01.06 · 8 Juli 2026

Daily summary: Wall Street Tertekan, Dow Jones Tetap Unggul

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Wall Street melemah setelah aksi jual di Asia dan Eropa, terutama pada saham semikonduktor dan AI infrastructure.
  • Nvidia sempat turun hampir 2% sebelum berbalik positif dan menguat lebih dari 1%.
  • SpaceX turun hampir 5,5% meski masuk Nasdaq 100 dan mendapat target harga bullish dari sejumlah bank besar.
  • Ketegangan di sekitar Selat Hormuz mendorong Brent naik lebih dari 3% dan menambah tekanan pada aset berisiko.
  • Dow Jones masih jauh lebih kuat dibanding Nasdaq, sementara Tesla menguji EMA 200 hari.

Setelah penurunan di pasar Asia, dengan Nikkei Jepang turun lebih dari 2% dan KOSPI Korea Selatan melemah hampir 5%, serta pelemahan di Eropa, dengan DAX dan Euro Stoxx 50 turun sekitar 1,3%, indeks Wall Street berada di bawah tekanan akibat aksi jual pada saham semikonduktor dan AI infrastructure. Beberapa saham berhasil pulih dari penurunan tajam di awal sesi, dengan Nvidia berbalik positif dan naik lebih dari 1% setelah sempat turun hampir 2% pada awal sesi AS.

  • Meskipun mendapat komentar positif dari JPMorgan, Citi, dan Bank of America, yang mempertahankan target harga SpaceX jauh di atas $200 per saham, saham tersebut turun hampir 5,5% hari ini setelah debutnya di indeks Nasdaq yang prestisius. Saham bisnis antariksa milik Musk ini telah terkoreksi mendekati harga pembukaan pada 12 Juni 2026.

  • Ekuitas Eropa mengakhiri sesi di zona negatif. DAX Jerman dan Euro Stoxx 50 masing-masing turun sekitar 1,3%, mengikuti aksi jual sebelumnya di Asia, di mana KOSPI Korea Selatan melemah hampir 5%.

  • Aksi jual di saham AS sebagian dipicu oleh laporan Reuters bahwa startup China DeepSeek sedang mengembangkan chip AI sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengurangi ketergantungannya pada prosesor Nvidia dan Huawei, sekaligus meningkatkan persaingan di pasar AI accelerator.

  • Sumber pelemahan lainnya adalah reaksi pasar terhadap earnings Samsung. Meskipun perusahaan melaporkan rekor kenaikan operating profit sebesar 19 kali lipat, hasil tersebut gagal memberikan alasan baru bagi kenaikan lanjutan valuasi saham terkait AI.

  • Samsung hanya merilis hasil awal dan tidak memberikan guidance rinci untuk divisi semikonduktornya, sehingga investor masih belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan mengenai daya tahan boom investasi AI saat ini.

  • Setelah rally kuat sektor tersebut, sebagian investor memilih untuk mengambil profit di tengah kekhawatiran terhadap valuasi yang tinggi dan potensi volatilitas lebih besar menjelang musim earnings yang akan datang.

  • Sentimen juga dibentuk oleh persiapan debut SK Hynix di Nasdaq dan ekspektasi terhadap rilis minutes dari pertemuan pertama The Fed yang dipimpin Kevin Warsh. Kondisi ini mendorong sebagian investor untuk mengurangi eksposur risiko.

  • Meskipun koreksi saat ini terjadi, analis menekankan bahwa kondisi ini tidak menandakan runtuhnya permintaan terhadap AI infrastructure, melainkan penilaian ulang terhadap valuasi dan ekspektasi pada perusahaan-perusahaan yang menjadi penerima manfaat terbesar dari boom artificial intelligence dalam beberapa kuartal terakhir.

  • Pada saat yang sama, data makroekonomi Jerman mengejutkan secara positif. Produksi industri yang disesuaikan secara musiman naik 0,11% secara tahunan, dibandingkan ekspektasi pasar untuk penurunan 0,6% dan pembacaan sebelumnya sebesar -0,54%. Secara bulanan, produksi industri naik 0,9%, jauh di atas konsensus 0,1% dan pembacaan sebelumnya 0,4%.

  • Perak turun hampir 2%, sementara emas terkoreksi 0,6% karena futures U.S. Dollar Index atau USDIDX rebound setelah futures Brent crude naik lebih dari 3% akibat kembali meningkatnya ketegangan antara AS dan Qatar di satu sisi, serta Iran di sisi lain. Kekhawatiran utama dipicu oleh kerusakan pada tanker LNG Qatar dan supertanker minyak Saudi di lepas pantai Oman, meskipun tidak ada korban jiwa maupun kebocoran komoditas yang dilaporkan.

  • Qatar menuduh Iran melanggar hukum internasional dan mengancam pasokan energi global, sementara Teheran belum mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut, meskipun sebelumnya telah memperingatkan kapal agar tidak menggunakan rute tertentu. Pasar belum memperhitungkan gangguan pasokan yang berkepanjangan, tetapi eskalasi lebih lanjut di Selat Hormuz dapat dengan cepat menaikkan premi risiko geopolitik pada harga minyak dan gas.

Sumber: xStation5

 

Grafik Tesla (TSLA.US) (interval D1)

Saham Tesla turun lebih dari 3% hari ini dan sedang menguji exponential moving average 200 hari, garis merah. Tekanan jual sudah beberapa waktu menguji keyakinan pembeli. Penembusan ke bawah $400 dapat meningkatkan probabilitas pergerakan menuju area support utama berikutnya di sekitar $330 per saham.

Sumber: xStation5

7 Juli 2026, 20.55

US Open: Nasdaq Tertekan Saham Chip, Dow Jones Cetak Rekor

6 Juli 2026, 21.08

US100 Datar, Broadcom Naik Berkat Apple

6 Juli 2026, 14.00

Kalender Ekonomi: Pasar Menanti PMI dan ISM Services AS

3 Juli 2026, 21.36

US Closed: Futures US100 Rebound Saat Pasar AS Libur

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.