Apa yang Layak Dipantau Hari Ini?
Kalender makroekonomi hari ini sangat ringan. Karena itu, geopolitik menjadi penggerak utama pasar. Harga minyak Brent naik menuju sekitar US$84 per barel setelah Iran memperketat syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz, termasuk pencabutan sanksi, berakhirnya blokade, dan penghentian operasi militer. Selain itu, serangan terhadap kapal yang terkait dengan ADNOC serta serangan Houthi terhadap kilang Aramco di Jazan membuka potensi front kedua yang nyata dalam konflik.

Volatilitas saat ini terlihat pada sejumlah instrumen menjelang pembukaan sesi perdagangan Eropa. Sumber: xStation
Trump lebih memilih fokus pada tekanan ekonomi dibanding melancarkan serangan udara baru. Namun, pendekatan ini juga membuat peluang tercapainya kesepakatan mengenai Selat Hormuz tetap terbatas. Sementara itu, Bank of Japan memberi sinyal mengenai risiko inflasi yang terlalu tinggi dan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September. Yen sedikit melemah, sedangkan mata uang utama lainnya bergerak dalam rentang yang relatif sempit. Bursa saham Asia menguat setelah data tenaga kerja AS pada Jumat yang lebih lemah dari perkiraan meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Fokus pasar akan meningkat mulai Rabu dengan rilis CPI AS. Pekan perdagangan akan ditutup dengan sejumlah data ekonomi dari AS dan Zona Euro pada Jumat.

Dari sisi korporasi, beberapa perusahaan utama yang dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini termasuk Cisco dan Applied Materials. Earnings kedua perusahaan tersebut berpotensi menjadi perhatian investor, terutama karena keduanya memiliki eksposur besar terhadap belanja teknologi, semikonduktor, infrastruktur jaringan, dan tren investasi AI. Sumber: XTB Research
Caterpillar Bisa Jadi Pemenang dari Krisis Selat Hormuz?
Market Wrap: Hormuz Memanas, Wall Street Tunggu CPI AS
D.R. Horton: Proxy Inflasi Tersembunyi di Sektor Properti AS
Daily summary: NFP Lemah Tekan Dolar, Saham AS Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.