General Motors Lampaui Estimasi dan Naikkan Proyeksi 2026
General Motors melampaui estimasi kuartal II 2026 dan menaikkan proyeksi laba yang disesuaikan serta arus kas bebas setahun penuh. Kinerja tersebut didukung bisnis Amerika Utara yang kuat, harga kendaraan yang stabil, serta permintaan terhadap pickup dan SUV, meski beban restrukturisasi kendaraan listrik menekan laba bersih yang dilaporkan.
- Adjusted EPS tercatat sebesar $3,57, melampaui ekspektasi Wall Street sekitar $3,20.
- Pendapatan meningkat 1,9% secara tahunan menjadi $48,03 miliar, lebih tinggi dari estimasi konsensus sebesar $47,01 miliar.
- Adjusted EBIT Amerika Utara mencapai $3,45 miliar, melampaui ekspektasi sebesar $3,26 miliar.
- GM menaikkan proyeksi adjusted EPS setahun penuh 2026 menjadi $12,00–$14,00, dari sebelumnya $11,50–$13,50.
- Namun, perusahaan menurunkan proyeksi laba bersih yang dilaporkan menjadi $8,4–$9,8 miliar dari sebelumnya $9,9–$11,4 miliar.
Amerika Utara Tetap Menjadi Mesin Pertumbuhan Utama
Penjualan kendaraan mencapai 990.000 unit, naik 1,6% secara tahunan. Adjusted EBIT dari operasional Amerika Utara mencapai $3,45 miliar, sementara margin adjusted EBIT wilayah tersebut meningkat 2,5 poin persentase secara tahunan menjadi 8,6%.
Menurut CEO Mary Barra, kinerja perusahaan didukung oleh harga kendaraan yang stabil, portofolio pickup dan SUV yang kuat, penurunan biaya garansi, serta peningkatan efisiensi operasional. Operasional internasional, termasuk perusahaan patungan GM di China, menghasilkan adjusted EBIT sebesar $190 juta, di atas estimasi konsensus $144,4 juta.
Laba Disesuaikan Naik, tetapi Laba Bersih Dilaporkan Turun
Laba operasional yang disesuaikan untuk grup meningkat sekitar 30% secara tahunan menjadi lebih dari $3,9 miliar, sementara margin operasional yang disesuaikan mencapai 8,2%. Pada saat yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham turun 31,1% secara tahunan menjadi $1,3 miliar.
Laba yang dilaporkan terdampak oleh beban sebesar $2,3 miliar yang berkaitan dengan strategi penyesuaian kembali bisnis kendaraan listrik perusahaan. GM juga terus mengurangi kerugian dari bisnis kendaraan listrik sambil memperluas bisnis layanan digital yang memiliki margin lebih tinggi.
GM Naikkan Proyeksi Laba Disesuaikan
Perusahaan menaikkan proyeksi adjusted EBIT setahun penuh 2026 menjadi $14–$16 miliar, dari sebelumnya $13,5–$15,5 miliar. Proyeksi adjusted EPS juga dinaikkan menjadi $12–$14, dibandingkan dengan kisaran sebelumnya sebesar $11,50–$13,50.
Proyeksi arus kas bebas otomotif yang disesuaikan dinaikkan menjadi $9,5–$11,5 miliar, dari sebelumnya $9–$11 miliar. Belanja modal diperkirakan mencapai $10–$12 miliar pada 2026.
Proyeksi Laba Bersih Dilaporkan Diturunkan
GM menurunkan proyeksi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham menjadi $8,4–$9,8 miliar, dari sebelumnya $9,9–$11,4 miliar. Ini menjadi kuartal kedua berturut-turut ketika perusahaan menaikkan proyeksi laba yang disesuaikan, tetapi menurunkan proyeksi laba bersih yang dilaporkan.
Perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh beban satu kali dan biaya yang berkaitan dengan restrukturisasi strategi kendaraan listrik perusahaan. Meski kinerja melampaui estimasi, saham GM turun sekitar 2% dalam perdagangan premarket.
Saham General Motors (Grafik D1)
Saham General Motors diperdagangkan sedikit lebih rendah setelah laporan kinerja dirilis, bergerak di sekitar level $74 dan mendekati exponential moving average 200 hari atau EMA200.

Sumber: xStation5
US OPEN: Wall Street Datar, Intel Tertekan Aksi Korporasi
Intel Terbitkan Saham US$15 Miliar untuk Ekspansi AI
Caterpillar Bisa Jadi Pemenang dari Krisis Selat Hormuz?
Kalender Ekonomi: Hormuz Panas, Pasar Bersiap Hadapi CPI AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.