Potensi kesepakatan antara AS dan kelompok Houthi kembali mengubah keseimbangan geopolitik di Timur Tengah.
Upaya mengamankan pelayaran internasional melalui Selat Bab al-Mandab tampaknya dilakukan tanpa memberikan perlindungan yang sama terhadap Arab Saudi, padahal kapal-kapal Saudi memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan pasokan minyak global.
Penolakan Washington terhadap permintaan dukungan militer, ditambah semakin kuatnya kontrol Houthi atas pesisir Yaman dan Pulau Perim, memberikan kelompok tersebut ruang lebih besar untuk terus menargetkan infrastruktur Arab Saudi.
Serangan terbaru terhadap fasilitas Saudi Aramco di kota pelabuhan Yanbu di Laut Merah serta pangkalan di Khamis Mushait kembali menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan ekspor minyak Saudi.
Jalur laut di sepanjang pesisir barat kini menjadi lebih berisiko, memaksa Riyadh mengalihkan sebagian logistik dan transportasi menuju pelabuhan di Teluk Persia seperti Ras Tanura.
Perubahan rute tersebut memperpanjang waktu pengiriman, meningkatkan freight cost, dan mendorong premi asuransi lebih tinggi.
Kondisi tersebut berpotensi menciptakan geopolitical premium yang lebih permanen pada harga minyak mentah.
Respons Cepat Aramco Redam Kenaikan Harga
Meski risiko geopolitik masih nyata, pasar minyak justru mengabaikan serangan lanjutan dan mencatat penurunan harga.
Faktor fundamental utama berasal dari respons cepat Saudi Aramco.
Perusahaan mempercepat pembangunan jalur bypass untuk menggantikan bagian dari main long-distance pipeline yang rusak akibat serangan pekan lalu.
Aramco berencana memulihkan sekitar separuh kapasitas jalur utama hanya dalam beberapa hari. Sementara itu, kapasitas transmisi penuh diperkirakan dapat kembali dalam sekitar enam minggu.
Informasi tersebut mengurangi kekhawatiran terhadap risiko terhentinya pasokan East-to-West secara total dan memberikan alasan bagi investor untuk melakukan profit taking setelah kenaikan harga yang tajam sebelumnya.
Daily Summary - The Fed Naikkan Bunga, Wall Street Tertekan
The Fed Naikkan Bunga, Dolar Menguat
The Fed Naikkan Bunga, Sinyal Tetap Hawkish
Warsh Tegaskan Inflasi Jadi Prioritas The Fed
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.