21.31 · 8 Juni 2026

Emas Tertekan Yield Obligasi dan Dolar AS

Kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar AS dalam beberapa hari terakhir terus membebani sentimen di pasar emas. Pada hari Senin, harga emas mencatat pemulihan moderat, dengan logam mulia tersebut kembali naik ke sekitar US$4.320 per ounce setelah sebelumnya turun ke US$4.270 pada awal sesi perdagangan.

Harga minyak telah menghapus sebagian besar kenaikan yang didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang juga membatasi potensi penguatan lebih lanjut pada dolar AS hari ini.

Presiden Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat dan dilaporkan mendesak Israel untuk tidak merespons serangan terbaru Teheran, yang melibatkan beberapa serangan terhadap target-target di Israel setelah berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon.

Ed Yardeni meyakini bahwa harga emas dapat turun ke level US$4.000 per ounce dalam jangka pendek, namun tetap konstruktif terhadap prospek jangka panjang. Ia mencatat bahwa logam mulia tersebut berpotensi mencapai sekitar US$5.500 per ounce pada akhir dekade ini.

Emas mencatat penurunan harian terbesar sejak Maret dan kinerja mingguan terburuk sejak akhir Maret. Laporan pasar tenaga kerja AS yang dirilis Jumat lalu dan lebih kuat dari ekspektasi telah meningkatkan biaya peluang dalam memegang emas, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap harga.

Emas (Interval D1)

Harga emas telah turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (sekitar US$4.445 per ounce), sebuah sinyal teknikal negatif yang mengindikasikan potensi perubahan tren. Aksi jual terbaru menantang keyakinan populer bahwa emas selalu berfungsi sebagai aset safe haven selama periode ketegangan geopolitik. Meskipun harga minyak melonjak dan konflik yang melibatkan Iran terus berlangsung, penerima manfaat utama sejauh ini justru adalah dolar AS dan saham-saham Wall Street, yang didukung oleh kepercayaan pasar yang tetap kuat terhadap narasi pertumbuhan yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI).

Sumber: xStation5

6 Juni 2026, 01.26

CPI AS, ECB, dan IPO SpaceX Jadi Sorotan Pekan Depan

5 Juni 2026, 20.33

NFP Kuat Tekan Emas, Dolar AS Menguat

5 Juni 2026, 12.45

Market Wrap: Rotasi Sektor Tekan Saham AI dan Teknologi

4 Juni 2026, 00.55

Daily Summary: Minyak Menguat, Saham Teknologi Tertekan

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.