Penggerak utama volatilitas. Perdagangan didominasi oleh rotasi modal keluar dari sektor teknologi dan perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), sehingga menekan indeks saham utama dan memperburuk kinerja pasar sepanjang pekan. Investor semakin mengkhawatirkan tingginya utang yang diambil perusahaan teknologi untuk membiayai ekspansi infrastruktur AI. CoreWeave menjadi simbol utama kekhawatiran tersebut setelah obligasinya mengalami aksi jual tajam. Selain itu, pasar juga tertekan oleh kekhawatiran terhadap meningkatnya persaingan dari China dalam industri chip memori serta tekanan inflasi yang terus berlanjut. Akibatnya, modal investor beralih dari saham pertumbuhan (growth stocks) dengan valuasi mahal menuju saham yang lebih murah dan memiliki arus kas stabil.
Geopolitik. Ketegangan pasar semakin meningkat akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz, ketika Iran meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal dan menenggelamkan kapal kontainer GFS Pride sebagai bagian dari upaya membatasi ekspor minyak. Pada saat yang sama, gencatan senjata terkait serangan terhadap infrastruktur energi antara Rusia dan Ukraina yang diumumkan Presiden Donald Trump mengalami kegagalan. Presiden Volodymyr Zelenskyy kemudian mengumumkan dimulainya kembali serangan terhadap kilang minyak Rusia. Meskipun gencatan senjata sebelumnya telah diumumkan, Kremlin terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur Ukraina. Sementara itu, sebuah kilang minyak Rusia di Ryazan menghentikan operasional salah satu unitnya setelah serangan drone. Ketegangan hubungan Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan premi risiko pada harga komoditas.
Data makroekonomi. Data inflasi AS sepanjang pekan tercatat lebih tinggi dari perkiraan, sementara inflasi harga produsen (Producer Price Index/PPI) mengalami kenaikan paling tajam sejak 2022. Kondisi ini mengonfirmasi bahwa tekanan harga telah meluas ke sektor-sektor di luar energi. Inflasi konsumen juga masih berada jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Gubernur The Fed Kevin Warsh menyoroti gelombang belanja dan investasi yang mendorong inflasi, tetapi sekaligus menekankan ketahanan ekonomi Amerika Serikat yang didukung oleh lonjakan investasi di sektor AI. Pasar saat ini memperkirakan probabilitas sekitar 85% bahwa suku bunga akan dipertahankan pada pertemuan The Fed tanggal 27–28 Oktober. Meski demikian, sejumlah analis masih memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember dan Januari.
Indeks saham. Di Wall Street, indeks S&P 500 turun sekitar 1%, sementara Nasdaq melemah hampir 1,9%. Dow Jones menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik berkat dukungan saham perbankan dan perusahaan energi. Indeks semikonduktor SOX mencatatkan kinerja mingguan terburuk sejak April 2025, sedangkan ETF semikonduktor VanEck Semiconductor (SMH) merosot sekitar 8% sepanjang pekan. Di Eropa, indeks STOXX 600 menguat 0,7% dan menutup pekan terbaiknya sejak akhir Juni, didukung oleh laporan keuangan perusahaan yang solid. Di pasar Contract for Difference (CFD), indeks teknologi dan saham Asia mengalami tekanan paling besar. Indeks JP225 turun 2,04% dan US100 melemah 1,93%, sementara indeks saham Polandia W20 justru mencatatkan kenaikan 1,02%.
Saham perusahaan. Perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan menghadapi tekanan jual paling besar. Saham CoreWeave turun sekitar 10%, di tengah total utang yang melampaui US$51 miliar dan imbal hasil obligasi di atas 15%. Saham produsen semikonduktor, termasuk Micron dan AMD serta perusahaan teknologi besar seperti Meta dan Microsoft, juga mengalami penurunan. Sebaliknya, perusahaan energi yang dipimpin Chevron serta saham perbankan Goldman Sachs dan JPMorgan bergerak melawan tren pelemahan pasar dan membantu membatasi penurunan Dow Jones. Tesla gagal mempertahankan kenaikan pada awal perdagangan meskipun telah meluncurkan Roadster terbaru, sementara saham Netflix melemah setelah perusahaan menunjuk kepala konten baru.
Mata uang. Pasar valuta asing bergerak relatif stabil, dengan dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, meskipun indeks dolar sedikit melemah..
Komoditas. Perdagangan komoditas didominasi oleh harga minyak yang melanjutkan reli kuat akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah dan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melampaui US$99 per barel untuk pertama kalinya sejak September dan mencatatkan kenaikan lebih dari 8% sepanjang pekan. Sementara itu, minyak Brent menembus US$109 per barel. Di pasar CFD, harga Brent naik 3,35% dan WTI menguat 1,22%. Kenaikan tersebut juga didukung oleh penurunan persediaan minyak AS setelah gangguan yang disebabkan oleh Badai Isaias. Harga emas sedikit melemah menuju US$4.161 per ons, sedangkan gas alam turun 2,40% dan perak juga masih berada di bawah tekanan.

Volatilitas yang tercatat pada penutupan perdagangan sejumlah instrumen keuangan utama. Sumber: XTB.
IPO Anthropic Ditunda, Saham AI Diuntungkan?
Nasdaq dan Minyak Jadi Sorotan
US Open: Dow Naik, Saham AI Tertekan
Harga Gas Alam AS Turun, Sinyal Rebound?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.