- Earnings S&P 500 Q3 2026 diperkirakan tumbuh 28,7% YoY, naik dari estimasi 26,6% pada akhir Juni.
- 72 perusahaan memberikan positive EPS guidance, dibandingkan 42 perusahaan dengan negative guidance.
- Seluruh 11 sektor diperkirakan mencatat pertumbuhan earnings YoY.
- Energy dan Information Technology memimpin dengan estimasi pertumbuhan earnings masing-masing 105,7% dan 63,0% YoY.
- Forward 12-month P/E S&P 500 berada di 19,1x, di bawah rata-rata lima tahun sebesar 19,8x.
- Earnings S&P 500 Q3 2026 diperkirakan tumbuh 28,7% YoY, naik dari estimasi 26,6% pada akhir Juni.
- 72 perusahaan memberikan positive EPS guidance, dibandingkan 42 perusahaan dengan negative guidance.
- Seluruh 11 sektor diperkirakan mencatat pertumbuhan earnings YoY.
- Energy dan Information Technology memimpin dengan estimasi pertumbuhan earnings masing-masing 105,7% dan 63,0% YoY.
- Forward 12-month P/E S&P 500 berada di 19,1x, di bawah rata-rata lima tahun sebesar 19,8x.
S&P 500 adalah indeks yang mencerminkan kinerja 500 perusahaan besar di pasar saham AS dan menjadi salah satu acuan utama untuk melihat kondisi ekuitas AS. Menjelang musim earnings Q3 2026, pertumbuhan laba perusahaan S&P 500 diperkirakan mencapai 28,7% YoY, naik dari estimasi 26,6% pada akhir Juni.
Dengan musim earnings utama yang masih sekitar satu bulan lagi, fokus pasar mulai bergeser ke perubahan ekspektasi analis, corporate guidance, dan valuasi indeks setelah S&P 500 mengalami beberapa sesi yang lebih lemah.
Jika estimasi pertumbuhan earnings 28,7% YoY terealisasi, Q3 2026 akan menjadi kuartal ketiga berturut-turut dengan pertumbuhan laba di atas 25%.
- Estimasi pertumbuhan earnings Q3 naik dari 26,6% YoY pada 30 Juni menjadi 28,7% YoY saat ini.
- Positive EPS guidance masih lebih banyak dibanding negative guidance, dengan 72 perusahaan memberikan outlook positif dan 42 negatif.
- Forward 12-month P/E S&P 500 berada di 19,1x, di bawah rata-rata lima tahun 19,8x tetapi sedikit di atas rata-rata 10 tahun 19,0x.
- Pelaporan Q3 masih berada di tahap awal. Sejauh ini, dua perusahaan S&P 500 telah melaporkan hasil dan keduanya mencatat EPS serta revenue di atas ekspektasi.
Earnings Q3 Terlihat Lebih Kuat dari Perkiraan
Minggu-minggu terakhir kuartal ketiga membawa perbaikan yang cukup jelas terhadap ekspektasi earnings perusahaan S&P 500.
Analis menaikkan proyeksi earnings Q3 2026, dan skala revisinya kali ini tergolong sangat positif dibanding pola historis.
Sejak 30 Juni, estimasi EPS meningkat rata-rata 1,4%. Sebagai perbandingan, dalam 20 kuartal sebelumnya, estimasi biasanya turun sekitar 2,5% selama kuartal berlangsung.
Rata-rata 10 tahun juga menunjukkan pola serupa, dengan estimasi earnings biasanya turun sekitar 2,2% selama kuartal.
Corporate guidance juga menjadi sinyal penting.
Dari 111 perusahaan S&P 500 yang sudah mengeluarkan EPS guidance untuk Q3, sebanyak 72 memberikan outlook positif dan 42 memberikan outlook negatif.
Jumlah positive guidance ini berada di atas rata-rata lima tahun sebanyak 43 perusahaan dan rata-rata 10 tahun sebanyak 41 perusahaan.
Porsi perusahaan yang mengeluarkan guidance positif mencapai 63%, dibandingkan rata-rata lima tahun 57% dan rata-rata 10 tahun 51%.
Sebagai hasilnya, konsensus kini memperkirakan pertumbuhan earnings S&P 500 sebesar 28,7% YoY pada Q3, naik dari estimasi 26,6% pada 30 Juni.
