18.31 · 6 Agustus 2026

Moderna Punya Katalis Baru, tapi Saham Berbalik Turun

Saham Moderna awalnya membuka sesi Kamis dengan kenaikan sekitar 5% dan sempat menyentuh area US$58 sebelum berbalik turun ke sekitar US$53.

Pergerakan tersebut terjadi meskipun perusahaan memperoleh kabar positif terkait vaksin influenza miliknya.

Momentum ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali valuasi dan posisi keuangan Moderna, yang kini bertransisi dari salah satu penerima manfaat terbesar boom biotech pascapandemi menjadi perusahaan yang semakin dinilai berdasarkan kekuatan pipeline masa depan.

Sebelumnya hari ini, Food and Drug Administration Amerika Serikat menyetujui vaksin influenza berbasis mRNA milik Moderna, mFlusiva, untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas.

Menariknya, saham Moderna sempat naik hampir empat kali lipat dari titik terendah 2025 sebelum memasuki koreksi sekitar 30%, yang masih berlanjut hari ini.

Meski demikian, fundamental perusahaan terlihat semakin mendukung prospek pertumbuhan jangka panjang di pasar vaksin generasi berikutnya.

Sumber: xStation5

Neraca dan Likuiditas: Moderna Masih Memiliki Salah Satu Posisi Keuangan Terkuat di Biotech

Posisi Moderna saat ini sangat berbeda dibandingkan ketika pandemi berada di puncaknya.

Namun, neraca perusahaan tetap menjadi salah satu keunggulan kompetitif terbesarnya.

Current assets secara bertahap menurun karena kas yang dihasilkan selama boom vaksin COVID mulai digunakan.

Meski begitu, perusahaan masih memiliki sekitar US$5,8 miliar aset likuid, memberikan ruang yang cukup untuk mendanai pengembangan klinis selama beberapa tahun.

Pada saat yang sama, leverage tetap sangat rendah.

Debt-to-equity ratio berada di sekitar 0,2, yang berarti Moderna masih membiayai pertumbuhannya tanpa terlalu bergantung pada utang.

Penurunan current ratio dari level tertinggi historis karena itu lebih tepat dipandang sebagai konsekuensi alami dari penggunaan kas era pandemi, bukan sebagai penurunan kualitas keuangan.

Bagi perusahaan bioteknologi, panjang cash runway merupakan faktor penting dalam valuasi.

Dalam aspek tersebut, Moderna masih termasuk salah satu perusahaan terkuat di industrinya.

Dari perspektif fundamental, investor kini memberikan bobot yang lebih kecil pada jumlah kas itu sendiri.

Fokus pasar bergeser pada kemampuan manajemen mengubah modal tersebut menjadi produk yang sukses secara komersial.

Pada akhirnya, capital allocation, bukan sekadar besarnya cadangan kas, kemungkinan akan menjadi faktor utama dalam menentukan nilai intrinsik jangka panjang Moderna.

Sumber: XTB Research

Pendapatan dan Profitabilitas: Pasar Beralih dari Ketergantungan COVID ke Valuasi Pipeline

Penurunan tajam pendapatan yang terlihat dalam grafik terutama disebabkan oleh normalisasi pasar vaksin COVID-19.

Hal tersebut bukan berarti Moderna kehilangan keunggulan teknologinya.

Perusahaan telah beralih dari mencetak laba kuartalan lebih dari US$4–US$5 miliar selama pandemi menjadi kembali membukukan kerugian.

Fase seperti ini cukup umum bagi perusahaan bioteknologi yang berinvestasi agresif dalam terapi masa depan.

Karena itu, investor tidak lagi menilai Moderna berdasarkan profil laba saat ini.

Fokus pasar kini lebih tertuju pada potensi ekonomi platform mRNA dan probabilitas keberhasilan komersialisasi produk baru.

Dari perspektif valuasi, ROE dan ROIC negatif saat ini menjadi kurang penting dibandingkan kecepatan Moderna memperluas portofolio vaksin dan terapi yang telah disetujui.

Persetujuan FDA terhadap mFlusiva menunjukkan bahwa strategi diversifikasi tersebut mulai menghasilkan bukti nyata.

Jika program klinis tahap akhir lainnya berhasil, penurunan pendapatan saat ini pada akhirnya dapat hanya menjadi periode transisi antara dua siklus pertumbuhan.

Pasar bioteknologi juga berulang kali menunjukkan bahwa harga saham dapat pulih jauh sebelum laba akuntansi kembali positif.

Sumber: XTB Research

Beban Operasional: Moderna Sengaja Mengorbankan Profitabilitas Jangka Pendek

Sekilas, EBIT dan net margin yang sangat negatif dapat terlihat mengkhawatirkan.

Namun, profil keuangan Moderna membutuhkan kerangka analisis yang berbeda.

Perusahaan masih mempertahankan beban operasional yang tinggi karena sedang mengembangkan salah satu pipeline mRNA terluas di sektor bioteknologi global.

Karena itu, belanja research and development lebih tepat dipandang sebagai investasi terhadap arus kas masa depan, bukan sekadar biaya yang menekan laba saat ini.

Sementara itu, belanja modal tetap relatif rendah.

Hal tersebut menegaskan karakter asset-light dari model bisnis Moderna dibandingkan perusahaan farmasi tradisional yang membutuhkan infrastruktur manufaktur dalam skala besar.

Akibatnya, valuasi perusahaan jauh lebih bergantung pada nilai yang diharapkan dari program klinis masa depan daripada metrik profitabilitas hari ini.

Moderna menjadi contoh klasik bisnis yang nilai intrinsiknya lebih banyak ditentukan oleh growth options dibandingkan free cash flow saat ini.

Selama perusahaan mampu mempertahankan neraca yang kuat dan terus membiayai inovasi tanpa meningkatkan leverage secara material, margin negatif lebih tepat dipandang sebagai pilihan strategis daripada tanda kelemahan struktural.

Sumber: XTB Research

6 Agustus 2026, 18.53

Daily Summary: Yield Naik, Saham Chip Tertekan

6 Agustus 2026, 16.25

Arista Jadi Tulang Punggung Infrastruktur AI

6 Agustus 2026, 15.28

US Open: Guidance Lemah Picu Aksi Jual Saham

6 Agustus 2026, 09.30

Robotaxi Uber Bisa Jadi Ancaman bagi Tesla?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.