- Sebanyak 88% perusahaan yang telah melapor melampaui estimasi EPS.
- Pertumbuhan laba S&P 500 mencapai 24,7% secara tahunan.
- Micron dan Nvidia menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan laba indeks.
- Perusahaan di luar Magnificent 7 mulai memberikan kontribusi yang lebih besar.
- Forward P/E S&P 500 berada di 20,3, masih di atas rata-rata historis.
- Sebanyak 88% perusahaan yang telah melapor melampaui estimasi EPS.
- Pertumbuhan laba S&P 500 mencapai 24,7% secara tahunan.
- Micron dan Nvidia menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan laba indeks.
- Perusahaan di luar Magnificent 7 mulai memberikan kontribusi yang lebih besar.
- Forward P/E S&P 500 berada di 20,3, masih di atas rata-rata historis.
Musim laporan keuangan kuartal kedua 2026 dimulai dengan sangat kuat, meskipun baru sekitar 10% perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan hasilnya. Skala kejutan positif dan revisi proyeksi menunjukkan bahwa pertumbuhan laba berpotensi tetap berada jauh di atas 20%, meskipun valuasi pasar secara keseluruhan relatif tinggi. Mari melihat apa yang ditunjukkan oleh data FactSet hingga Jumat, 17 Juli.
Informasi Utama
- Sebanyak 88% perusahaan yang telah melaporkan hasil keuangan berhasil melampaui ekspektasi laba per saham atau EPS, sementara 85% mencatat pendapatan di atas estimasi konsensus.
- Pertumbuhan laba keseluruhan S&P 500 pada kuartal kedua saat ini mencapai 24,7% secara tahunan. Apabila laju tersebut dapat dipertahankan, ini akan menjadi kuartal kedua berturut-turut dengan pertumbuhan laba di atas 20%.
- Pada 30 Juni, pertumbuhan laba masih diperkirakan sekitar 24% secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa proyeksi membaik setelah laporan keuangan mulai dirilis.
- Di delapan sektor, hasil aktual maupun proyeksi saat ini lebih tinggi dibandingkan posisi pada akhir Juni, didukung revisi naik estimasi EPS dan kejutan positif.
- Untuk kuartal ketiga 2026, empat perusahaan memberikan proyeksi EPS negatif, sementara lima perusahaan memberikan panduan positif.
- Rasio forward P/E S&P 500 berada di 20,3 dan tetap lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun sebesar 19,9 serta rata-rata sepuluh tahun sebesar 19,0.
Apakah Big Tech Akan Mendorong Bull Market Berikutnya?
Perusahaan dalam kelompok “Magnificent 7” tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan laba S&P 500. Namun, keunggulan mereka dibandingkan perusahaan lainnya dalam indeks mulai menyempit.
Pada kuartal kedua 2026, laba Magnificent 7 diperkirakan tumbuh lebih cepat dibandingkan 493 perusahaan lainnya. Meski demikian, perusahaan di luar kelompok teknologi terbesar mulai memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan laba.
Data tersebut menunjukkan bahwa pemulihan laba semakin meluas, bukan hanya merupakan kelanjutan dominasi Magnificent 7.
- Pertumbuhan laba Magnificent 7 pada kuartal kedua 2026 diperkirakan mencapai 31,1% secara tahunan, dibandingkan 22,8% untuk 493 perusahaan lainnya dalam indeks.
- Apabila 493 perusahaan tersebut benar-benar mencatat pertumbuhan laba sebesar 22,8%, ini akan menjadi hasil terbaik mereka sejak kuartal keempat 2021, ketika pertumbuhan mencapai 32,3%.
- Empat dari lima perusahaan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan laba S&P 500 bukan bagian dari Magnificent 7. Perusahaan tersebut adalah Micron Technology, Chevron, Exxon Mobil, dan Broadcom.
- Nvidia menjadi satu-satunya perusahaan Magnificent 7 yang masuk dalam lima besar kontributor pertumbuhan laba pada kuartal kedua.
- Micron dan Nvidia saat ini menjadi dua kontributor terbesar terhadap pertumbuhan laba keseluruhan indeks.