Jika terealisasi, ini akan menjadi kuartal ketiga berturut-turut dengan pertumbuhan earnings di atas 25%, sekaligus kuartal kedelapan berturut-turut dengan pertumbuhan EPS dua digit.
Seluruh 11 sektor diperkirakan mencatat pertumbuhan earnings secara year-over-year, dengan lima sektor diproyeksikan tumbuh dua digit.
Pertumbuhan earnings terkuat diperkirakan datang dari Energy, Information Technology, Communication Services, dan Materials.
Analis juga menaikkan estimasi revenue.
Perusahaan S&P 500 kini diperkirakan membukukan pertumbuhan revenue Q3 sebesar 11,9% YoY, dibandingkan estimasi 10,9% pada akhir Juni.
Jika tercapai, ini akan menjadi kuartal ketiga berturut-turut dengan pertumbuhan revenue dua digit.
Seluruh 11 sektor diperkirakan membukukan pertumbuhan revenue secara year-over-year, dipimpin oleh Information Technology, Energy, dan Communication Services.
Ekspektasi untuk periode selanjutnya juga masih tinggi.
Analis memperkirakan pertumbuhan earnings sebesar 26,3% untuk Q4 dan 31,6% YoY untuk full-year 2026.
Pada saat yang sama, forward P/E S&P 500 berada di 19,1x, lebih rendah dari rata-rata lima tahun sebesar 19,8x dan level 20,4x pada akhir Q2, tetapi sedikit di atas rata-rata 10 tahun sebesar 19,0x.
Dua perusahaan S&P 500 dijadwalkan melaporkan hasil Q3 pada pekan mendatang.
Energy: Harga Minyak Dorong Ekspektasi Earnings
Sektor Energy mencatat kenaikan terbesar pada estimasi earnings dalam nominal dolar dibandingkan seluruh 11 sektor S&P 500 sejak akhir Juni.
Proyeksi laba naik 14,8%, dari US$47,0 miliar menjadi US$54,0 miliar.
Salah satu pendorong utamanya adalah kenaikan harga minyak sebesar 47% sejak 30 Juni, dari US$69,50 menjadi US$102,50 per barel.
- Akibatnya, ekspektasi pertumbuhan earnings Q3 sektor Energy meningkat dari 79,3% menjadi 105,7% YoY.
- Sektor Energy sendiri sudah naik 22,6% dalam periode yang sama, menjadi sektor dengan performa terbaik di indeks.
- Estimasi EPS dinaikkan untuk 8 dari 21 perusahaan Energy, atau sekitar 38% sektor.
- Dalam tiga kasus, revisinya melebihi 10%: Marathon Petroleum dari US$10,43 menjadi US$21,16, Valero Energy dari US$9,66 menjadi US$17,58, dan Phillips 66 dari US$6,38 menjadi US$10,32.
- Perusahaan-perusahaan tersebut, bersama Exxon Mobil yang estimasi EPS-nya naik dari US$3,36 menjadi US$3,65 dan Chevron dari US$4,34 menjadi US$4,65, memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan proyeksi earnings sektor.
Information Technology: Revisi Naik Terjadi Luas
Information Technology menempati posisi kedua dalam hal perbaikan ekspektasi earnings sejak awal kuartal.
Proyeksi agregat naik 3,9%, dari US$246,5 miliar menjadi US$256,0 miliar, sementara ekspektasi pertumbuhan earnings Q3 naik dari 56,9% menjadi 63,0% YoY.
Sejak akhir Juni, sektor ini naik sekitar 2%.
- Revisi naik terjadi cukup luas. Estimasi EPS dinaikkan untuk 58 dari 73 perusahaan, atau 79% sektor.
- Sebanyak 25 perusahaan mendapat revisi lebih dari 10%.
- Beberapa revisi terbesar antara lain Dell Technologies dari US$4,21 menjadi US$6,56, Intel dari US$0,28 menjadi US$0,39, Teradyne dari US$1,50 menjadi US$2,08, dan Nvidia dari US$2,35 menjadi US$2,47.
- Dell, Cisco Systems yang estimasi EPS-nya naik dari US$1,16 menjadi US$1,32, dan Intel memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan proyeksi earnings sektor dalam nominal dolar.
Financials: JPMorgan dan Goldman Sachs Jadi Penopang
Sektor Financials mencatat kenaikan terbesar ketiga dalam proyeksi earnings di antara sektor S&P 500.
