- S&P 500 turun lebih dari 0,3%, sementara Nasdaq 100 melemah sekitar 0,15%.
- Saham chip seperti Western Digital kembali tertekan meski hasil kuartalan cukup kuat.
- Data tenaga kerja AS menunjukkan PHK tetap rendah, tetapi pencari kerja membutuhkan waktu lebih lama mendapatkan pekerjaan baru.
- Yield Treasury AS naik seiring penguatan minyak dan repricing kebijakan The Fed.
- S&P 500 turun lebih dari 0,3%, sementara Nasdaq 100 melemah sekitar 0,15%.
- Saham chip seperti Western Digital kembali tertekan meski hasil kuartalan cukup kuat.
- Data tenaga kerja AS menunjukkan PHK tetap rendah, tetapi pencari kerja membutuhkan waktu lebih lama mendapatkan pekerjaan baru.
- Yield Treasury AS naik seiring penguatan minyak dan repricing kebijakan The Fed.
- Saham Amerika Serikat bergerak sedikit lebih rendah. Nasdaq 100 turun 0,15%, sementara S&P 500 melemah lebih dari 0,3% sekitar lima jam setelah sesi Kamis dimulai.
- Di Asia, Shanghai Composite naik 0,57% ke 3.900,35. Sebaliknya, KOSPI Korea Selatan anjlok 4,58% ke 6.296,38 dan Nikkei 225 Jepang turun 0,93% ke 65.683,26.
- Kekhawatiran mengenai return investasi AI dan reaksi terhadap earnings produsen memory chip AS memicu aksi jual besar pada SK Hynix, Samsung, Kioxia, dan Tokyo Electron.
- Western Digital turun sekitar 10,8% meskipun membukukan pendapatan US$3,75 miliar, naik 44% secara tahunan, serta EPS sebesar US$3,56.
- Ekspektasi tinggi terhadap AI dan hasil yang lebih kuat dari Seagate membuat sekadar melampaui konsensus tidak lagi cukup untuk memuaskan investor.
- Saham Albemarle naik sekitar 8% berkat perbaikan laba yang signifikan dan didukung oleh harga komoditas yang lebih kuat.
- Sementara itu, Moderna menghapus kenaikan awalnya meskipun mendapatkan persetujuan FDA untuk vaksin influenza.
- Data pasar tenaga kerja Amerika Serikat memberikan sinyal beragam.
- Initial jobless claims tercatat sebesar 199.000, lebih rendah dari ekspektasi 205.000 dan dibandingkan 198.000 pada pekan sebelumnya setelah revisi.
- Namun, continuing claims naik menjadi 1,801 juta, lebih tinggi dari konsensus 1,789 juta.
- Data tersebut menunjukkan bahwa PHK baru masih terbatas.
- Namun, pekerja yang kehilangan pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan pekerjaan baru.
- Produktivitas nonfarm meningkat dengan laju tahunan 1,4% pada Q2, lebih tinggi dari ekspektasi 0,6%.
- Pada saat yang sama, unit labour costs hanya naik 1,3%, dibandingkan ekspektasi 2,1%.
- Data tersebut memberikan sinyal yang relatif positif mengenai tekanan biaya.
- Inventories grosir Juni naik 0,2% secara bulanan.
- Namun, wholesale sales turun 3,0% setelah naik 3,5% pada Mei berdasarkan data yang direvisi.
- Pergerakan tersebut menunjukkan perlambatan permintaan bulanan yang cukup signifikan.
- Dolar AS menguat. Indeks DXY naik sekitar 0,3% menuju 99,97. Yield Treasury AS tenor dua tahun naik ke sekitar 4,25%. Yield tenor 10 tahun meningkat ke kisaran 4,66%–4,67%.
- Kenaikan harga minyak dan repricing kebijakan The Fed yang lebih hawkish lebih dominan dibandingkan data biaya tenaga kerja yang lebih rendah.
- Emas tetap berada dekat US$4.300 per ons dan turun sekitar 0,1%.
- Perak melemah sekitar 1,1% menjadi US$61,6 karena lebih sensitif terhadap penguatan dolar dan kenaikan yield obligasi.
- Menurut The Information, Nvidia sedang menguji tiga varian GPU Rubin Ultra dan berencana mengambil keputusan terkait kekurangan advanced memory chip. Saham Nvidia turun sedikit di bawah 0,2% pada hari tersebut.
Moderna Punya Katalis Baru, tapi Saham Berbalik Turun
Arista Jadi Tulang Punggung Infrastruktur AI
Risiko Hormuz Dorong Minyak ke US$81
US Open: Guidance Lemah Picu Aksi Jual Saham
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.