-
Sesi pasar AS berakhir dengan aksi jual yang solid. Tekanan menyebar ke hampir seluruh pasar saham AS, dengan S&P 500 turun 0,5% dan Nasdaq melemah 1,2%, sementara Dow Jones relatif stabil dan ditutup sedikit menguat.
-
Sektor teknologi berada di bawah tekanan signifikan, dengan Nvidia menjadi salah satu yang paling terpukul. Koreksi ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gelembung kecerdasan buatan.
-
Sebagai pengingat, dua hari lalu Nvidia merilis laporan dengan pendapatan dan laba rekor, didorong belanja investasi besar dari perusahaan Big Tech. Namun pasar mulai mempertanyakan apakah tingkat pendapatan dan belanja modal tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
-
Meskipun terdapat sinyal kemajuan dalam pembicaraan di Timur Tengah, belum ada terobosan konkret yang dapat mengubah situasi geopolitik dan pasar secara signifikan. Investor tetap berhati-hati dan menunggu keputusan nyata, bukan sekadar sinyal diplomatik.
-
Inflasi Tokyo melambat menjadi 1,8% YoY pada Februari, turun di bawah target 2% Bank of Japan untuk pertama kalinya dalam 16 bulan, meski indikator inti masih menunjukkan tekanan harga yang persisten.
-
Di Jepang, penjualan ritel melampaui ekspektasi pada Januari, menandakan konsumsi yang resilien, sementara produksi industri mengecewakan, menggambarkan awal tahun yang campuran bagi aktivitas ekonomi.
-
People’s Bank of China menetapkan kurs referensi USD/CNY di 6,9228, lebih tinggi dari estimasi 6,8428, dan Bank of Canada menaikkan cadangan risiko mata uang untuk meredam pergerakan yuan.
-
Indeks Asia bergerak sedikit melemah, terutama akibat koreksi sektor teknologi di Wall Street, meski kinerja Februari tetap positif, khususnya di Korea dan Jepang. Pasar Australia stabil, indeks China melemah, dan Hang Seng Hong Kong menguat tipis.
-
Dari sisi korporasi AS, Block mengumumkan pemangkasan lebih dari 4.000 karyawan (sekitar 40% tenaga kerja), beralih ke tim yang lebih kecil berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi. Investor merespons positif restrukturisasi dan laporan keuangan tersebut, mendorong saham naik sekitar 25% setelah penutupan.
-
Di pasar logam mulia, emas naik tipis dan menguji level USD 5.200, sementara perak menguat lebih dari 2% mendekati USD 90.
-
Sentimen kripto relatif positif. Bitcoin naik lebih dari 0,2% ke sekitar USD 67.800, sementara Ethereum menguat sekitar 0,2% ke USD 2.040.
Daily Summary: Semikonduktor dan Dolar Tekan Wall Street
Saham PayPal Turun 5% 📉
Morning Wrap (26.02.2026)
Daily Summary: Wall Street Menanti Nvidia (25.02.2026)