- Tanpa kontribusi Micron dan Nvidia, pertumbuhan laba total S&P 500 akan turun dari 24,7% menjadi 16,8%.
- Pada kuartal ketiga 2026, analis memperkirakan laba Magnificent 7 akan tumbuh sebesar 31,8%, dibandingkan 25,5% untuk 493 perusahaan lainnya.
- Pada kuartal keempat, proyeksi pertumbuhan Magnificent 7 turun menjadi 22,8%, sementara perusahaan lainnya diperkirakan tumbuh 25,3%.
- Artinya, pada akhir 2026, sebanyak 493 perusahaan di luar Magnificent 7 berpotensi untuk pertama kalinya dalam siklus ini mencatat pertumbuhan laba lebih cepat dibandingkan kelompok perusahaan teknologi terbesar.

Sumber: FactSet
Angka yang Sangat Kuat
Musim earnings kuartal kedua 2026 dimulai dengan hasil yang jauh lebih baik daripada perkiraan, baik dari sisi jumlah kejutan positif maupun besarnya selisih dibandingkan estimasi.
Pada tahap ini, baru sekitar 10% perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil keuangan sehingga data masih bersifat awal. Namun, hasil tersebut menunjukkan adanya percepatan pertumbuhan laba dan pendapatan.
Sektor finansial memberikan dukungan positif terbesar, sedangkan sektor kesehatan masih menjadi area utama yang mengalami tekanan.
- Sebanyak 88% perusahaan yang telah melaporkan hasil keuangan berhasil melampaui estimasi EPS, dibandingkan rata-rata lima tahun sebesar 78% dan rata-rata sepuluh tahun sebesar 76%.
- Total laba yang dilaporkan perusahaan berada 16,4% di atas proyeksi, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun sebesar 7,0% dan rata-rata sepuluh tahun sebesar 7,4%.
- Rata-rata historis mencakup seluruh hasil dari 500 perusahaan. Oleh karena itu, data tersebut tidak sepenuhnya dapat dibandingkan dengan kondisi saat ini yang baru mencakup sekitar 10% dari indeks.
- Pada pekan lalu, kejutan positif EPS di sektor finansial menjadi pendorong terbesar kenaikan proyeksi pertumbuhan laba S&P 500.
- Sejak 30 Juni, kenaikan proyeksi indeks terutama didorong oleh bank dan perusahaan finansial lainnya. Namun, sebagian dampak tersebut diimbangi oleh revisi turun proyeksi laba sektor kesehatan.
- Pertumbuhan laba keseluruhan kuartal kedua saat ini berada di 24,7% secara tahunan, dibandingkan 22,5% pada pekan sebelumnya dan 23,2% pada akhir Juni.
- Apabila pertumbuhan laba tetap berada di 24,7%, ini akan menjadi kuartal kedua berturut-turut dengan pertumbuhan di atas 20% serta kuartal ketujuh berturut-turut dengan pertumbuhan dua digit.
- Sebanyak sepuluh dari sebelas sektor melaporkan atau diperkirakan mencatat pertumbuhan laba secara tahunan.
- Enam sektor diperkirakan mencatat pertumbuhan dua digit, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor energi, teknologi informasi, dan material.
- Sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang diperkirakan mencatat penurunan laba dibandingkan tahun sebelumnya.
- Sebanyak 85% perusahaan yang telah melaporkan hasil keuangan mencatat pendapatan di atas estimasi konsensus, dibandingkan rata-rata lima tahun sebesar 70% dan rata-rata sepuluh tahun sebesar 68%.
- Secara keseluruhan, pendapatan berada 3,8% di atas estimasi. Sebagai perbandingan, rata-rata kejutan positif selama lima tahun terakhir berada di 1,9% dan rata-rata sepuluh tahun sebesar 1,6%.
- Pertumbuhan pendapatan keseluruhan pada kuartal kedua naik menjadi 12,8% secara tahunan, dibandingkan 12,3% pada pekan sebelumnya dan 12,2% pada akhir Juni.
- Sektor finansial memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan pertumbuhan pendapatan, baik selama sepekan terakhir maupun sejak akhir Juni.
