- Keputusan FOMC Oktober menghasilkan voting 10–2 dengan dukungan dari Lisa Cook untuk kenaikan suku bunga.
- Dolar AS melemah moderat dan yield US Treasury 2 tahun turun menjadi 4,70% setelah pernyataan Kevin Warsh.
- The Fed berencana mengurangi jumlah keputusan suku bunga menjadi 6 kali per tahun mulai 2028 untuk pembahasan strategis.
- Pasar memperkirakan probabilitas 85% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang.
- Keputusan FOMC Oktober menghasilkan voting 10–2 dengan dukungan dari Lisa Cook untuk kenaikan suku bunga.
- Dolar AS melemah moderat dan yield US Treasury 2 tahun turun menjadi 4,70% setelah pernyataan Kevin Warsh.
- The Fed berencana mengurangi jumlah keputusan suku bunga menjadi 6 kali per tahun mulai 2028 untuk pembahasan strategis.
- Pasar memperkirakan probabilitas 85% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang.
Empat pertemuan pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh telah memicu volatilitas yang cukup besar di pasar keuangan. Namun, seiring arah kebijakan moneter yang semakin jelas, tidak mengherankan jika investor mulai menunjukkan respons yang lebih tenang.
Keputusan FOMC Oktober Terlihat Cukup Jelas karena Dua Alasan Utama
Pertama, pemilu paruh waktu Amerika Serikat semakin dekat dan akan menentukan arah kebijakan ekonomi AS serta, dalam tingkat yang lebih terbatas, kebijakan luar negeri. Secara formal, proses pemungutan suara bahkan telah dimulai melalui mekanisme early voting atau pemungutan suara lebih awal. Dalam konferensi pers, Warsh menegaskan bahwa keputusan FOMC hari ini tidak dipengaruhi oleh pertimbangan politik. Namun, ia juga menyampaikan bahwa enam minggu ke depan akan memberikan kejelasan yang jauh lebih besar mengenai situasi yang dihadapi Amerika Serikat.
Kedua, bank sentral tidak ingin memberikan sinyal kepada pasar bahwa The Fed tertinggal dalam mengendalikan inflasi (behind the curve) dan terpaksa mempercepat pengetatan kebijakan moneter. Kenaikan suku bunga dalam dua pertemuan berturut-turut kemungkinan besar akan ditafsirkan pasar sebagai indikasi kondisi tersebut.
Rincian Hasil Voting FOMC
Hasil voting FOMC sebesar 10–2 tidak menjadi kejutan besar. Banyak analis sebelumnya memperkirakan adanya perbedaan suara dari sejumlah pejabat seperti Beth Hammack, Lorie Logan, atau Neel Kashkari. Namun, kejutan justru datang dari Lisa Cook yang bergabung dengan kelompok pendukung kenaikan suku bunga.
Lisa Cook adalah pejabat The Fed yang sama yang sebelumnya sempat "diberhentikan" dari jabatannya oleh Donald Trump pada 2025. Tanda kutip digunakan secara sengaja karena keputusan tersebut kemudian dinyatakan melanggar hukum oleh Mahkamah Agung AS. Namun, perkara ini belum sepenuhnya selesai. Cook dijadwalkan menghadiri sidang dengar pendapat di Gedung Putih pada 5 November.
Konferensi Pers Warsh dan Reaksi Pasar
Seperti yang mulai menjadi kebiasaan, pernyataan Kevin Warsh cenderung ambigu dan tidak banyak memberikan petunjuk konkret untuk menilai kondisi ekonomi saat ini. Namun, terdapat dua komentar penting yang menjadi penyeimbang terhadap pernyataan umum mengenai komitmen FOMC untuk mencapai target inflasi yang ketat:
-
"Terdapat kesepakatan luas bahwa langkah kebijakan moneter yang telah diterapkan mulai menunjukkan dampaknya."
-
"Perekonomian berada dalam kondisi kuat dan bergerak ke arah yang tepat. Sebagian besar kolega saya tidak menilai ekonomi sedang mengalami pertumbuhan yang terlalu panas (overheating)."
Komentar tersebut dapat ditafsirkan sebagai sinyal yang sedikit kurang hawkish dibandingkan ekspektasi pasar sebelum pertemuan FOMC. Hal ini tercermin dari pelemahan moderat dolar AS, baik terhadap sekeranjang mata uang berbobot perdagangan sebesar 0,2% maupun terhadap euro sebesar 0,3%. Sinyal serupa juga terlihat pada pasar obligasi, ketika yield Treasury AS tenor 2 tahun turun sekitar 8 basis poin menjadi 4,70%.
Gambar 1: Pergerakan Mata Uang Utama terhadap Dolar AS (26.10.2026 - 28.10.2026)
Sumber: XTB Research, 28.10.2026
Jadwal Baru Pertemuan FOMC
Salah satu pengumuman paling penting adalah perubahan jadwal pertemuan FOMC mulai tahun depan. Meskipun jumlah pertemuan tahunan akan tetap sebanyak delapan kali, tidak semuanya akan menjadi pertemuan pengambilan keputusan kebijakan moneter. Pada 2027, satu pertemuan akan dikhususkan untuk pembahasan strategis mengenai kebijakan moneter. Sementara itu, pada 2028, dua pertemuan akan dialokasikan untuk tujuan yang sama, sehingga jumlah keputusan suku bunga pada akhirnya berkurang menjadi enam kali per tahun.
Bagaimana Prospek Kebijakan The Fed Selanjutnya?
Keputusan FOMC hari ini belum mengakhiri perdebatan mengenai langkah The Fed pada pertemuan Desember. Pasar masih cenderung memperkirakan kenaikan suku bunga, meskipun dengan tingkat keyakinan yang sedikit lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember kini diperkirakan sebesar 85%, turun dari 95% pada awal hari. Penurunan moderat juga terlihat pada ekspektasi suku bunga untuk bulan-bulan berikutnya. Meskipun tiga kenaikan suku bunga tambahan masih menjadi skenario dasar, ekspektasi tersebut tidak lagi sepenuhnya tercermin dalam harga pasar.
Arah kebijakan selanjutnya akan sangat bergantung bukan hanya pada harga minyak, tetapi juga pada permintaan modal dari perusahaan hyperscaler, yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Meskipun yield Treasury AS yang tinggi menjadi acuan penting bagi biaya pinjaman, pertumbuhan kredit komersial dan industri masih berada pada level dua digit, sementara rasio kewajiban perdagangan sektor nonkeuangan terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai level tertinggi sejak gelembung dot-com.
Berdasarkan data yang tersedia saat ini, dan terlepas dari hasil pemilu paruh waktu AS, kami memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember untuk meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi. Menurut pandangan kami, langkah kebijakan moneter berikutnya akan sangat bergantung pada hasil pemilu serta sentimen pasar yang lebih luas terhadap revolusi kecerdasan buatan (AI).
Daily Summary: Fed Dovish, Oracle Meroket 11%!
FOMC Malam Ini: The Fed Siap Bikin Kejutan?
Daily Summary: Nasdaq Naik 0,74%, IPO Anthropic Jadi Sorotan
Market Wrap: Minyak Brent Anjlok, Wall Street Masih Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.