Harga minyak hanya menunjukkan sedikit reaksi terhadap komentar dari sumber senior Iran yang menyatakan bahwa saat ini tidak ada pembicaraan mengenai perpanjangan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
Minimnya pergerakan harga minyak menunjukkan bahwa investor masih memperkirakan deeskalasi ketegangan di Timur Tengah akan berlangsung secara bertahap meskipun muncul headline terbaru.
- Dari perspektif Teheran, tidak ada tenggat formal yang dapat diperpanjang karena menurut pihak Iran, gencatan senjata tersebut tidak memiliki tanggal mulai resmi yang ditetapkan.
- Iran mengklaim bahwa Amerika Serikat melanggar kesepakatan sementara dalam 48 jam pertama dan kemudian menarik diri dari perjanjian tersebut.
- Pembicaraan saat ini terutama berfokus pada potensi kembalinya AS ke memorandum of understanding atau MOU serta penyusunan timeline untuk menjalankan komitmen sebelumnya.
- Menurut pihak Iran, belum ada kemajuan signifikan dalam negosiasi tersebut.
Apa yang Ditunjukkan Data IEA?
Pada saat yang sama, IEA kembali merevisi secara signifikan estimasi historis permintaan minyak global.
Besarnya revisi menunjukkan bahwa konsumsi ternyata jauh lebih kuat dibandingkan asumsi sebelumnya.
- Konsumsi minyak global pada 2025 kini diperkirakan sebesar 104,8 juta barel per hari, sekitar 300.000 barel per hari di atas estimasi sebelumnya.
- Yang lebih menarik, dibandingkan proyeksi setahun lalu, estimasi permintaan 2025 saat ini lebih tinggi hingga 1,1 juta barel per hari.
- Meski permintaan direvisi naik secara signifikan, IEA masih memperkirakan pasar minyak mengalami oversupply pada 2025, dengan rata-rata pasokan sekitar 106,3 juta barel per hari.
- IEA kini memperkirakan konsumsi minyak global mencapai sekitar 105,7 juta barel per hari pada 2027. Angka ini sudah lebih tinggi dari level 105,6 juta barel per hari yang setahun lalu diperkirakan menjadi puncak permintaan minyak global pada 2029.
Revisi berturut-turut tersebut menunjukkan bahwa permintaan minyak global ternyata lebih tangguh dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Dalam pandangan kami, hal ini memperlemah argumen bahwa konsumsi minyak global sudah sangat dekat dengan puncak struktural.
Futures minyak kembali diperdagangkan di dekat US$90 per barel.
Emas Tembus US$4.420 setelah CPI AS
US Open: CPI Reda, Saham AI Kembali Jadi Mesin Wall Street
CPI Sesuai Ekspektasi, Pasar Minim Reaksi
Market Wrap: Wall Street Turun, Pasar Tunggu CPI AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.