Inflasi CPI Amerika Serikat mencapai 4,2% pada bulan Mei, menandai level tertinggi sejak April 2023. Namun, pasar menemukan alasan untuk optimistis dari inflasi inti (Core CPI), yang hanya naik 0,2%. Data tersebut menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi pasar saham Amerika Serikat untuk bernapas sejenak. Setelah membuka sesi perdagangan dengan pelemahan sekitar 0,5%, Nasdaq Composite dan S&P 500 kini hanya bergerak sedikit di bawah level penutupan sebelumnya.
Selama beberapa hari terakhir, sentimen penghindaran risiko di Amerika Serikat terlihat meningkat. Kondisi ini kemungkinan tidak hanya dipicu oleh ketidakpastian terkait perkembangan konflik di Timur Tengah, tetapi juga oleh IPO SpaceX yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
Terkait konflik AS-Iran yang terus menjadi perhatian pasar, investor tampaknya tidak menganggap serangan yang terjadi kemarin sebagai awal dari eskalasi besar. Hal tersebut tercermin dari kenaikan harga minyak yang relatif terbatas, dengan Brent saat ini diperdagangkan sedikit di bawah level US$93 per barel.
Gambar 1: Dashboard Nasdaq 100 (10.06.2026)
Sumber: XTB Research, 10.06.2026
Gambar 2: Saham Pencetak Kenaikan dan Penurunan Terbesar di Nasdaq 100 (10.06.2026)
Sumber: Bloomberg, 10.06.2026
Gambar 3: Peta Panas Sektor Nasdaq 100 (10.06.2026)
Sumber: XTB Research, 10.06.2026
US Open: Saham Chip Pimpin Penguatan Pasar AS
General Motors Lampaui Estimasi dan Naikkan Proyeksi 2026
TSMC Naikkan Harga Chip, Biaya Infrastruktur AI Makin Mahal
Nasdaq Tertekan, Saham AI dan Harga Minyak Jadi Sorotan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.