Sejak 30 Juni, estimasi agregat naik 2,2%, dari US$121,3 miliar menjadi US$124,0 miliar, sementara ekspektasi pertumbuhan earnings Q3 naik dari 1,3% menjadi 3,5% YoY.
Pada saat yang sama, sektor ini naik 5,7% sejak akhir Juni, menjadi sektor dengan performa terbaik kedua di antara 11 sektor.
- Estimasi EPS dinaikkan untuk 42 dari 76 perusahaan Financials, atau sekitar 55% sektor.
- Dalam tiga kasus, revisinya lebih dari 10%: Goldman Sachs dari US$14,09 menjadi US$16,42, Robinhood Markets dari US$0,46 menjadi US$0,52, dan Allstate dari US$5,84 menjadi US$6,54.
- JPMorgan Chase, yang estimasi EPS-nya naik dari US$5,49 menjadi US$5,62, dan Goldman Sachs memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan proyeksi earnings sektor.
Materials: Dow dan Newmont Tekan Estimasi
Sektor Materials mencatat penurunan terbesar dalam proyeksi earnings di antara seluruh 11 sektor S&P 500.
Sejak akhir Juni, estimasi konsensus turun 8,1%, dari US$18,1 miliar menjadi US$16,6 miliar.
Ekspektasi pertumbuhan earnings Q3 juga turun dari 42,4% menjadi 30,9% YoY.
Sektor Materials sendiri turun sekitar 1,3% sejak 30 Juni.
Estimasi EPS diturunkan untuk 19 dari 25 perusahaan, atau 76% sektor.
Dalam lima kasus, penurunannya melebihi 10%: Dow dari US$0,72 menjadi US$0,20 dan Newmont dari US$2,50 menjadi US$2,18.
Dow dan Newmont memberikan dampak negatif terbesar terhadap proyeksi earnings sektor.
Consumer Staples: Walmart Jadi Beban Utama
Proyeksi earnings sektor Consumer Staples turun 3,5% sejak akhir Juni, dari US$38,6 miliar menjadi US$37,2 miliar.
Akibatnya, ekspektasi pertumbuhan earnings Q3 turun dari 6,2% menjadi 2,5% YoY.
Dalam periode yang sama, sektor ini naik sekitar 0,6%.
- Estimasi EPS diturunkan untuk 25 dari 34 perusahaan, atau sekitar 74% sektor.
- Dalam sembilan kasus, revisinya turun lebih dari 10%, termasuk Dollar Tree dari US$1,37 menjadi US$0,93, Tyson Foods dari US$0,83 menjadi US$0,68, Mondelez International dari US$0,72 menjadi US$0,68, dan Walmart dari US$0,64 menjadi US$0,57.
- Walmart memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan proyeksi earnings sektor.
Health Care: Estimasi Turun di Banyak Perusahaan
Sektor Health Care mencatat penurunan terbesar ketiga dalam proyeksi earnings di S&P 500.
Estimasi agregat turun 2,5%, dari US$80,5 miliar menjadi US$78,4 miliar.
Ekspektasi pertumbuhan earnings Q3 juga turun dari 8,7% menjadi 6,0% YoY.
Meski demikian, sektor ini naik sekitar 4,5% sejak akhir Juni, menjadi sektor dengan performa terbaik ketiga di indeks.
- Estimasi EPS diturunkan untuk 59 dari 69 perusahaan, atau sekitar 86% sektor.
- Dalam 38 kasus, penurunannya melebihi 10%.
- Revisi terbesar termasuk Humana dari US$0,94 menjadi US$0,20, Incyte dari US$3,95 menjadi US$2,83, Biogen dari US$1,51 menjadi US$2,03, Pfizer dari US$0,85 menjadi US$0,76, dan Johnson & Johnson dari US$3,02 menjadi US$2,90.
- Pfizer dan Biogen memberikan kontribusi negatif terbesar terhadap proyeksi earnings sektor.
Frasers Masuk Under Armour di Harga Murah, Bukan Sinyal Takeover
S&P 500 Cetak Rekor, Fokus Pasar Beralih ke Earnings
US Open: Wall Street Menguat, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Mereda
Marvell Bisa Jadi Penerima Manfaat Bottleneck AI Berikutnya
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.