Dolar AS melemah setelah rilis data makro hari ini yang menunjukkan meningkatnya tekanan harga di ekonomi AS, sementara angka GDP tercatat sedikit di bawah ekspektasi. Di sisi lain, pendapatan pribadi naik 0,6% secara bulanan dibandingkan ekspektasi 0,3%, sementara konsumsi riil pribadi sedikit di bawah perkiraan.
- Pertumbuhan GDP AS (QoQ, tahunan): 2,0% vs 2,3% ekspektasi, sebelumnya 0,5%
- Indeks Harga GDP: 3,6% vs 3,9% ekspektasi, sebelumnya 3,7%
- GDP Deflator (SA Advance): 3,6% vs 3,6% ekspektasi, sebelumnya 3,7%
- Harga PCE (Advance): 4,5% vs 4,5% ekspektasi, sebelumnya 2,9%
- Core PCE (Advance): 4,3% vs 4,1% ekspektasi, sebelumnya 2,7%
- Indeks Harga PCE YoY: 3,5% vs 3,5% ekspektasi, sebelumnya 2,8%
- Indeks Harga PCE MoM: 0,7% vs 0,7% ekspektasi, sebelumnya 0,4%
- Core PCE YoY: 3,2% vs 3,2% ekspektasi, sebelumnya 3,0%
- Core PCE MoM: 0,3% vs 0,3% ekspektasi, sebelumnya 0,4%
- Belanja Konsumen MoM: 0,9% vs 0,9% ekspektasi, sebelumnya 0,5%
- Pendapatan Pribadi MoM: 0,6% vs 0,3% ekspektasi, sebelumnya -0,1%
- Konsumsi Riil Pribadi MoM: 0,2% vs 0,3% ekspektasi, sebelumnya 0,1%
- Klaim Pengangguran Awal: 189K vs 212K ekspektasi, sebelumnya 214K
- Klaim Pengangguran Lanjutan: 1,785 juta vs 1,815 juta ekspektasi, sebelumnya 1,821 juta
- Employment Cost Index: 0,9% vs 0,8% ekspektasi, sebelumnya 0,7%
Nasdaq Tertekan, Saham AI dan Harga Minyak Jadi Sorotan
Market Wrap: Futures Wall Street Rebound di Tengah Konflik Iran
Konflik AS-Iran dan Gejolak Inggris Guncang Pasar
US Open: Saham Chip Pimpin Rebound Wall Street
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.