- Apabila pertumbuhan pendapatan akhirnya mencapai 12,8%, ini akan menjadi hasil terbaik sejak kuartal kedua 2022, ketika pertumbuhan mencapai 13,9%.
- Hasil tersebut juga akan menandai kuartal kedua berturut-turut dengan pertumbuhan pendapatan dua digit bagi indeks S&P 500.
Pertumbuhan Pendapatan S&P 500 Tetap Kuat?
Pertumbuhan pendapatan pada kuartal kedua 2026 tetap terjadi secara luas di seluruh sektor. Seluruh sebelas sektor S&P 500 melaporkan atau diperkirakan mencatat pertumbuhan pendapatan secara tahunan.
Pada saat yang sama, besarnya kejutan positif laba berada di atas rata-rata historis. Namun, dengan tingkat valuasi saat ini, pasar tetap mengharapkan pertumbuhan laba yang kuat.
Musim earnings akan semakin aktif pada pekan ini, ketika 86 perusahaan dalam indeks dijadwalkan merilis laporan keuangan, termasuk empat perusahaan anggota Dow Jones Industrial Average.
- Pertumbuhan pendapatan tertinggi diperkirakan berasal dari sektor teknologi informasi, energi, dan layanan komunikasi.
- Analis memperkirakan laba S&P 500 akan tumbuh 27,0% secara tahunan pada kuartal ketiga 2026 dan 24,6% pada kuartal keempat.
- Untuk keseluruhan tahun 2026, konsensus memperkirakan pertumbuhan laba sebesar 24,5% secara tahunan.
- Proporsi perusahaan yang melampaui estimasi EPS lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahunan sebesar 80%, rata-rata lima tahun sebesar 78%, dan rata-rata sepuluh tahun sebesar 76%.
- Rata-rata historis mencakup hasil lengkap seluruh 500 perusahaan. Oleh karena itu, perbandingan dengan tahap awal musim earnings saat ini perlu dilakukan secara hati-hati.
- Proporsi kejutan positif EPS tertinggi tercatat di sektor komunikasi, kesehatan, dan real estate, ketika 100% perusahaan yang telah melapor berhasil melampaui estimasi.
- Di sektor finansial, sebanyak 89% perusahaan mencatat EPS di atas ekspektasi.
- Proporsi kejutan positif terendah terdapat di sektor barang konsumsi diskresioner dan barang kebutuhan pokok, masing-masing sebesar 80%.
- Gabungan laba perusahaan yang telah melaporkan hasil keuangan berada 16,4% di atas ekspektasi.
- Besarnya kejutan positif tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahunan sebesar 9,2%, rata-rata lima tahun sebesar 7,0%, dan rata-rata sepuluh tahun sebesar 7,4%.
- Sektor barang konsumsi diskresioner mencatat kejutan positif agregat terbesar, dengan laba 44,3% lebih tinggi dibandingkan estimasi.
- Nike memberikan kontribusi terbesar terhadap sektor tersebut dengan melaporkan EPS sebesar US$0,72, jauh di atas estimasi US$0,12.
- Laba GAAP Nike mencakup keuntungan satu kali sebesar US$0,52 per saham yang terkait dengan perkiraan pemulihan dana dari tarif IEEPA.
- Sektor finansial mencatat kejutan positif agregat terbesar kedua, dengan laba 21,7% lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus.
- Kejutan positif terbesar selanjutnya berasal dari sektor teknologi informasi, ketika laba tercatat 14,2% di atas estimasi.
- Di sektor tersebut, Micron mencatat kejutan terbesar dengan EPS sebesar US$25,11, dibandingkan estimasi US$20,86.
- Sektor kesehatan menempati posisi keempat berdasarkan besarnya kejutan positif, dengan laba 11,9% di atas estimasi konsensus.
- UnitedHealth Group melaporkan EPS sebesar US$6,38, dibandingkan estimasi US$4,91.

Sumber: FactSet
Nasdaq Tertekan, Saham AI dan Harga Minyak Jadi Sorotan
Market Wrap: Futures Wall Street Rebound di Tengah Konflik Iran
US Open: Saham Chip Pimpin Rebound Wall Street
S&P 500 vs Equal Weight: Apakah Dominasi Big Tech Mulai Berakhir?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.