- Harga emas rebound ke sekitar US$4.380 per ounce, menghapus penurunan setelah keputusan The Fed.
- Penurunan yield US Treasury dan harga minyak membantu meredakan tekanan terhadap emas.
- ETF berbasis emas masih mencatat inflow, menunjukkan permintaan investor tetap bertahan meski sempat terjadi sell-off.
- Kebijakan The Fed yang lebih hawkish masih menjadi risiko utama, dengan pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan
- Harga emas rebound ke sekitar US$4.380 per ounce, menghapus penurunan setelah keputusan The Fed.
- Penurunan yield US Treasury dan harga minyak membantu meredakan tekanan terhadap emas.
- ETF berbasis emas masih mencatat inflow, menunjukkan permintaan investor tetap bertahan meski sempat terjadi sell-off.
- Kebijakan The Fed yang lebih hawkish masih menjadi risiko utama, dengan pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan
Rebound emas saat ini didorong oleh meredanya tekanan dari The Fed, terutama setelah yield US Treasury mulai turun dari lonjakan sebelumnya. Harga emas naik sekitar 1% ke US$4.380 per ounce setelah rebound hampir 2% pada Kamis, sehingga telah menghapus penurunan yang terjadi setelah keputusan Federal Reserve dan konferensi pers Kevin Warsh.
Harga minyak kembali turun ke bawah US$103 per barel, sementara penguatan futures Dollar Index AS tidak menghentikan rebound yang lebih luas di pasar logam.
- Harga minyak turun untuk sesi ketiga berturut-turut. Pasar mulai memperkirakan risiko gangguan pasokan Timur Tengah dapat mereda, didukung rencana pemulihan cepat aliran melalui salah satu jalur pipa utama Arab Saudi serta masih berlangsungnya pergerakan sejumlah tanker melalui Selat Hormuz.
- Faktor lain yang mendukung harga emas adalah penurunan yield US Treasury setelah sebelumnya melonjak menyusul kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin.
- Meskipun sempat mengalami sell-off, ETF berbasis emas masih mencatat aliran dana masuk. Hal ini mengindikasikan permintaan investor tetap resilien dan keyakinan terhadap faktor pendukung emas dalam jangka panjang belum banyak berubah.
- Jalur kebijakan The Fed yang lebih hawkish tetap menjadi risiko bagi emas. Komentar Kevin Warsh meningkatkan ekspektasi setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan tahun ini, dengan potensi dua kenaikan berikutnya pada 2027.
US Open: Wall Street Rebound, Tech dan AI Menguat
Gold Naik 1,2%, Coba Rebut Lagi US$4.200
Oil Turun, Risiko Supply Belum Reda
Market Wrap: Wall Street Melemah, Gold Tembus US$4.200
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.