Harga emas naik hampir 2% hari ini, menguat seiring gencatan senjata di Timur Tengah hingga mencapai sekitar $4.800, sementara perak bergerak di atas $77 per ons, mencatat kenaikan hampir 6%. Prospek harga minyak yang lebih rendah serta pembukaan kembali Selat Hormuz tampaknya meredakan risiko inflasi dan, pada gilirannya, memperbaiki prospek terkait pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh bank sentral.
Momentum pasar yang baru ini menekan dolar AS hari ini, memicu rebound hampir 0,8% pada pasangan EURUSD, sementara pelemahan mata uang AS memberikan dukungan tambahan terhadap aliran dana masuk ke logam mulia. Kondisi yang lebih stabil di pasar energi juga meningkatkan harapan terhadap permintaan industri yang lebih stabil untuk perak, yang seharusnya memperkuat fundamental di balik kenaikan ini — dengan syarat gencatan senjata dua minggu antara AS, Israel, dan Iran berkembang menjadi perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah dan pada akhirnya menghasilkan kesepakatan damai final.
Untuk saat ini, skenario tersebut masih mungkin terjadi, tetapi jauh dari pasti. Iran tetap mempertahankan posisi negosiasi yang cukup maksimalis, termasuk kontrol penuh atas Selat Hormuz, hak untuk menjalankan program nuklir sipil, serta pencabutan sanksi.
GOLD dan SILVER (grafik D1)
Emas mengalami pullback setelah mencapai $4.850 (EMA 50 hari, garis oranye), dan penembusan di atas level tersebut kini menjadi tantangan utama bagi para bullish. Perlu dicatat bahwa harga baru-baru ini menunjukkan respons positif, kembali bergerak di atas EMA 200 hari (garis merah) dan memulai impuls kenaikan baru. Dalam skenario penurunan, area di sekitar $4.350 dapat menjadi level support yang sangat penting; dari titik terendah lokal terbaru, emas telah rebound hampir 20%.

Sumber: xStation5
Perak diperdagangkan hari ini pada level tertinggi sejak 18 Maret, namun masih jauh di bawah level yang terlihat pada akhir Januari, ketika harganya mendekati $120 per ons. Seperti halnya emas, area di sekitar $65 saat ini tampak menjadi level support penting untuk perak.

Sumber: xStation5
Era Powell Usai, Ketidakpastian Baru Muncul
Amazon Q1 2026: AI Jadi Kunci, Tapi Tekanan CapEx Membesar
Meta Q1: Fokus ke AI, CAPEX, dan Monetisasi
Kalender Ekonomi: Big Tech Earnings & The Fed Bisa Hentikan Reli Pasar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.