4,631%, level tertinggi sejak Februari 2025, sementara yield tenor 30-tahun mencapai 5,159%, tertinggi tahun ini. Pasar mulai melakukan repricing terhadap potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut di tengah shock energi global.

🌏 Asia

  • KOSPI Korea Selatan sempat memicu mekanisme “sidecar” untuk kedua kalinya berturut-turut, setelah turun hingga 4,68% sebelum akhirnya pulih dan ditutup di zona positif.

  • Tekanan pasar juga dipicu konflik upah di Samsung Electronics, di mana serikat pekerja kini memasuki negosiasi yang dimediasi pemerintah untuk menghindari aksi mogok di perusahaan yang menyumbang hampir 25% ekspor Korea Selatan.

  • Indeks Nikkei Jepang (JP225) turun sekitar 1,27% ke area 61.032 poin. Yield obligasi Jepang terus naik akibat rencana penerbitan utang baru dan tekanan stagflasi dari kenaikan harga energi.

  • Indeks CHN.cash China turun 0,27% ke sekitar 8.583 poin, sementara futures Eropa juga menunjukkan pembukaan negatif:

  • DAX -1%
  • CAC40 -0,95%
  • FTSE MIB -0,8%
  • FTSE 100 -0,2%


💱 Mata Uang

  • Dolar AS menjadi mata uang utama terkuat hari ini, mengungguli franc Swiss dan euro.
  • Dolar Australia dan yen Jepang menjadi mata uang terlemah, dengan AUD tertekan akibat buruknya data ekonomi China sebagai mitra dagang utama Australia.
  • USDJPY naik 0,23% ke sekitar 158,98
  • USDPLN naik 0,21% ke 3,6556
  • EURPLN naik 0,08% ke 4,2487
  • DXY naik tipis 0,04% ke sekitar 99,25


🛢️ Komoditas

  • Harga minyak kembali melonjak akibat meningkatnya tensi geopolitik.
  • WTI naik 1,89% ke sekitar $107,57 per barel
  • Brent menembus $111 per barel dengan kenaikan 1,90%
  • Kenaikan didorong retorika keras Trump terhadap Iran, serangan drone di UEA, dan kekhawatiran terkait jalur pelayaran Selat Hormuz.
  • Gas alam menjadi aset dengan performa terbaik hari ini setelah naik 2,33% ke $3,03.
  • Sementara itu:
  • Emas turun tipis 0,20% ke sekitar $4.536 per ounce
  • Perak melemah 1,32% ke sekitar $75,22 per ounce
  • Keduanya tertekan oleh penguatan dolar dan kenaikan yield obligasi.

📱 Perusahaan

  • Ryanair dijadwalkan merilis laporan keuangan hari ini sebelum pembukaan pasar.
  • Baidu (BIDU.US) juga melaporkan hasil kuartalan sebelum pasar dibuka, dengan investor fokus pada dampak kenaikan biaya energi dan lemahnya konsumsi China terhadap bisnis iklan perusahaan.
  • NVIDIA (NVDA.US) akan merilis laporan keuangan pada Rabu setelah pasar tutup. Konsensus pasar memperkirakan:
  • EPS: $1,78
  • Pendapatan: sekitar $78,98 miliar
  • Saham Nvidia telah naik 20% dalam sebulan terakhir dan 26,5% sejak awal tahun hingga mencetak rekor tertinggi baru.
  • Selain Nvidia, pekan ini investor juga akan memantau laporan:
  • TJX, Target, dan Lowe’s pada Rabu
  • Walmart dan Take-Two Interactive pada Kamis
  • Hasil Walmart akan menjadi indikator penting ketahanan konsumen AS di tengah kenaikan biaya energi.

₿ Kripto

  • Bitcoin turun 1,71% ke sekitar $76.909, level terendah dalam lebih dari dua minggu.
  • Turunnya minat terhadap aset berisiko akibat geopolitik, lonjakan yield obligasi, dan lemahnya data China mendorong arus keluar modal dari aset spekulatif.

🔭 Yang Perlu Dipantau Hari Ini

  • 09:00: GDP Swiss Q1
  • 14:00: Inflasi inti Polandia April

Pertanyaan utama pasar saat ini adalah apakah pasar Eropa sudah sepenuhnya memperhitungkan risiko geopolitik, atau justru masih akan mengalami tekanan jual lanjutan. Pertemuan Situation Room Trump pada Selasa berpotensi menjadi katalis baru peningkatan ketidakpastian pasar.

 

16 Mei 2026, 01.21

Daily summary: Pasar Global Tertekan usai Kunjungan Trump ke China

15 Mei 2026, 23.32

US OPEN: Saham AI Kena Aksi Profit Taking

15 Mei 2026, 22.05

Pasar Obligasi Anjlok❗️TNOTE Turun di Bawah Level Terendah 1 Tahun 📉

15 Mei 2026, 21.15

Kevin Warsh hadapi ujian terbesar The Fed. Trump ingin pemangkasan suku bunga, Inflasi berkata “Tidak”

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.