Dolar AS mengalami pelemahan hari ini, memutus rangkaian kenaikan yang tercatat sepanjang pekan ini. Pasangan EURUSD saat ini turun 0,5%, dengan tekanan jual semakin tajam setelah Jerome Waller menyatakan bahwa jika Donald Trump memintanya menjadi Ketua The Fed, ia siap menerima. Waller juga menambahkan bahwa ia tidak melihat ekspektasi inflasi jangka panjang meningkat, yang dapat diartikan sebagai sinyal mendukung pemangkasan suku bunga lebih cepat.
Sementara itu, Kevin Warsh, mantan anggota The Fed sekaligus kandidat pengganti Jerome Powell, menyerukan perubahan besar di bank sentral AS. Dalam wawancaranya di CNBC, Warsh mengkritik kepemimpinan The Fed yang dianggap lambat menangani inflasi dan terlalu kaku menunggu data. Ia menilai sikap "wait and see" justru melemahkan kredibilitas kebijakan moneter.
Secara teknikal, EURUSD tertahan di Exponential Moving Average (EMA) 200 periode pada grafik H4, dan saat ini mencoba rebound ke zona resistensi yang dibentuk oleh EMA 50 dan 100 periode.

Sumber: xStation
Kalender Ekonomi: Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi dan JOLTS
Daily Summary – Wall Street Melemah Saat Ketegangan AS-Iran Naik
US OPEN: Wall Street Dekati Rekor Baru di Tengah Euforia AI
Apa arti kunjungan Trump ke Beijing bagi pasar?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.