Potensi pembelian saat harga turun (dip buying).
Harapan pada data ekonomi AS sebelum rapat FOMC.
Musim laporan keuangan Q3 dimulai dengan hasil positif.
Sektor asuransi alami tekanan akibat kebangkrutan First Brand.
PM Prancis baru bisa menentukan arah pasar obligasi.
Potensi pembelian saat harga turun (dip buying).
Harapan pada data ekonomi AS sebelum rapat FOMC.
Musim laporan keuangan Q3 dimulai dengan hasil positif.
Sektor asuransi alami tekanan akibat kebangkrutan First Brand.
PM Prancis baru bisa menentukan arah pasar obligasi.
Sentimen risiko pasar global minggu ini bergerak fluktuatif. Setelah mencetak rekor baru pada Rabu, saham global turun pada Kamis dan pasar Asia melemah pada Jumat. Dolar AS juga melemah — menjadi mata uang terburuk ketiga di kelompok G10, turun untuk pertama kalinya minggu ini.
Bahkan reli kuat emas kini mereda, turun kembali di bawah $4.000 per ons, sementara perak justru berbalik naik dan kembali ke level tertinggi sesi setelah sempat terkoreksi.
Potensi Pembelian Saat Harga Turun (Dip Buying?)
Pertanyaan utama sekarang: apakah pelaku pasar akan melihat ini sebagai peluang buy the dip? Futures Inggris dan Eropa sejauh ini relatif stabil, sementara futures AS mengindikasikan pembukaan lebih tinggi, menandakan pelemahan bisa bersifat sementara. Selain Nikkei, kenaikan di pasar saham global minggu ini masih terbatas — menandakan bahwa pasar sedang bersiap untuk jeda sementara.
Harapan Data Ekonomi AS Jelang FOMC
Pausenya reli risiko memang wajar, karena investor menunggu jawaban atas beberapa pertanyaan penting:. 1, Siapa Perdana Menteri baru Prancis (pengumuman dijadwalkan hari ini)? Bagaimana hasil negosiasi koalisi PM Jepang yang baru? Dan terakhir, bagaimana kondisi ekonomi AS? Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menyebut sebagian data ekonomi, termasuk CPI, kemungkinan akan dirilis akhir bulan ini — artinya The Fed mungkin sempat meninjau data inflasi tersebut sebelum rapat FOMC pada 28–29 Oktober.
Musim Earnings Q3 Dimulai dengan Positif
Menariknya, meski ada kekhawatiran soal valuasi saham teknologi, saham Delta Airlines dan PepsiCo justru menjadi top performer di S&P 500 pada Kamis. Keduanya naik lebih dari 4% setelah merilis laporan keuangan yang kuat — sinyal bahwa pasar saham menyambut positif awal musim earnings kuartal ketiga ini. Minggu depan, fokus bergeser ke sektor perbankan AS, yang akan mulai melaporkan hasil mereka.
Masalah di Sektor Asuransi
Sektor asuransi di Eropa dan AS berpotensi menjadi sorotan hari ini, menyusul efek lanjutan dari kebangkrutan First Brand Group. Perusahaan besar seperti Allianz, Coface, dan AIG memiliki polis untuk mitra dan investor First Brand, membuat mereka terekspos pada rantai pasok produsen suku cadang otomotif tersebut. Seberapa besar eksposur ini akan menentukan besaran tekanan harga saham mereka. Bank AS Jefferies bahkan sudah anjlok lebih dari 20% bulan ini setelah mengumumkan eksposur $715 juta ke grup tersebut. Meski begitu, kebangkrutan First Brand tidak diperkirakan menimbulkan efek domino bagi perusahaan lain. Namun, perusahaan yang terpapar kemungkinan akan mengalami penurunan harga saham hari ini.
PM Prancis Baru Bisa Mengubah Arah Pasar Obligasi
Semua mata kini tertuju pada pasar obligasi Prancis. Pertanyaannya: apakah yield akan terus turun setelah pengumuman PM baru, atau justru terjadi aksi buy the rumour, sell the fact? Bisakah emas kembali menembus level $4.000? Kami memperkirakan harga emas bisa kembali tertekan seiring koreksi saham teknologi, mengingat emas selama ini juga digunakan sebagai lindung nilai (hedge) terhadap valuasi saham yang tinggi. Ketika saham melemah, kebutuhan terhadap hedge tersebut ikut berkurang.
Di Inggris, terdapat tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja mulai stabil. Perusahaan memperlambat perekrutan pada laju paling lambat dalam setahun, sementara pertumbuhan upah mulai moderat — kabar baik untuk prospek inflasi dan Bank of England.
Fokus utama hari ini adalah pada Indeks Sentimen Universitas Michigan yang akan dirilis sore nanti, terutama komponen ekspektasi inflasi, yang bisa memberikan petunjuk arah kebijakan The Fed selanjutnya.
Morning Wrap (27.022026)
Daily Summary: Semikonduktor dan Dolar Tekan Wall Street
Saham PayPal Turun 5% 📉
Morning Wrap (26.02.2026)