- Harga emas menguat setelah muncul harapan gencatan senjata selama 10 hari antara Amerika Serikat dan Iran.
- Deeskalasi berpotensi menurunkan harga minyak dan mengurangi tekanan inflasi.
- Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi harga emas.
- Penembusan dan keberhasilan mempertahankan level $4.000 memperkuat sentimen teknikal jangka pendek.
- Resistance utama berikutnya berada di sekitar $4.800 dan $5.000 per ons.
- Harga emas menguat setelah muncul harapan gencatan senjata selama 10 hari antara Amerika Serikat dan Iran.
- Deeskalasi berpotensi menurunkan harga minyak dan mengurangi tekanan inflasi.
- Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi harga emas.
- Penembusan dan keberhasilan mempertahankan level $4.000 memperkuat sentimen teknikal jangka pendek.
- Resistance utama berikutnya berada di sekitar $4.800 dan $5.000 per ons.
Harga emas menguat seiring investor berharap terhadap kemungkinan tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Potensi deeskalasi dapat menurunkan harga minyak, meredakan tekanan inflasi, dan mengurangi risiko pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve.
Logam mulia juga memperoleh dukungan teknikal setelah berhasil menembus dan mempertahankan level penting $4.000 per ons.
Fakta Utama
- Dalam beberapa hari terakhir, Iran dikabarkan menerima proposal dari mediator untuk memberlakukan gencatan senjata selama 10 hari. Kabar tersebut meningkatkan harapan akan meredanya ketegangan di Timur Tengah, meskipun optimisme tersebut pada akhirnya dapat terbukti hanya berlangsung sementara.
- Meskipun demikian, Donald Trump tetap mempertahankan sikap eskalatif terhadap Teheran. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat siap menyerang infrastruktur penting Iran apabila pasukan Iran kembali menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz. Ia juga mengatakan bahwa masyarakat Amerika “tidak menentang perang”.
- Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi dan mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama.
- Level $4.000 per ons tetap menjadi support psikologis penting. Namun, kekhawatiran terhadap suku bunga dan ketidakpastian yang masih berlangsung di pasar minyak dapat membatasi ruang pemulihan harga emas.
Deeskalasi Dapat Mengurangi Tekanan dari Minyak dan Inflasi
Harga minyak yang tinggi akibat gangguan pasokan di Teluk Persia masih memberikan tekanan terhadap emas. Kenaikan biaya energi meningkatkan risiko inflasi yang bertahan lebih lama dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan suku bunga pada level restriktif atau bahkan kembali menaikkannya.
Meskipun emas secara luas dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang, aset tersebut tidak menghasilkan pendapatan.
Karena itu, kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan opportunity cost dari memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut dapat mengurangi permintaan investasi terhadap logam mulia.
Prospek The Fed Tetap Menjadi Penggerak Utama
Investor kini menantikan keputusan kebijakan Federal Reserve dan komentar Ketua The Fed Kevin Warsh setelah pertemuan pekan depan.
Pasar saat ini memperhitungkan probabilitas sebesar 64% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September.
Dari sisi teknikal, penembusan di atas garis tren turun yang terbentuk sejak 6 Juli telah memperbaiki sentimen jangka pendek.
Namun, harga emas masih berpotensi tertahan dalam rentang konsolidasi yang luas hingga investor memperoleh sinyal yang lebih jelas mengenai arah suku bunga AS dan perkembangan konflik di Timur Tengah.
Meskipun demikian, kekhawatiran terhadap pengetatan kebijakan The Fed lebih lanjut mungkin terlalu berlebihan.
Ketua The Fed Kevin Warsh belum menunjukkan bahwa tambahan kenaikan suku bunga saat ini menjadi skenario dasar. Selain itu, semakin dekatnya pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada akhir tahun dapat mengurangi kemungkinan pengetatan kebijakan moneter menjelang pemungutan suara.
Dari sudut pandang teknikal, resistance utama berikutnya untuk harga emas berada di sekitar $4.800 dan $5.000 per ons. Kedua level tersebut diperkuat oleh reaksi harga sebelumnya.
Sementara itu, level $4.000 tetap menjadi area support utama.
Minyak Dekati $95, Konflik AS-Iran Memanas
Rally Minyak Menguat di Tengah Konflik
Market Wrap: Nasdaq Naik, Minyak Brent Tembus $92
Daily Summary: Nasdaq Naik 2%, Saham Teknologi Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.