Baca selengkapnya
02.22 · 30 April 2026

Divergensi Wall Street Usai The Fed Hawkish

 

Futures indeks utama AS menunjukkan divergensi yang jelas setelah konferensi pers terbaru Jerome Powell terkait keputusan suku bunga.

Futures Nasdaq tetap berada di zona positif (US100: +0,25%), sementara saham kecil yang sensitif terhadap suku bunga dalam Russell 2000 memperdalam penurunan (US2000: -1,2%). Futures S&P 500 (US500: -0,3%) dan DJIA (US30: -0,9%) juga bergerak melemah.

Federal Reserve mempertahankan suku bunga AS di kisaran 3,50%–3,75% untuk keempat kalinya berturut-turut, sambil menekankan peningkatan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi di tengah perang di Timur Tengah.

 

 

  • Empat anggota FOMC menyimpang dari konsensus, jumlah tertinggi sejak 1992. Stephen Miran memilih pemangkasan suku bunga, sementara Hammack, Kashkari, dan Logan menolak perubahan pernyataan kebijakan ke arah yang lebih dovish.
  • Powell akan tetap berada di FOMC sebagai gubernur setelah Kevin Warsh mengambil alih posisi ketua pada 15 Mei, hingga proses hukum Departemen Kehakiman selesai.
  • Powell juga menegaskan kepercayaannya terhadap Kevin Warsh, baik dalam mengelola mandat ganda The Fed maupun independensinya dari Gedung Putih. Sementara itu, harga minyak mencapai level yang sangat tinggi, dengan potensi penutupan tertinggi sejak awal krisis energi.
  • Yield obligasi AS tenor 2 tahun naik 10 basis poin sebagai respons terhadap keputusan The Fed. Pasar kini memperkirakan sekitar 10% peluang kenaikan suku bunga hingga akhir 2026 dan hampir 50% pada 2027.
  • Kontrak Brent bulan Juni ditutup di $118 per barel, sementara kontrak Juli yang lebih likuid diperdagangkan di kisaran $110–$111. Minyak WTI menembus level $105–$106 per barel.
  • Laporan DOE menunjukkan penurunan tajam persediaan minyak mentah dan produk minyak, disertai pelepasan cadangan strategis, yang mencerminkan permintaan domestik kuat dan ekspor pada level rekor.
  • Ekspor minyak mentah mencapai 6 juta barel per hari, sementara total produk mencapai 14 juta barel. Pasar minyak bereaksi terhadap ketidakpastian terkait Selat Hormuz, dengan Trump mengisyaratkan kemungkinan kembali melakukan serangan terhadap Iran dan menolak pembukaan jalur tersebut.
  • Persediaan minyak mentah turun 6,2 juta barel, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 0,3 juta. Persediaan bensin turun 6,08 juta barel (ekspektasi -2,1 juta), sementara distilat turun 4,49 juta barel (ekspektasi -2,3 juta).
  • Inflasi CPI Jerman untuk April naik sedikit lebih rendah dari ekspektasi menjadi 2,9% YoY (ekspektasi 3,0%; sebelumnya 2,7%). Bank of Canada mempertahankan suku bunga di 2,25%, dengan proyeksi inflasi sedikit lebih tinggi. Ekonomi Kanada tetap tangguh berkat ketergantungan pada ekspor minyak.
  • Pesanan barang tahan lama AS melonjak 0,8% m/m (ekspektasi 0,5%; sebelumnya -1,2%), menunjukkan pemulihan signifikan.
  • Dolar AS mendominasi pasar valuta asing (USDIDX: +0,25%), didukung oleh penurunan risk appetite dan sikap hawkish The Fed. USDJPY diperdagangkan di atas level psikologis 160, meningkatkan kekhawatiran intervensi pemerintah Jepang. EURUSD turun 0,3% ke 1,167.
  • Dolar yang kuat dan kenaikan harga minyak yang memicu inflasi menyebabkan penurunan harga logam mulia. Emas turun ke $4.540 (terendah sejak akhir Maret), sementara perak turun ke $71,5 per ons.
  • Komoditas pertanian mencatat kenaikan kuat. Jagung naik ke hampir 480 sen per bushel (tertinggi sejak Mei 2025), gandum juga menguat sebelum mengalami koreksi, dan gula naik sekitar 4%.
  • Pasar kripto didominasi penurunan. Bitcoin turun sekitar 1,3% ke $75.300, Ethereum turun 2,6% ke $2.230, sementara Dogecoin menjadi salah satu yang naik (+2,4%).
  • Setelah sesi Wall Street, empat raksasa teknologi akan merilis laporan keuangan: Microsoft, Alphabet, Meta, dan Amazon. Pasar akan fokus pada imbal hasil dari investasi AI yang besar serta kelanjutan belanja modal yang masif.

 

Harga minyak berpotensi mencatat penutupan tertinggi sejak awal konflik, meskipun perlu diingat adanya efek backwardation ekstrem pada kontrak futures. Sumber: xStation5

30 April 2026, 01.28

US500 Koreksi: Nada Hawkish Fed & CapEx AI

30 April 2026, 01.01

FOMC: The Fed Tahan Suku Bunga, Nada Hawkish Menguat ⚠️

30 April 2026, 00.01

Minyak Tembus $110, Risiko Perang Iran Makin Memanas 🔥

29 April 2026, 23.20

Harga Minyak Melejit, Risiko Geopolitik Dorong Volatilitas 🔥

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.