Harga emas naik sekitar 1% hari ini dan diperdagangkan di sekitar US$4.380 per ounce. Setelah rebound hampir 2% pada Kamis, emas kini telah menghapus penurunan yang terjadi setelah keputusan Federal Reserve dan konferensi pers Kevin Warsh.
Harga minyak kembali turun ke bawah US$103 per barel, sementara penguatan futures Dollar Index AS tidak menghentikan rebound yang lebih luas di pasar logam.
- Harga minyak turun untuk sesi ketiga berturut-turut. Pasar mulai memperkirakan risiko gangguan pasokan Timur Tengah dapat mereda, didukung rencana pemulihan cepat aliran melalui salah satu jalur pipa utama Arab Saudi serta masih berlangsungnya pergerakan sejumlah tanker melalui Selat Hormuz.
- Faktor lain yang mendukung harga emas adalah penurunan yield US Treasury setelah sebelumnya melonjak menyusul kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin.
- Meskipun sempat mengalami sell-off, ETF berbasis emas masih mencatat aliran dana masuk. Hal ini mengindikasikan permintaan investor tetap resilien dan keyakinan terhadap faktor pendukung emas dalam jangka panjang belum banyak berubah.
- Jalur kebijakan The Fed yang lebih hawkish tetap menjadi risiko bagi emas. Komentar Kevin Warsh meningkatkan ekspektasi setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan tahun ini, dengan potensi dua kenaikan berikutnya pada 2027.
BoJ Naik Bunga, Risiko Carry Trade Kembali
Ueda Tegaskan BoJ Belum Selesai Naikkan Bunga
BoJ Naikkan Bunga, Sinyalnya Kurang Kuat
Kalender Ekonomi: BoJ Naikkan Bunga, Pasar Pantau Data Global
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.