- Pembukaan sesi pertama pekan ini belum mampu memberikan arah yang jelas bagi pasar.
- Futures indeks utama Wall Street mencatatkan penurunan kecil saat pembukaan, terbatas di sekitar 0,2%.
- Dengan minimnya katalis makroekonomi besar dan tidak adanya laporan earnings dari perusahaan berkapitalisasi besar, pasar kembali berfokus pada situasi yang belum pasti di sekitar Selat Hormuz.
- Meski terdapat sejumlah pernyataan dari Presiden AS dan Menteri Keuangan, belum ada kesepakatan yang tercapai dan detail konkret masih sangat terbatas.
- Kegelisahan dan ketidaksabaran investor terlihat jelas di pasar komoditas.
- Brent kembali bergerak di atas US$85 per barel, sementara harga gas alam di Eropa mendekati €60.
- Berdasarkan informasi parsial dari sejumlah sumber, termasuk Reuters, pihak Iran masih enggan mengurangi tuntutannya terkait biaya transit.
- Di antara saham MAG7 yang menguat, Alphabet saat ini memimpin, sebagian didukung oleh pembelian dari Berkshire.
- Microsoft dan Apple tertinggal.
- SpaceX juga kembali menguat sekitar 3%, sebagian ditopang optimisme terhadap hasil Rocket Lab yang masih belum dipublikasikan.
Berita Perusahaan
- Apple (AAPL.US): Saham Apple (AAPL.US) turun sekitar 1% setelah menerima rekomendasi negatif dari sebuah bank investasi. Dalam penilaiannya, analis terutama menyoroti tekanan terhadap margin dan pricing iPhone generasi baru.
- Intel (INTC.US): Saham Intel (INTC.US) turun hingga 3% pada pembukaan setelah perusahaan mengumumkan penerbitan saham baru untuk membiayai investasi. Nilai penerbitan tersebut mencapai US$15 miliar.
- HP (HPQ.US): Saham HP (HPQ.US) naik sekitar 6% setelah menerima rekomendasi positif dari sebuah perusahaan investasi. Dalam laporannya, analis menyoroti adanya tambahan permintaan yang didorong oleh investasi AI.
- Barrick Mining (GOLD.US): Saham Barrick Mining (B.US) turun sekitar 4% setelah menandatangani kesepakatan penyelesaian dengan Newmont Corp terkait joint venture mereka di Nevada.
Data Makroekonomi
-
Satu jam sebelum penutupan perdagangan Wall Street, Beth M. Hammack dijadwalkan memulai konferensi. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland tersebut akan berbicara mengenai kebijakan moneter. Hammack secara konsisten mendukung penekanan lebih besar pada inflasi dan target inflasi. Ia termasuk salah satu pejabat The Fed yang paling hawkish, dan pasar memperkirakan narasi tersebut akan tetap dipertahankan dalam konferensinya.
Market Wrap: NFP Jadi Kunci saat Minyak Kembali Melonjak
Market Wrap: Hormuz Belum Dibuka, Pasar Tetap Bertaruh Damai
Daily Summary: Nasdaq Naik 3%, AMD Hadapi Ujian Besar
US Open: S&P 500 Cetak Rekor, Chip Mulai Rebound
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.