Harga emas turun lebih dari 1,5% hari ini ke level USD 4.500 per ounce, sementara perak mencatat penurunan tajam hampir 5% ke USD 74 per ounce di tengah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi. Setidaknya dalam jangka pendek, fundamental tampak mendukung dolar AS, yang mendapat dorongan dari solidnya data ekonomi AS, tingginya harga minyak, serta ketidakpastian yang terus berlanjut terkait konflik Timur Tengah dan implikasi inflasinya yang mulai terlihat secara bertahap.
Berita Utama
- Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun naik hari ini ke level tertinggi sejak tahun 2007.
- Komentar dari Donald Trump menunjukkan bahwa AS berpotensi kembali menyerang Iran, meskipun belum ada keputusan final yang diambil.
- Scott Bessent menyatakan bahwa AS tidak ingin terburu-buru memperpanjang gencatan tarif dengan China, yang dapat diinterpretasikan investor sebagai risiko berlanjutnya perang dagang baru.
GOLD & SILVER charts (D1)
Emas saat ini mendekati exponential moving average EMA200 pada grafik 200 sesi (garis merah) di sekitar USD 4.330 per ounce. Pergerakan di bawah level ini dapat menjadi sinyal breakout bearish dari pola symmetrical triangle. Sebaliknya, rebound di atas USD 4.750 akan mengindikasikan potensi kembalinya tren bullish jangka panjang.

Sumber: xStation5
Untuk perak, level support utama terlihat berada di USD 70 per ounce, yang berdekatan dengan EMA200 (garis merah).

Sumber: xStation5
Kalender Ekonomi: Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi AS
Market Wrap: Pasar Pulih Setelah Meredanya Ketegangan Iran-Israel
Harga Minyak Brent Pangkas Kenaikan di Tengah Harapan Diplomasi
Emas Tertekan Yield Obligasi dan Dolar AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.